Iyo batua, memang sabana lamak kalau maota di palanta ko. Iko bisa dibaok
kakida kasuok karano memang ndak ado acuan nan pasti tentang nan sanak Muzirman
sabuik jo "penting dan principle" ko. Salamo ko nan lah ado di perundangangan
awak, yo baru pemilu dan pilkada tu (atau di daerah2 di jawa ambo danga ado jo
namonyo pilkades, ndak tau ambo kalau di daerah lain). Jadio nan ma nan
"penting dan priciple" tu (di lua nan diperundangan) - samantaro ko - yo
sadonyo. Jan dikatokan lo tramtib, kapalo KUA, kapalo dinas perparkiran,
mantari rumah sakik dll tu "tidak penting dan tidak principle".
Komentar ambo cuma, tolong paratian biayanyo, tamasuak biaya nan harus
ditangguang dek masayarakat pemilih. AMbo indak tau kalau urang nan banyak
wakatu luang, tapi kalau ambo pribadi, yo indak do, tiok sabanta harus pai ka
lapangan bapaneh-paneh untuak pemilihan langusng iko, pemilihan langsuang itu,
dst dst. Sarupo komentar ambo kapatang, nan jaleh baruntuang kalau bnanyak
pilkada ko cuma pak haji di muko rumah ambo, nan bisnisnyo mampaseokan sound
system.
Tentang teori maslow, legacy leadership, enterpreanurship, state council. BOT
dll ambo ndak bisa bakomentar do, talalu tinggi dek ambo.
Riri
L 46--
[EMAIL PROTECTED] wrote:
Ondeh maak, iko sabana lamak carito ko, bisa di baok ka kida ka suok,
nan dipilih lansuang ko lembaga nan pantiang, sekali lagi nan penting dan
principle, spt. Pilkada, Pengadilan demi Keadilan rakyat, pendidikan demi
kemajuan rakyat dan bangsa, dan lain2 lembaga bisa ditambahkan dalam lapau
global ko,(trantib..?).UI, ITB,UGM dgn BHMN/BHP ala mamulai dgn pemilhan
lansung Rektor nya melalui Dewan/majelis Univ. yg diajukan rakyat dan di
umumkan di koran/miling list. Dan sbg contoh baraja ditampek lain, City
Council, Secretary of State (tingkat Kota/kecamatan), Board of Education,
University Board, Komisi Lingkuangan, etc.di pilih lansung oleh rakyat, cukup
dgn memdirikan palang/board dijalan2 strategy, .Waktu pemilihan memang cukup
tebal surat suara nya, dan waktu terpisah antara Pimpinan Kota, Prov dgn
Pimpinan yg lain. Kalau memberatkanAPBD yaini harus ditanyakan ke rakyat bisa
terus dilaksanakan atau tidak, referendum?
Tp sayangnya sanak2 indak melihat/mengdiskusikan opsi2 yg lain, "tranparansi,
keterlibatan publik dan recall/petisi." Utk membanguan sesuatu program yg
mahal/biaya tinggi suara rakyat harus di mintakan, public hearing setuju atau
tak setuju, stlh diskusi/debat dilakukan. Bisa saja program itu di batalkan krn
tidak menyentuh kepetnigan rakyat lansung, atau ada project yg mercu-suar,
"legacy of leaderahip DEN".
Dengan tranparansi, kita bisa melihat dan mempertanyakan (secara sederhana)
Kenapa Perusahaan itu yg menang tender, kita bisa lihat perusahaan lainnya
berapa tawarannya, .Kenapa kita tidak bisa (ada sinyalemen).melihat adanya
tawaran B.O.T.(build, operate and transfer) pembanguan Gedung Perwakilan Sumbar
di Matraman, yg 19 (?) tingkat dgn milyaran budget APBD.
Dgn BOT dana itu bisa digunakan utk pembangunan lainnya. dan kita berkoak2:
Pimpinan Daerah itu harus ada spirit enterprenureship, biznis dll. Tp kita lupa
pemimpinitu juga perlu cari nama/nama harum. (Lihat teory Maslow).
atau ditingkat kelurahan: Knp kartu prnduduk saya siap 26 hari? harus bisa
dijawab WaliNegar/pak Lurah secara cepat. Dan yg lebih penting
harus ada standard yg bisa terpampang/dibaca jelas rakyat : Pengurusan Kartu
Penduduk Biaya sekian Ribu, dan siap dalam 5 hari. etc.Biaya Pengrusan tanah
sekian hari, biaya sekian, ini terpampang dan dibaca jelas rakyat.
Dgn recall, kalau Pimpinan itu kinerja ngak betul, lambat, kita bisa ajukan
petisi utk di recall stlh melalui /mengumpulkan tanda tangan yg setuju sekian
percent ,..debat, diskusi dan ybs. mmepertahankan dirinya.
Contoh: Pilkada calon independent perlu 3 percent tanda tangan di Padang utk
CAWalkot. sebelum maju secara resmi.
Jadi yg prinsip adalah adanya keseimbangan "antara yg punya kekuasaan dan yg
dikuasai, the powerful and powerless," kalau indak bantuak itu
paritispasi rakyat dlm kehidupan kita bernegara/negari/bakampuang(salah
satunya) akan diragukan/agak lambat atau di cuekkan sajo.
Buktinya , kita rakyat tidak bisa lansung recall angota DPR/DPRD yg ber
masaalah, harus melalui Partai. Dan bgmn calon independent di halangi Partai2
dgn mengajukan syarat2 nya harus 15 percent suara pencalonan pendahuluan.
Begitu lah sanak, bicara soal politik, bicara soal kepentingan,
kekuasaan,..nan kalamak dek nan berkuaso sen,. siapa mendapat kan apa, awak
rakyat badarai ko,..selalu pelengkap penderita."
Untung saja urang awak, berdarah dingin , masih ingat "incumbent yg foto nya
terpampang di bill board dilempar batu /di sobek oleh rakyat di dekat Lolong,
Padang" ."{ Krn termasuk katagori kampanye dan mengunakan uang rakyat, APBD}.
Wass. Muzirman
==============================================
From: Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, April 28, 2008 9:20:02 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: PEMIMPIN YANG PANTAS
Da Riri nan paralu dipikirkan bana adalah biaya nan dikeluarkan ko untuk
pilkada sangat mahal, jadi kalau alah sampai pemilihan ketua trantib dipilih
langsuang pulo ondeh maaaaaaak.
Ambo perhatikan biaya pilkada ko indak hanyo capital tapi jo eskalasi nan
tajadi dilapangan sangat tinggi. Jadi pola iko haruih taruih dievaluasi untuk
menemukan bentuk nan terbaik.
Salam Hormat
Ronal Chandra
Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Muzirman -- <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>>> AssWrWB, saya masih tetap dgn prinsip institusional yg pernah saya
posting sebelumnya, spt pemilihn lansung (ada PILKADA) tidak pimpinan
puncak saja, termasuk Pengadilan, Pendidikan ,dll. pimpinan nya
dipilih lansung rakyat, mudah2an thn 2012 Unand mulai BHMN yg Rektor
nya bisa dipilih lansung ...
Rancak juo tuh, para pimpinan tu dipiliah langsuang.
Cuma nan tabayang dek ambo, minggu ko Pilkada Gubernur, minggu muko pilkada
bupati, minggu ciek lai pemilihan ketua pengadilan, minggu cieklai pemilihan
kepala dinas pendidikan, minggu ciek lai lio pemilihan kapalo tramtib dst dat
...
Nahk, kalau untuak urang tertentu mungkin akan sangai mandukuang (misalnya
percetakan di dakek komplek ambi, atau pak haji di muko rumah ambo nan
bisnisnyo mempersewakan sound sytem). Tapi kalau ambo nan sawah ambo jauah dari
rumah, tantu lah batambah lo kemacetan jalan dek makin banyak lo kampanye
kampanye ...
..
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---