Assalamualaikum w.w. sanak H Effendy Koesnar Dt Bagindo Said dan para sanak sa palanta,

Saya sudah hampir lupa dengan sejarah harian "Semangat" , yang ternyata lumayan perannya sebagai wadah pembentukan wartawan pada saat sulit bagi warga pers di Sumatra Barat. Memang benar, sayalah yang menyarankan kepada Pemred -- kalau tak salah waktu itu dijabat oleh Ali Akbar Navis -- supaya nama harian "Angkatan Bersenjata" diganti menjadi "Semangat".

Secara pribadi saya merasa sangat berhutang budi kepada Mayor Inf Wardjono dan Letkol CKH Iman Soeparto SH, yang bukan saja mengerti dan bersimpati kepada ma

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, 71 th, Jakarta)



--- On Fri, 4/25/08, kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: kabaMinang OnLine <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Riwayatmu Dulu Surat Kabar Harian SEMANGAT (2)
To: [email protected]
Date: Friday, April 25, 2008, 12:17 PM

 

 

Jumat, 25 April 2008 di Padang Ekpress..

Membina Iman dan Kecerdasan dalam Era Pembangunan
Oleh : H Effendy Koesnar (Dt Bagindo Said), Penulis, mantan Wapimred SKH SEMANGAT, Sekarang Dosen Luar Biasa Fak.Dakwah IAIN.

TERNYATA usul Ka Pendam Wardjono mendapat sambutan baik Panglima Panoedjoe. Tinggal lagi menjadi beban Ka Pendam melakukan berbagai persiapan, antaranya pendekatan kepada Pt Rumah Gadang sebagai Badan Hukum penerbit SKH Aman Makmur. Pendekatan dengan pihak Pt Rumah Gadang tak begitu sulit, kaena sewaktu SKH Aman Makmur terbit,  kerjasama dengan Komando begitu akrab. Selain Mayor Wardjono dan Mayor Iman Soeparto, SKH Aman Makmur juga intim dengan beberapa perwira lainnya, seperti Letkol Syarwani dan Mayor A. Syahdin (mantan Bupati Agam dan Limapuluh Kota).

Ditambah lagi, kegelisahan para wartawan melihat suasana yang semakin hangat akibat perlakuan PKI, sedangkan mesin ketik belum dapat dimanfaatkan.

Tri Ubaya Cakti Cikal Bakal SKH SEMANGAT

Tanggal 17 April 1965,  tepat 6 tahun usia Kodam III/17 Agustus dihitung sejak kelahirannya 17 April 1959, Tri Ubaya Cakti  hadir di tangan pembaca, masyarakat Sumbar dan Riau. Walau disebut sebagai Edisi Khusus HUT-VI Kodam III/17 Agustus, penampilannya juga seperti surat kabar biasa. Menghidangkan berita, editorial, pojok, gambar-gambar, opini dari beberapa orang penulis serta iklan. Penerbitan perdana ini memang lebih banyak bercerita tentang kelahiran Kodam III/17 Agustus di Sumbar-Riau. Pemberitaan, di samping tetap membangkitkan semangat masyarakat yang masih loyo, juga menghidangkan hiburan yang disukai pembaca. Namun berangsur-angsur berkat usaha Tri Ubaya Cakti yang dimotori mantan wartawan SKH Aman Makmur, semangat masyarakat mulai bangkit.

Lama juga kehadiran Edisi Khusus peringatan HUT-VI Kodam III/17 Agustus ini di tengah masyarakat Sumbar-Riau. Kalau tak salah sampai 40 hari dihitung sejak 17 April 1965. Berbagai masalah dihadapi pengelolanya. Terutama serangan Suara Persatuan dengan Pimrednya Zulkifli Sulaiman. Tajuk Rencana dan Pojok  terompet PKI itu, dengan lancangnya menyerang Tri Ubaya Cakti.. Ditulisnya, wartawan Tri Ubaya Cakti, Hantu Gentayangan alm. Aman Makmur. Namun segala kesulitan dapat diatasi. Termasuk material seperti kertas, ada-ada saja penyumbang yang menyerahkan kertas. Apalagi percetakan milik Haluan sedang dikuasai  PEPELRADA Sumbar-Riau.

Sungguhpun demikian, pengelola tetap berusaha menjadikan surat kabar resmi, selain Edisi Khusus HUT-VI Kodam III. Pertama melakukan pendekatan kepada penerbit SKH Berita Yudha di Jakarta, sehingga nama Tri Ubaya Cakti beralih menjadi Warta Yudha. Sayangnya tidak didapat kesefakatan sehingga usaha beralih kepada penerbit SKH Angkatan Bersenjata yang dipimpin Brigjen H. Soegandhi.  MDP Pandoe bersama dengan Mayor Wardjono dan Mayor Iman Soeparto (kedua nama terakhir alm) berusaha ke Departemen Penerangan di Jakarta mendapatkan Surat Izin Terbit resmi. Berbagai persyaratan yang diperlukan untuk mendapatkan Surat Izin Terbit (SIT).

Badan Hukum Penerbitnya YASEBANG

Salah satu persyaratan menurut UU Pokok Pers waktu itu (UU No. 11/66) penerbitan surat kabar harus memiliki badan hukum tersendiri. Salah satu Badan Hukum yang ada di Kodam III hanyalah YASEBANG (Yayasan Kesejahteraan Pembangunan) Kodam III/17 Agustus dengan Akta  Notaris Hasan Qalbi No. 16 tanggal 16 April 1964. Begitu juga permodalan pertama secara resmi dengan pengalihan modal Pt Rumah Gadang menjadi modal YASEBANG guna penerbitan SKH Angkatan Bersenjata Edisi Padang. Peralihan modal PT Rumah Gadang tersebut atas persetujuan pemiliknya, berdasarkan Surat Keputusan Pangdam III/17 Agustus selaku Ketua PEPELRADA..

Ringkasnya, SIT diperdapat dengan memberikan izin kepada Brigjen H Soegandhi sebagai Penanggung Jawab menerbitkan SKH Angkatan Bersenjata Edisi Padang. Sejak itu nama Warta Yudha beralih menjadi SKH ANGKATAN BERSENJATA Edisi Padang, Penanggung jawab setempat dipercayakan kepada Mayor Wardjono.

Lima bulan Penerbitan Angkatan Bersenjata berjalan, Ka Puspen Hankam Brigjen Soegandhi mengadakan pembekalan pengetahuan bagi wartawan  untuk menyamakan visi dan missi surat kabar Harian Angkatan Bersenjata di seluruh Indonesia . Puspen Hankam membekali  watawannya dengan pengetahuan Jurnalistik, grafika serta manajemen persuratkabaran. Termasuk ilmu perang urat syaraf menghadapi musuh.  Selain wartawan, Puspen Hankam juga memberikan kesempatan kepada Penerangan/Humas masing-masing Angkatan dan POLRI di daerah. Instrukturnya kebanyakan pratisi pes, mantan penerbit Media

Massa yang dicabut SITnya di Jakarta serta beberapa orang Pamen ABRI sesuai keahliannya. Pimpinan Harian Angkatan Bersenjata Edisi Padang menugaskan Zuiyen Rais dan Pasni Sata mengikuti pembekalan tersebut. Pangdam III/17 Agustus menugaskan Letnan Dahrul Aswad (terakhir Mayor, Alm) dan Effendy Koesnar (Penulis). POLRI menugaskan Inspektur Dua Nasrun Dt Rajo Sungut Melanjutkan missi Aman Makmur yang disetujui komando,  Angkatan Bersenjata menjadi bacaan yang disenangi masyarakat. Sehingga pernah terjadi Agen Kota Padang meminta tambahan suratkabar setelah selesai cetak. Untunglah klay (susunan timah bertulisan berita) masih di atas mesin cetak. Diulanglah mencetak memenuhi permintaan distributor.

Melonjak drastisnya tiras SKH Angkatan Bersenjata, karena penghidangan berita bersambung "Peristiwa Bandar Betsi". Pembunuhan sadis salah seorang BUTERPRA (Bintara Umum Territorial Perlawanan Rakyat)  oleh BTI (Barisan Tani Indonesia ) di Sumatera Utara.  Surat Kabar lainnya tidak memuat berita tersebut.. Sehingga tiras  Angkatan Bersenjata pernah mencapai tiras puncak seperti yang pernah didapat Aman Makmur.

Musim Beralih Zaman Bertukar

Kebijakan keras pemerintah terhadap bekas PRRI mulai melunak, sebagai kelanjutan pemberian amnesti. Hak milik perorangan maupun Badan Hukum berupa gedung, kantor dan bangunan lainnya yang selama pergolakan daerah dikuasai Kodam dikembalikan kepada pemiliknya. Percetakan HALUAN bersama penerbitannya, sertra percetakan Sri Dharma yang dikuasai PEPELRADA dikembalikan kepada pemiliknya.  Kecuali bekas percetakan SKH Suara Persatuan milik PKI tetap dikuasai KODAM III/17 AGUSTUS.

Kembalinya percetakan Haluan kepada pemiliknya, menjadikan SKH Angkatan Bersenjata mengupah kepada Haluan. Waktu bernama Percetakan PENDAMAG, Semangat hanya menyisihkan biaya percetakan seperti tinta, matriys dll. Dengan beralihnya PENDAMAG kepada pemiliknya, Penerbitan Angkatan Bersenjata jadi menyusut. Malah tagihan biaya cetak dari Percetakan Haluan tak terpenuhi.

Lebih terasa kesulitan, setelah pimpinan HALUAN menerbitkan kembali suratkabarnya, dipimpin Rivai Marlaut, diganti oleh Chairul Harun, dilanjutkan oleh Annas Lubuk, perhatian pembaca beralih dari Angkatan Bersenjata kepada Haluan. Peralihan dinilai wajar, karena penampilan Haluan jelas lebih baik dari Angkatan Bersenjata. Hurufnya bagus, karena dilengkapi pemiliknya sesuai kebutuhan. Sebaliknya bahan percetakan untuk Angkatan Bersenjata dinapikan, sehingga sulit dibaca.

Karena kehabisan matrijs "t", percetakan menggantinya dengan huruf  "f" seperti menuliskan "totok" percetakan menggantinya dengan "fofok". Pernah ditegur Pak Hatta, "Nama saya "Hatta", bukan Haffa yang ditulis Skh "AB" . Membengkaknya hutang kepada Haluan, Kodam dalam hal ini YASEBANG mengambil kebijakan, pindah kantor dan cetak ke Jalan Sungai Bong 14 (Jln. Imam Bonjol  sekarang). Percetakan Srana Dwipa (bekas milik PKI) direhab sedemikian rupa, sehingga layak mencetak suratkabar. Sementara usaha penerbitan berjalan lancar tapi karena peralatan cetak perlu diganti, adakalanya tak terlaksana semestinya. Kesulitan ditambah lagi, karena mesin cetak yang dipakai adalah mesin cetak tua yang sering rusak. Akibatnya penampilan Angkatan Bersenjata semakin melorot.

Begitu pula Aman Makmur menerbitkan kembali suratkabarnya yang terhenti sejak Maret 1965. Disefakati tenaga dan asset yang ada dibagi dua, masing-masing kembali ke Aman Makmur dan separohnya tetap di Angkatan Bersenjata. Wartawaan yang bertahan di Angkatan Bersenjata, Zuiyen Rais, Rajalis Kamil dan MS Sukma Jaya. Namun kesulitan belum teratasi, penampilan surat kabar semakin tertinggal dari suratkabar yang ada seperti SKH Haluan yang semakin menarik, karena betul-betul dikelola secara bisnis pers. Pimpinan Umum Angkatan Bersenjata Kolonel Burhani bersama Ketua Yayasan Letkol Iman Soeparto, SH sepakat melakukan pengurangan karyawan. Terjadilah penyusutan tenaga

Kerja, baik karyawan penerbit maupun percetakan. Karyawan pecetakan ada yang ditampung Percetakan Haluan. Zuiyen Rais dan Rajalis Kamil dan MS. Sukma Jaya mulanya ingin bertahan di Angkatan Bersenjata, tapi entah apa sebabnya hanya MS Sukma Jaya yang tetap bertahan dan ditunjuk sebagai Pimred.

Beralih nama menjadi SEMANGAT

Berdasar Instruksi Menhankam PANGAB Jenderal A.H. Nasution, seluruh suratkabar Harian Angkatan Bersenjata yang diterbitkan KODAM di Indonesia ditiadakan. Bila akan menerbitkan juga harus berganti nama dengan nama lain selain Angkatan Bersenjata. Kapendam Letkol Drs. Saafrudin Bahar selaku Penaggungjawab bersama Wakil Pimpinan  Umum A.A. Navis memilih SEMANGAT sebagai pengganti nama Angkatan Bersenjata. Sedangkan motto yang ditulis di bawah nama adalah "Membina Iman dan Kecerdasan Dalam Era Pembangunan". Nama dan motto itu tetap dipakai sampai akhir hayatnya.

Walau berganti nama dilengkapi dengan motto, SEMANGAT tak luput dari berbagai kesulitan. Berbagai kebijakan dilakukan untuk pengatasi kesulitan, antaranya berkali-kali melakukan perubahan piminan redaksi sesudah M.S. Sukma Jaya. Tersebutlah beberapa nama, antaranya Kamardi Rais Dt. P. Simulie, Makmur Hendrik,  Drs.Yanuar Abdullah, tapi sama sekali tidak mengatasi kesulitan yang ditanggungkan media massa anti komunis ini. Diusahakan lagi oleh Kapendam Saafrudin Bahar mengusulkan "langganan wajib" bagi personil KODAM dari bintara sanpai jenderal dan PNS golongan II ke atas. Sementara kebijakan itu cukup membantu, tapi lama-lama juga tidak bertahan. Para langganan wajib itu ada antaranya, mau membaca SEMANGAT keberatan membayar uang langganan. Ada pula yang meninggal, tetapi tetap dikirimi suratkabar,  uang langganan tak dapat diterima.

Bekerjasama dengan Pt Riza Mitra Medan

Pangdam III/17 Agustus dalam hal ini Brijen Soelarso memandang kerjasama antara Kodam I/Bukit Barisan dengwn Pt Riza Mitra menerbitkan SKH Bukit Barisan berjalan baik dan menmguntungkan kedua belah pihak. Kebaikan dan keberuntungan itu ingin dipakaikan untuk mengurangi kesulitan Harian Semangat. Didapatlah kesepakatan dengan Direktur Pt Riza Mitra Medan. Disepakatilah antaranya, pemindahan gedung dari Jalan Imam Bonjol 14 ke Gedung Balai Prajurit nasih di Jalan Imam Bonjol.

Perpindahan ke gedung yang lebih besar, karena Riza Mitra menyediakan mesin cetak offset pengganti Snel Press di Srana Dwipa. Selain penyediaan mesin cetak Riza Mitra juga menyediakan  Pimpinan Redaksi pengganti MS. Sukma Jaya, dalam hal ini Zakariya Yamin (Alm), seorang wartawan senior angkatan  H.Kasuma (Alm), Pimpina Umum Haluan. Saran Pt Riza Mitra tak dapat persetujuan pihak Semangat, karena proses penggantian Pimred memerluka prosedure panjang. Kecuali jabatan Pimpinan Usaha yang semula dijabat Effendy Koesnar (Penulis) beralih menjadi Wakil   Pimpian Usaha yang ditunjuk Pt Riza Mitra. (bersambung)

 

 

 



No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 269.23.4/1396 - Release Date: 24/04/2008 18:32




Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke