Masnan mempercayai orang tua itu, dan menceritakan secara ringkas tentang mimpi aneh Bumi, sahabatnya itu. Saat mendengar dedengkot persilatan akan ikut mendidik 5 orang anak itu dia terkejut bahkan ketika gelarnya disebut juga dia lebih kaget lagi. Jadi benar memang anak ini berjodoh dengannya, semesta sudah mengatur pertemuan ini sedemikian rupa sehingga dia juga berminat mengambil anak ini sebagai muridnya tanpa menyadari Tuhan sudah merancang buatnya.
"Hahaha... sekali lagi terima kasih Tuhan, telah Kau kirimkan anak ini untuk menjadi muridku." "Oya siapa namamu orang muda?" "Nama saya Masnan, pak Gaek, dan siapakah nama bapak?" "Apakah engkau, Masnan yang Panglima Kerajaan itu?" "Benar sekali pak." "Bagus...bagus... kamu akan bisa meletakkan dasar yang baik untuk calon muridku ini." "Maksud bapak?"tanya Masnan kebingungan. "5 tahun lagi aku akan menjemput anak ini untuk kudidik di kediamanku, jagalah dia baik-baik, pas siang hari nanti kau basuhlah tubuhnya di sungai yang ada di dekat sini tidak jauh dari desa sebelah Utara tempat ini. Khasiat jamur dan kadal itu pasti berguna sekali baginya, sayang aku tidak tahu nama jamur yang disebutnya tadi." "Selamat tinggal, sampai ketemu 5 tahun lagi." Seiring dengan ucapan tersebut orang tua itu menghilang dari pandangan mereka. Masnan yang tahu dia berhadapan dengan orang yang hebat, penasaran ingin tahu siapa gerangan orang tua yang berwajah tirus penuh ketenangan itu. "Pak gaek, siapakah gerangan bapak, bolehkah aku mengenal nama anda?" Terdengar suara mengalunkan sebuah syair ,"Hai sang rembulan ke manakah kau sembunyi, aku akan mengejarmu dengan tanganku membelah lautan mencari tempat persembunyianmu di sebuah pulau." Mendengar syair itu Masnan tersentak kaget, itu merupakan syair yang sering disebut gurunya sebagai tanda ciri khas seorang dedengkot persilatan yang ternama jauh di atas jaman gurunya, beliau dikenal dengan nama Pandeka Tinju Lautan yang bersemayam di Pulau Bulan (dekat P. Batam sekarang). Tokoh sakti ini sudah lama menghilang dari dunia persilatan hampir 40 tahun tidak terdengar kabar beritanya, hanya anak muridnya saja yang dikenal orang karena mereka memang bergerak di dunia persilatan menunaikan tugas yang diberikan gurunya untuk membantu orang. Kini dia melihat sendiri tokoh yang nyaris menjadi legenda itu, kalau tidak salah gurunya mengatakan bahwa dia mengundurkan diri di usia 52 tahun, jadi kalau dihitung sekarang seharusnya kakek itu berusia sekitar 90 tahun, tapi kenapa wajahnya masih terlihat lebih muda. Benar yang dikatakan dalam mimpi Bumi, bahwa salah satu dedengkot dunia persilatan akan mengambil muridnya sebagai pewaris, dia merasa bangga sekali diberi kesempatan untuk memberikan dasar-dasar silat pada muridnya. Ini artinya dia harus kerja keras agar tidak memalukan namanya di depan tokoh ini, dia berjanji akan mendidik Burhan dengan sebaiknya. Segera dia berjalan menuju kudanya, dan naik ke punggung kuda serta mengarahkan kudanya menuju arah yang ditunjuk kakek sakti itu. Tidak lama dia berjalan, dia menemui anggota pasukannya yang sedang mencarinya, dan dia meminta mereka untuk pergi ke desa yang diserang perampok agar bisa membantu penduduk desa itu. Dua orang wakilnya dengan cepat memenuhi perintahnya dan seorang wakilnya mendampingi dia dalam perjalanan pulang ke ibukota. Setelah melakukan apa yang diperintahkan oleh kakek sakti itu untuk memandikan Burhan tepat jam 12 siang di tengah sungai dekat desa, dia melihat wajah dan tubuh Burhan berubah menjadi lebih bersih dan sehat dari sebelumnya, semua kotoran yang melekat tubuhnya bersih bersama dengan terkelupasnya cairan yang membeku itu. Wajahnya terlihat lebih bersinar dan matanya terlihat lebih jernih dari biasanya, semua orang yang melihat anak ini melihat sebuah wajah yang gagah rupawan dan mempunyai aura yang kuat sekali serta keagungan yang hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan saja. Sepintas orang akan menyangka Burhan merupakan anak dari seorang pangeran atau raja muda atau masih keluarga dekat kerajaan. Karena wajahnya sangat aristokrat sekali kelihatannya, dan ketenangan wajah ditambah dengan keteduhan pandangan matanya melengkapi seluruh nilai tambah yang ada di dirinya. Masnan dan wakilnya melihat Burhan, seakan melihat seorang putra raja yang dalam pakaian sederhana, mereka mengagumi anak kecil ini, timbulah perasaan tenang dan damai setiap kali melihat wajah anak ini. Segera saja mereka jatuh sayang pada anak kecil ini, ada perasaan ingin melindunginya. Jarak tempat mereka beristirahat dengan ibukota sudah dekat, Masnan mengajak wakilnya dan Burhan untuk secepatnya melanjutkan perjalanan. Burhan walaupun masih merasa uratnya sakit naik kuda, tapi perlahan-lahan dia sudah dapat irama menunggang kuda dengan baik. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ibukota, sesampai di rumah Masnan, sang wakil berpamitan untuk pulang ke rumahnya karena mereka sampai sudah menjelang malam. Mereka disambut oleh isteri dan anak Masnan, oleh Masnan, Burhan diperkenalkan sebagai muridnya. Burhan sesuai dengan ajaran sopan santun yang dia terima langsung mengambil tangan isteri Masnan dan menciumnya sambil memperkenalkan dirinya. Isteri Masnan yang bernama Risma langsung jatuh sayang pada anak gagah rupawan yang sopan ini, dia senang sekali ternyata murid suaminya sangat mengenal sopan santun walau dibesarkan di sebuah nagari. Sedangkan Hasnah, anak Masnan, merasakan mendapatkan teman bermain dan saudara, dia senang sekali dengan hadiah yang dibawa ayahnya kali ini. Sejak hari itu Burhan tinggal bersama keluarga Masnan untuk menerima didikan dari sang paman agar bisa menjadi pandeka hebat yang akan mengalahkan sang kegelapan dan memusnahkan sang angkara murka. Demikianlah perjalanan Burhan menuju tempat dia melaksanakan pendidikan dasarnya, bagaimana dengan Syaiful, pengalaman apa yang diterimanya ? Apakah berbeda dengan Burhan ? Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
