Kalau Ridwan Tulus langsuang ka pokok masalahnyo krn dia sudah merasakan babak belurnya dia mendorong industri pariwisata dan membangun usahanya di Sumbar. Kalau kito melalui MPKAS jo MAPPAS nan baru bisa basorak suok kida, kitobungkuih agak manih lah setek dg USULAN program "4 Rancak 5 Lamak Bana" utk mengatakan bahwa Sumbar kurang ramah...!!
Padahal kecek salah seorang Ketua Dewan Tk.II salah satu Kabupaten di Sumbar, susah bana kalau awak mangecek jo muluik manih kini di kampuang. Indak kalalu doh. Harus langsuang buka kulik tampak isi... Kondisi masyarakat awak alah payah bana kini keceknyo. Itu kenyataan di lapangan. Tapi kalau disampaikan secara terbuka, akan banyak yang protes dan tidak mau terima katanya... Tapi setelah protes itu biasanya juga tidak ada action apa-apa. Mudah-mudahan dunsanak kito nan Katua itu yang "bakalabiahan bana" dan salah mancaliek masalahnyo... Antahlah kok era IJP nanti lai ka jadi R1 akan bisa membawa hawa imbasan perubahan positif ke Sumbar... Salam, Nofrins/47 ----- Original Message ---- From: Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, May 1, 2008 6:44:59 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Kurang Ramah? Dari Padang Ekspres kito baco: Kurang Ramah? Kama basimpan pantun saisuak, Nan kuriak iyolah kundi, nan indah iyolah baso. nan baiak iyolah budi, nan indah iyolah baso... Salam, --MakNgah Pelaku Pariwisata Kurang Kreatif, "Ridwan: Dari Dulu Tak Banyak Perubahan" Rabu, 30 April 2008 Padang, Padek-- Kurang ramahnya masyarakat Sumbar menjadi salah satu persoalan dalam dunia kepariwisataan. Padahal sikap mental yang baik terhadap tamu-tamu dari luar membuat mereka betah dan ingin berkunjung lagi ke daerah ini. Di luar itu, pelaku wisata juga kurang kreatif dalam mengelola iven dan objek wisata. ”Produk wisata tidak banyak berubah dari zaman dulu. Bisa jadi bagi kita sesuatu itu biasa, tetapi buat mereka luar biasa. Jadi harus kita tawarkan hal-hal spesifik. Ini butuh kreativitas, tetapi itu yang tidak ada dari dulu. Padahal bisnis wisata ini hanya bisnis air ludah,” ungkap Ridwan Tulus dari Internasional Walking Asosiation dalam diskusi Masyarakat Pemeduli Pariwisata Sumbar (Mappas) di Hotel Pangeran Beach, akhir pekan lalu. Ia juga menilai, dukungan pemerintah masih sangat minim baik pusat maupun daerah. Bahkan beberapa iven internasional yang seharusnya dilaksanakan di Sumbar gagal hanya gara-gara tidak ada kesiapan. ... dst ... ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
