Sanak Zulfan,

Mancaliak perkenalan sanak, Ndak basuo awak di SMA dulu mah, ambo SMA 2 
Bukittinggi pulo lulus 1988.
Bakabatulan pulo kakanda Tan Ameh, adolah ketua IASAMA-Birugo Jabodetabek 
periode kini, 
Kami ma undang sanak pulo ka milis Alumni SMA 2 Bukittinggi. 
Silahkan gabuang di [EMAIL PROTECTED] 
Admin milis adler angkatan 91 pulo kalau indak salah.

Salam
Is St Marajo 39+
www.cimbuak.net
Kampuang nan jauah dimato dakek dijari
 






Zulfan Tadjoeddin <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
05/05/2008 13:27
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Re: Cakak Antarnagari - PRIHATIN - utk Zulfan






Assalamualaikum, Kakanda Tan Ameh.
 
Ambo Zulfan nan lain, baru mancogok. Ambo dulu di IPB Bogor dan SMA 2 
Bukittingi (lulus th 91). Sato manyilau palanta ko dek taragak jo 
kampuang.
 
Salam
Mohammad Zulfan Tadjoeddin (35) 

Tasril Moeis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apo Zulfan Tadjoedin ko nan dulu tigo bersaudara kuliah di ITB Banduang? , 
Zulfin dan Syasya adiak no kalau indak salah.
 
Wassalam
Tan Ameh (49+)
----- Original Message ----- 
From: Zulfan Tadjoeddin 
To: [email protected] 
Sent: Sunday, May 04, 2008 8:55 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Cakak Antarnagari - PRIHATIN

Sanak Indra, 
 
Sabananyo ambo indak biaso duduak di lapau doh. Ambo urang rumahan. Tapi 
dek samantaro ko ambo jadi bujangan lokal di rantau, sato pulo-lah ambo 
manyilau2 palanta lapau ko. Dan... mumpung weekend. 
 
Saya mengamini usulan Bung Indra, setuju pula dengan ide 'strategic 
session' nya Pak Saaf. Ota-ota palanta adalah awal yang baik (sekaligus 
media yang stimulating), tetapi itu saja tidak cukup. We must move beyond 
'ota-ota palanta'.
 
Apa yang Bung Indra lontarkan adalah proses politik dengan content 
menyeluruh yang solid. Ini mungkin bisa disebut semacam "Minangkabau 
Consensus". Tak apalah kita tiru berbagai konsensus yang telah ada, 
seperti "Copenhagen Consensus" yang ingin menyelamatkan dunia. 
Kedengarannya seperti utopia yang akan akan dicemeeh-kan oleh kalangan 
skeptik (ini kan Minangkabau Bung). But, there is no life without 
optimism, "masih ada harapan' kata Pak Saaf.
 
Dua minggu yg lalu, Kevin Rudd (PM Australia) menggelar Australia 2020 
Summit dengan mengumpulkan 1000 best Australian brains di Canberra. PM 
India juga merangkul diasporanya, Narashima Rao melakukankan ini dgn 
menawarkan dual citizenship. Sayangnya, Indonesia saja belum bisa 
menginisiasi consensus hal seperti ini. Bisa dimaklumi Indonesia terlalu 
besar, perlu energi yg luar biasa. Tetapi experimen kecil2lan untuk scope 
Minangkabau bisa dicoba. Yang penting kemauan dan kemampuan 'to think out 
of the box', didukung dengan proses politik. Intinya, kemasan dan isi 
harus bagus. Saya tidak mengikuti perkembangan RPJM Sumbar, tetapi dugaan 
saya adalah kandungan dan prosesnya sama dengan RPJM-RPJM di daerah lain 
dan RPJM nasional yg masih menggunakan cara dan pendekatan lama. 
 
Dikotomi ranah-rantau sangat merugikan, tetapi ini adalah fakta, persoalan 
akut. Jangankan di tingkat Sumbar, di nagari saya-pun, dikotomi ini 
terlihat nyata. Dan jangan lupa, banyak juga orang rantau yg ignorance 
(baik di sengaja, atau tidak karena sibuk dgn urusan pribadi atau 
persoalan survival), dan banyak pula dunsanak di ranah yg skeptik dan 
cenderung close mind. On top of that, Minangkabau akut dengan persoalan 
'ratak-ratak bulu ayam'. Tetapi kita harus mulai dengan potensi2 yg 
positif. Kalau ada mahasiswa minang yg sedang menulis skipsi S1 atau 
thesis S2 (sosiology/political science), dikotomi ini bisa jadi topik 
penelitian yg yang menarik. Tinggal melalukan wawancara di palanta ko, 
fieldwork singkat ke Sumbar, ditambah dengan framework yg memadai.
 
Salam
Zulfan
 
 
 
 

 

instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke