wi, satuju2 se jo pendataan mahasiswa minang, soal banyak mahasiswa minang yang bakiprah diluar sumbar dek karano dak diikek sacaro halus jo pemda sumbar, mungkin batua tapi bukan itu penyebab utamanyo, adoh hal yang lebih mendasar dari itu...wi pernah baco buku tentang antropologi suku minang yang ditulis oleh urang awak sorang yang isinyo bahwa sebagian besar kaum terdidik minang lebih memilih berkiprah diluar minang dari pado di minang sendiri ketika disodori opsi ingin berkarir di minang atau luar minang sajak dahulunyo, contohnyo dimasa sebelum kemerdekaan dari 200 dokter bersuku minang, hampir sadonyo (wi lupo bara angko persisnyo) memilih ditempatkan di luar minang, bahkan mau ditempatkan nagari2 terpencil daripada di minang sendiri...alun adoh penelitian ilmiah tentang alasan mereka, tapi kemungkinan kato ahli ko yang urang awak juo dek karano urang tadidik awak merasa lebih bebas dak terkungkung adat kalau dilua...tapi point bagusnyo walaupun memilih berkiprah dluar minang urang awak sangat menghormati adat, dak kompromi soal adat doh....harus ado cara lain agar yang hebat2 dirantau tetap membantu sumbar walau dak disumbar, misal takah ranah rantau network takah usulan uda2 uni mamak jo apak2 sadonyo... ----- Pesan Asli ---- Dari: HIFNI HFD <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Selasa, 6 Mei, 2008 10:48:53 Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: Mahasiswa Rantau yang tak termanfaatkan ----> SUSUN SENDIRI DATA BASE !
Bunda juga ikut nimbrung nanda Anggun. Di UI pun begitu banyak anak rang awak yang mengikuti kuliah. Hal ini bunda jumpai sewaktu pendaftaran mahasiswa baru. Mereka adalah anak-anak Minang yang sudah merantau mengikuti orang tuanya. Ada yang berasal dari Kalimantan, Indramayu, Palembang, Lampung bahkan ada yang berasal dari belahan timur Indonesia. Sesungguhnya jika kita saksikan hampir 60 % mahasiswa baru di UI adalah anak-anak Minang. Alasan orang tua memasukkan anaknya ke Universitas bergengsi tidak lain seperti pepatah yang mengataka; Nak mulia bertabur urai. nak kayo kuat mencari. Jadi kita harus bangga kepada mereka. Kita harus bangga kepada orang tua yang berhasil mengantarkan anaknya untuk bersekolah di Universitas bergengsi termasuk UGM. Mari nanda ikuti saran mamak kita ini.. ya nak.. Wassalam, Bunda Evi Nizhamul "Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Boleh nimburung, Nanda Anggun ? Tak usah tunggu Pemda yang bebannya sudah berat. Bagaimana kalau diadakan saja inventarisasi langsung. Susunlah databasenya, menurut cabang ilmu, prestasi akademik/IPK, kinerja/kreativitas yang bermanfaat bagi orang banyak, universitas/ perguruan tinggi,kota kediaman, rencana masa depan, lk/pr, dan lain-lain. Tayangkan hasilnya di RN ini. Dilihat Pemda alhamdulillah, tidak dilihat juga oke-oke saja. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta) --- On Mon, 5/5/08, anggun gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: anggun gunawan <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Mahasiswa Rantau yang tak termanfaatkan To: [email protected] Date: Monday, May 5, 2008, 7:41 PM jika kita coba untuk menelusuri jejak anak-anak terbaik yang melanjutkan kuliah di perguruan tinggi terbaik di negeri ini (UGM, ITB, UI) mungkin kisaran kuantitasnya melebihi 1000 ribu orang. namun amat disayangkan perhatian pemda terhadap aset berharga ini masih amat minim. dalam artian kemampuan pemda untuk mendata, mengayomi, mengikat sangat minim. saya tidak tahu, apakah pemda sumatera barat memiliki data tentang mahasiswa2 minang yang kuliah di PT terbaik di Indonesia dan mahasiswa minang yang kuliah di LN...itu baru masalah pendataan, belum lagi kepedulian terhadap perkembangan studi dan financial mahasiswa tersebut. biasanya mahasiswa2 tersebut mengandalkan kiriman dari orangtua atau dri hasil kerja sambil kuliah, sedangkan beasiswa dri pemda, tiada terdengar. maka yang terjadi selanjutnya atas kondisi ini adalah ketika mahasiswa jenius ini lulus, mereka malas untuk pulang kampung. karena mereka tidak diikat secara halus oleh pemda. akhirnya pemuda2 brilian ini berkiprah di luar sumbar, memajukan perusahaan atau tempat dia mengabdi. sebenarnya tidak ada yang salah dengan pilihan mereka. namun, yg amat disayangkan adalah minimnya kepedulian pemda terhadap mereka2 ini. hingga tiada perasaan bersalah ketika membiarkan mahasiswa2 rantau ber solo run di negeri orang... entahlah... tapi hal ini, membuat mahasiswa sumbar di rantau lebih kreatif dan mandiri. dari pengamatan saya di jogja, ketika fasilitas dari pemda minim, anak2 sumbar menunjukan eksistensi nya di berbagai bidang. berbeda misalnya dengan mahasiswa riau, yang terlena dengan fasilitas mewah dari pemda riau... hidup mahasiswa minang.... ________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. roman"> 3vy niz http://hyvny.blogspot.com http://bundokanduang.wordpress.com ________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet. - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting. - Hapus footer & bagian tidak perlu, jika melakukan reply. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi. - Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
