Sanak sa Palanta
Sekedar selingan saja...tulisan ringan
semoga berkenen..selamat berakhir pekan
Salam
-----------------
MUMBANG DAN KELAPA
Oleh : Ir. Andi Jupardi
Pilosopi atau falsafah nenek moyang kita orang Minang umumnya belajar dari
alam atau disebut juga alam takambang jadi guru, terutama ketika ajaran Islam
belum masuk ke daerah kita Minang Kabau. Kejadiaan alamlah yang memberikan
"pelajaran dan pegangan hidup" bagi orang tua kita dahulu kala. Sebagai contoh
alam itu adalah Pohon Kelapa.
Pilosopi mereka (atau apapun istilahnya) para orang tua kita bilang begini :
Kok ka lai mumbang jadi kalapo"
Mumbang adalah bakal cikal buah kelapa kira-kira ukurannya sebesar bola
tenis, dalam satu tandan buah kelapa maka terdapat banyak mumbang yang nantinya
karena seleksi alam biasanya dalam satu tandan tersebut hanya beberap buah saja
menjadi kelapa yang bisa digunakan oleh manusia. Apalagi orang minang kelapa
sudah menjadi bagian penting terutama dalam pusaka kulinernya. Hampir setiap
masakan Minang berbahan dasar kelapa, dalam pemakaiannya berbentuk cairan yang
dihasilkan dari perasan daging kelapa atau disebut santan..
Mumbang ini dalam perjalanannya menjadi buah kelapa yang bisa dimanfaatkan,
dari sekian banyaknya dalam satu tandan bisa saja jatuh dari tandan ke bumi
disebabkan tiupan angin kencang sehingga lepas dari tampuk tempat dia menempel,
busuk karena serangan penyakit, atau serangan tupai "yang iseng" bermain-main
dengan mumbang ini sehingga tadinya mumbang cukup kuat berpegang pada
tampuknya, gara-gara si tupai iseng tadi mumbang tersebut jatuh.
Makna tersirat dari kalimat diatas lebih jauh artinya kira-kira begini salah
satu contohnya
Ketika kita ingin berusaha mencari nafkah (tambahan penghasilan) dimuka bumi
ini, mungkin awalnya sebuah hobby yang tidak diperhitungkan nantinya bermanfaat
atau memberikan nilai tambah terhadap penghasilan kita, tapi kita punya asa
mudah2an usaha yang dari hobi ini akan sukses menjadi usaha yang menguntungkan.
Dalam perjalananannya seperti mumbang tadi ada beberapa kemungkinan akan
terjadi.
- Usaha hanya sebatas hobi saja yang menguras kantong kita, tanpa
menghasilkan nilai tambah dalam bentuk keuntungan, tapi hanya sebuah kepuasan
batin saja.. Mumbang telah jatuh dulu ke bumi sebelum matang menjadi kelapa,
tapi mumbang yang jatuh tadi masih segar dan hijau masih menarik untuk
dipandang atau dijadikan hiasan.
- Ketika hobi ini kita tekuni dan menampakan secercah keuntungan,
walau masih meraba-raba atau masih kurang yakin, dalam hati masih ragu "apa
bisa hobi saya ini dijual ya nantinya" dan pola pikir kita sederhana saja
"Bagaimana nantilah" nah ini yang dikatakan :Kok lai mumbang jadi kalapo"
- Tapi karena seleksi alam tadi, mungkin mumbang busuk atau kena
penyakit secara otomatis jangan berharap jadi kelapa nantinya. Dipertahan
dengan segala upaya "mumbang" itu tetap akan jatuh atau istilah sedikit yang
romantis "layu sebelum berkembang". Hobi hanya sebatas kesenangan sementara
ketika bosan ditinggalkan akhirnya "busuk" sendiri dan jatuh, kita tidak
banyak berharap akan bermanfaat atau memberikan nilai tambah terhadap hobi yang
angin-anginan ini malah akan menambah beban pengeluaraan. Bisa jadi seseorang
masih banyak punya "mumbang" (baca: penghasilan/uang) yang sekian banyak
menempel di tandan maka dia tidak terlalu menghiraukannya "mau jatuh-jatuh lah,
mau busuk-busuklah" toh masih ada mumbang yang bakalan jadi kelapa misalnya
penghasilan yang pasti seperti gaji rutin sebagai karyawan swasta atau PNS)
Nah jika menekuni sebuah usaha atau apa saja, dengan kemauan yang kuat,
gigih, tahan banting tentunya jangan pakai "kok" lagi, kita harus optimis dan
berkata "Mumbang ini harus menjadi Kelapa"
Lalu tentang Pohon Kelapa ini orang tua kita juga belajar dari alam, apa yang
terjadi, apa yang mereka amati dengan mumbang dan kelapa ini, jika seseorang
meninggal dalam usia muda belia, maka mereka berkata ::
Mumbang jatuah, kalapo jatuah"
Dialam begitu adanya, sebatang pohon kelapa yang berbuah mulai dari putik,
mumbang, masih muda dan kelapa tua ada saja yang jatuh akibat berbagai hal. Nah
ketika ajaran Islam masuk ke Ranah Minang Adat yang selama ini basandi Syarak
ditambahkan Syarak basandi Kitabullah (ajaran Islam yang bersumber dari Al
Quran dan Hadist Rasulullah).
Tentunya dalam ajaran Islam kita memperjayai masalah ajal adalah kehendak
yang Kuasa, jika Allah SWT berkehendak maka jadilah (Kun fayakun), jika ajal
dijemput oleh sang Khalik tidak ada seorang pun bisa menghalanginya. Kapan
saja, dimana saja, tidak mengenal Tua Muda, bahkan ketika Roh ditiupkan pada
janin yang dikandung seorang ibu maka jika Tuhan berkehendak maka Dia akan
mengambilnya kembali Roh ini sebelum lahir ke muka bumi.
Kekuasaan mutlak Allah SWT dalam hal ini diibaratkan juga oleh para orang tua
kita dulu dengan kiasan/metafora "Mumbang jatuh Kelapa Jatuh", ya walau secara
umum ajal tiba dijemput sang Khalik tersebut rata-rata orang telah berusia tua
atau usur. Kembali lagi seperti kata orang tua kita itu , semua bisa terjadi
"Mumbang" pun bisa jatuh jika itu kehendakNya
Pku, 28 April 2008
Mohon maaf jika ada yang kurang tepat, terutama masalah misalnya Pilosopi,
falsafah, kiasan, alam takambang jadi guru tentang adat minangkabau kita,
pemahaman saya tentang Adat dan Budaya Minang belum terlalu dalam.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tdk perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---