Terus terang, saya agak ragu Nal.
Seperti pendapat saya dulu, bahwa surau sebenarnya kurang mendapat dukungan 
secara kultural. Meskipun dalam pembangunan SDM kiprahnya tidak bisa 
dikesampingkan, bahkan sangat menonjol.
Agak sulit di mata saya, membandingkan surau awak jo pesantren di jawa ini. 
mereka ada yang mandiri benar, memiliki aset luar biasa--tanah berhektar2, 
bahkan berbagai unit bisnisnya tumbuh. pesantren di jawa ini rasanya telah 
menjadi alternatif yang akan semakin diperhitungkan. banyak pejabat yang 
memilih menempatkan anaknya di pesantren yang sudah maju, dua bahasa, 
jaringannya internasional, dll.

mudah-mudahan, pendapat saya ini sekali lagi salah. dan mohon maaf jika kurang 
berkenan.

wassalam
erwin z


> Ronal Chandra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Da Tan Ameh,
>
> Mimpi ambo misa no Thawalib Thawalib nan terkenal dijaman saisuak ko
> kembali di komandoi oleh figur nan handal secara managemen dan profesional
> dibidang pendidikan sehingga kembali menggerakkan roda pendidikan di
> Sumatra Barat dengan mengutamakan mutu.
>
> Mako akan datang urang sabalik sumatra nangko datang bersekolah dan
> dunsanak dunsanak nan biaso menyekolahkan anak no keluar Sumbar sudah mulai
> secara bertahap berkurang dek pendidikan Sumbar sudah benar benar bisa
> bersaing.
>
> Nan kejadian dimaa didaerah sumbar ado sekolah unggulan mako disinan
> ekonomi tumbuh. Bareh urang kampuang dimakan urang, taranak urang kampuang
> didabih untuk kebutuhan anak anak nan sikola, sawan manjadi dan ladang pun
> manjadi.
>
> lahan nan idle perlahan dan pasti mulai tapakai untuk bisa memenuhi
> kebutuhan nan trus meningkat, ekonomi rakyat terangkat dengan sendiri no,
> daya beli masyarakat mulai tumbuh, pola pikir nan hobi parang barubah jadi
> ekonomis dek kebutuhan dasar sudah mulai terpenuhi.
>
> Ambo caliak daerah daerah dengan basis pendidikan di indonesia dan luar
> negri bisa menjadi kuat secara ekonomi pulo. Satu contoh misa no Kota
> Malang daerah nan terbatas luas areal no punyo 50 universitas labiah dan
> awak satu sumbar hanyo punyo kurang dari 20 ?
>
> Kalau dipikirkan dengan matang industri pendidikan disumbar tampak no bisa
> jadi salah satu solusi alternatif membangkik batang tarandam dek industri
> iko indak mengalami banyak penulakan di masyarakat dibandingkan dengan
> industri lain no.
>
> Semoga Da Tan Ameh bisa mempelopori hidup no thawalib thawalib nan tersebar
> di seluruh Sumatra Barat.
>
> Salam Hormat
> ROnal Chandra
>


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet.
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting.
- Hapus footer & bagian tdk perlu, jika melakukan reply.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur 
pribadi.
- Posting email besar dari >200KB akan dibanned, sampai yg bersangkutan minta 
maaf & menyampaikan komitmen mengikuti peraturan yang berlaku.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke