Tolong Admin dibantu postingkan ini, saya tidak tahu
kenapa tidak muncul. Kesalahan pertama saya lihat
karena saya salah tulis, yahoogroups. Kedua ada
spasinya pada kalimat groups(kalau tidak salah), saya
kurang perhatian, sebab saya sibuk sekali dan kadang
menulispun buru2. Ketiga saya tidak tahu karena apa,
saya hanya (FWD).
Saya tidak enak cukup banyak netters RN ini yang
bertanya sama saya, bukan dua tiga orang, seakan saya
dah melupakan RN ini. Kenapa saya tidak muncul2 di RN.
Saya bilang saya ada, saya juga posting di RN
sebagaimana posting di surau. Ada beberapa netters
yang anggota RN tetapi tidak jadi netters di surau
atau sebaliknya. Jadi bukan mubazir.Sebab dulu ada
yang bilang mubazir posting ke dua tempat ini, RN dan
surau. Padahal, setahu saya tidak semua anggotanya
sama.Makasih.
Bismillahirrahmaanirraahiim.
Assalamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh
"'Ijaz 'Ilmiyyah min ba'dhi Suurah At Thariq".
Tulisan ini muncul, disebabkan permintaan Akhi salah
seorang milits Al Akh Abir Sabil . Sebuah pertanyaan
yang cukup menarik dan perlu diteliti.
Sebelum menguraikan pada inti permasalahan, ada
baiknya saya memulai dulu penjelasan ini dari awal
surah, yang bertujuan agar kita kaum muslimin semakin
bertambah keimanan kita kepada Allah Subhanahu
Wata'ala, dimana tidak ada satu huruf, kata,
kalimatpun dalam AlQuran yang sia-sia.Juga kita tahu
hubungan antara satu ayat dengan ayat selajutnya.
Semua kata demi kata, rangkaian ayat demi rangkaian
ayat memiliki keistimewaan, kesesuaian antara satu
lafaz dengan lafaz lainnya. Setiap kata bersesuaian
dengan konteks kalimat yang dimaksudkan. MasyaAllah.
Surah At Thariq terdapat pada Juz ke 30 surah ke 86,
terletak sesudah ayat "Al Buruuj"(Gugusan bintang).
Bisa kita lihat hubungan antara akhir surah dari Al
Buruuj dengan awal ayat surah AtThariq, yang
menceritakan tentang kondisi langit yang ada diatas
kita. Saya tidak memperpanjang masalah
munasabah(hubungan) antara ayat ini, karena bukan
kesini tujuan tulisan ini.
Mari sama-sama coba kita melihat firman Allah Ta'ala
dalam surah At Thariq ini, dan saya salinkan
terjemahannya:
"Demi langit dan yang datang pada malam hari (At
Thariq)"
"Tahukan kamu apakah At Thariq itu?"
"Yaitu bintang yang bercahaya"
"Tidak ada satu jiwapun melainkan ada penjaganya"
Maka Hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia
diciptakan"
"Dia diciptakan dari air yang TERPANCAR"
"Yang mana air itu keluar dari antara tulang sulbi dan
tulang dada"
"Sesungguhnya Allah benar-benar berkuasa untuk
mengembalikannya (hidup sesudah mati"(Lihat Q.S At
Thariq 1-8). Saya salinkan terjemahan dari terjemahan
Depag.
Mohon diperhatikan kalimat yang berhuruf besar, tebal
dan saya miringkan penulisannya. Karena disini
penekanan yang akan saya sampaikan.
Demi langit. Kata langit, sudah pernah saya jelaskan
sebelumnya. Kata "At Thariq", berasal dari akar kata
"Tha-Ra-qa", dia adalah 'Isim Fai'il"(Subjek) dari "At
Tharrq".Maknanya "memukul dengan bersangatan, alias
kekuatan yang tinggi", sama dengan
"Addaqqa"(kuat)(lihat dalam surah ini juga dipakai
kata "Addaqq', pada kalimat " Khuliqo min main
DAAFIQ"(Adddaqq).
Lafaz ini dipakai untuk majazi(kiasan), karena
kekuatan nya disaat berjalan ketika seseorang
berjalan, maka kakinya akan menghentakkan ke jalan
tersebut dengan kuat, sehingga menimbulkan
bunyi.Inilah asal makna dari At Thariq tersebut.
Kemudian kata ini berkembang pada orang yang berjalan
dimalam hari, sebagaimana hadits Rasulullah
Shallallahu'alaihi wasallam : " ..... kecuali ketukan
orang yang berjalan dimalam hari datangnya dengan
baik, wahai yang Maha Penyayang"((H.R Malik di dalam
kitab Muwattha kitab Syi'ir bab beriman suruhan untuk
berta'auuwudz(berlindung kepada Allah).
AlQuran mensifatkan kata ini dan digabungkan dengan
kalimat nujum (bintang ) yang ada di 'Assama"(langit)
dunia , karena kita ketahui bahwa langit dunia
merupakan sumber dari cahaya yang terpentingnya ketika
malam hari, adanya bintang-bintang dilangit untuk
menerangi dunia dari kegelapan. Meskipun bentuknya
bintang sangat kecil(bila dibandingkan bentuk
matahari, bulan dengan kasat mata kita, juga
dikarenakan sangat jauhnya letak bintang tersebut dari
kita, sehingga kelihatan kecil), namun cahaya bintang
yang kelihatan kecil itu memiliki kekuatan yang cukup
tinggi dan pancarannya yang sangat jauh.Cahaya
bintang-bintang ini diistilahkan dalam ilmu moderen
dengan (The Radio Pulsars).Dan nama-nama bintang ini
dalam istilah moderen juga cukup banyak, dan kita
tidak membicarakan hal ini.
Lanjut kita pada ayat berikutnya. "Wamaa Adraakama
tthaariq?" (Tahukah kamu apakah Atthariq itu?".
Allah langsung menjawab dengan apa yang dimaksudkan
kata Thariq dalam ayat ini, yaitu :"Annajmu
Atssaaqib"(Bintang yang bercahaya). Jadi, Thariq ini,
adalah nama salah satu bintang yang ada dilangit sana.
Kemudian datang ayat selanjutnya : "In kullu nafsun
lammaa 'alaihaa haafidz"(Setiap jiwa ada penjaganya).
Maksudnya bahwa setiap jiwa manusia ada penjaganya
yang diwakilkan kepada Malaikat untuk melihat segala
amalan, perkataan dan dihitung apakah sebagai amalan
baik atau buruk bagi jiwa tersebut, dihitung mulai
masa Rusyd(baligh), sampai matinya.
Kata-kata Haafidz, didahului oleh huruf jar "'ala" ini
mengisyaratkan bahwa penjagaan tersebut sebenar-benar
sempurnanya, tiap detik langkah, ucapan perbuatan kita
benar-benar dihitung. Begitu pula diperkuat lagi
dengan huruf takkid "Lammaa"(sebenar-benar dijaga dan
dihitung, tidak ada satu perbuatan dan lafaz dari
mulut kita yang tidak dihitung akan dicatat dan
diperhitungkan kelak di hari akhirat.
Dan untuk menguatkan juga akan dua ayat kauniyyah
sebelumnya , langit dan gugusan bintang, maka Allah
akan mempermudah akal manusia dengan melihat tubuh
manusia itu sendiri, bagaimana asal kejadian manusia,
tidak usah dulu melihat jauh-jauh diatas langit saja,
lihatlah sendiri bagaimana kejadian diri kita sendiri.
Maka Allah menurunkan ayat selanjutnya dengan
firmanNya :
" Falyandzur Innsaanu mimma khuliq, khuliqa min main
daafiq, Yakhruju min baini sulbi wattaraaib".
Maka hendaklah manusia itu melihat kejadian dirinya,
dari apakah ia diciptakan?
Allah menyuruh manusia untuk melihat kejadian dirinya
sendiri.
Coba mari sama-sama kita lihat, lafaz yang di pakai
Allah disana adalah kata "Fal yandzur",
"Nadzara","Yandzuru "Undzur"(melihat).
Coba kita lihat, betapa sesuainya kata dengan
konteksnya.
"Nadzara"= melihat. Kenapa Allah memakai kata Nadzara
disini, tidak "Raay"(melihat) juga sebagaimana dalam
surah Yusuf "Ya abati inni raaitu ahada asyara
kaukaban raaituhum lii saajidiin".(Wahai ayahku,
sungguh aku melihat 11 bintang, sungguh aku melihat
mereka bersujud kepadaku).
Atau Allah memakai kata-kata "Bashara"yang artinya
juga "melihat", sebagaimana dalam surah yang lain
:"Wafii anfusikum afalaa tubsiruun"(Dan dari diri kamu
sendiri, apakah kamu tidak melihatnya?)
Kenapa dalam ayat diatas Allah memakai kata
"Nadzara"(melihat)?
Ini menjadikan kita harus mengetahui apakah maksud
Allah Ta'ala menyuruh kita manusia hanya sekedar
melihat kejadian diri kita saja dengan mata kepala
saja?
Tidak, yang melihat dengan hanya mata kepala saja
adalah pemakaian "raay" tadi. Tetapi Allah menyuruh
kita dengan melihat, sambil berfikir, serta
menganalisanya, mencari dengan ilmu sains, mencari
kebenarannya dengan ilmu tersebut, memperhatikan
kejadian kita dengan mempelajarinya secara seksama,
dengan akal dan pikiran kita, dan ini tidak bisa kalau
tanpa ahli scientist dibidangnya.
Kemudian bagaimana caranya?
Pertama sekali Allah langsung menjelaskan dalam ayat
tersebut dengan penjelasanNya :"Khuliqa min main
daafiq" manusia diciptakan dari air yang mendorong,
(mencuat, memancar). Jadi bukan air biasa, air yang
mengalir begitu saja, tetapi benar-benar air yang
memancar, yaitu air mani dari kedua belah pihak baik
lelaki juga perempuan.Air itu sendiri yang mendorong
dirinya, bukan ia didorong, itu sebabnya dipakai kata
"daafiq' dengan isim faa'il(subjek), bukan
"madfuuq"(yang didorong)
Pada masa Yunani Kuno, ada anggapan bahwa janin
manusia berasal dari darah haid perempuan saja, atau
dari air mani lelaki saja. Maka turunlah ayat AlQuran
mematahkan anggapan tersebut dengan firman Allah
Ta'ala (Sesungguhnya kami menciptakan manusia dari
nutfah(air mani) yang bercampur, kami menguji mereka
dan memberikan mereka telinga serta mata.(Q.S Al Insan
2)
Coba dilihat dalam firman Allah Ta'ala ini, sering
sekali didahulukan kata telinga baru mata, ada apakah
gerangan taqdim dan takhir (mendahulukan dan
mengakhirkan kata), setiap ayat-ayat Allah ta'ala?
Tentu semua ada hikmah dibelakang itu, juga sering
mendahulukan kata assama (langit) ketimbang "bumi".
Juga pada ayat "Assaariq wassaariiqatu..."Pencuri lelaki
dan pencuri perempuan hendaklah kedua tangannya di
potong, sementara pada ayat Zina, didahulukan kata
Pezina perempuan dan pezina lelaki".(ketika mencuri
disebutkan lelaki dahulu, ketika berzina disebutkan
perempuan dahulu, siapakah yang paling banyak
korupsinya didunia ini, lelakikah ataukah perempuan?,
dan siapakah yang memancing lebih dahulu sumber
berzina, yang suka atau lebih banyak berpakaian
"telanjang" itu siapakah? Perempuankah atau
lelakikah?). Dalam AlQuran penyebutan pendahuluan ini
menandakan yang didahulukan itu yang lebih memegang
peranan, dan menjadi sumber perhatian.
Juga, coba lihat kekuatan antara mata dan telinga,
mana yang lebih dahulu dan lebih kuat? Ketika ada
orang memanggil kita dari belakang, atau dari
kejauhan, apakah yang lebih dahulu kita rasakan,
mendengar suaranyakah atau melihatnya?. Begitupun
bayi, ia bisa mendengar sekelilingnya dulu, baru bisa
ia melihat sekitarnya. Makanya ada nabi yang buta,
tetapi tak ada nabi yang pekak.
Kita kembali kepembahasan semula.
Bersambung, InsyaAllah Ta'ala (Cairo, 11 Mei 2008,
Rahima, 39thn)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---