BUDAYA
Taufik Ismail Bangun Rumah Puisi 

RUMAH PUISI -- Maket rumah puisi yang tengah dibangun penyair Taufik Ismail. 
(SK/Ist)

Kamis, 15 Mei 2008
Rumah Puisi gagasan penyair Taufik Ismail akhirnya mulai dibangun pelan-pelan 
di kaki Gunung Singgalang dan Merapi, Sumatera Barat. 

Rumah tersebut tumbuh dari pengalaman kolektif Taufik Ismail bersama tim 
redaktur majalah sastra Horison dan sahabat-sahabat sastrawan dalam 10 program 
gerakan membawa sastra ke sekolah yang dilangsungkan sejak 1998 hingga 2008 
ini. 

"Melalui program MMAS, yaitu membaca, menulis, dan apresiasi sastra selama 6 
hari di 12 kota, kami sempat membawa tim beranggotakan 113 orang sastrawan dan 
11 aktor-aktris masuk ke 213 SMA di Tanah Air. Di sekolah-sekolah lanjutan atas 
itu kami memberikan panduan kepada para siswa tentang apa itu sastra, bagaimana 
membuat puisi yang baik dan berfaedah bagi kepentingan orang banyak. Ternyata 
respons para siswa sangat luar biasa. Terbukti hingga kini banyak sekali 
pertanyaan yang dikirimkan para siswa, agar mereka terus dipandu sehingga bisa 
memahami banyak hal tentang sastra," ujar Taufik Ismail ketika berbincang 
dengan Suara Karya di Aula Mahkamah Konstitusi, Jalan Merdeka Barat No 7, 
Jakarta Pusat, Rabu (14/5) kemarin. 

Di tempat itu pula kemarin digelar acara peluncuran buku Mengakar ke Bumi 
Menggapai ke Langit karya Taufik Ismail dan "Pidato Kebudayaan 55 Tahun Taufik 
Ismail" oleh Anies Basweden yang juga Rektor Universitas Paramadina. 

Taufik mengaku sangat terharu ketika menyadari semangat remaja di daerah yang 
begitu besar untuk mendalami dunia sastra. Bersama sejumlah sastrawan lainnya, 
Taufik yang bergelar dokter hewan ini melanjutkan program MMAS ke 
daerah-daerah. 

"Nama programnya pun kami ganti menjadi SBSB, yakni Sastrawan Bicara Siswa 
Bertanya. Melalui kegiatan itu, kami mendatangi langsung para siswa di 164 kota 
dalam 31 provinsi di Tanah Air," ujar Taufik. Hasil dari program SBSB itu juga 
luar biasa. Siswa yang diketahui sangat berbakat dalam menciptakan karya-karya 
sastra sangat banyak dan mereka tetap membutuhkan binaan dari kalangan 
sastrawan. 

"Akhirnya kami menjembatani para siswa itu untuk membentuk kelompok-kelompok 
sastra yang jumlahnya mencapai 30 sanggar sastra siswa di sekolah. Jadi, jangan 
heranlah kalau kini remaja SMA di Sulawesi Selatan, Tenggara, Utara, pedalaman 
Jawa hingga Kalimantan dan Sumatera pintar-pintar membuat puisi, cerita pendek, 
esai bahkan main drama. Mereka juga sudah bisa menafsirkan mana karya yang baik 
dan mana karya sastra yang tidak ada apa-apanya," ujar penyair berdarah Minang 
ini. 

Dan, tahukah Anda apa tujuan akhir dari pembentukan sanggar sastra itu? Menurut 
Taufik, tiada lain, hal itu hanya untuk meningkatkan pemahaman budaya, terutama 
sekali membaca buku dan kemampuan menulis di kalangan anak bangsa. 

Agar interaksi antara para sastrawan dan siswa bisa tetap berlanjut, Taufik pun 
membangun Rumah Puisi. Lokasi yang diimpikannya adalah di Aie Angek, sebuah 
tempat di kaki Gunung Singgalang dan kaki Gunung Merapi di antara Padang 
Panjang dan Bukittinggi. Di Rumah Puisi itu nanti Taufik ingin menempatkan 
seluruh koleksi buku sastranya. Juga dari rumah puisi itu pula Taufik ingin 
meneruskan program MMAS dan SBSB melalui surat dan internet. Modal awal 
pembangunan Rumah Puisi adalah perolehan hadiah sastra Habibie Award 2007 
kepada Taufik Ismail sebesar Rp 200 juta. 

Sekarang untuk menyelesaikan pembangunan Rumah Puisi tersebut, Taufik berharap 
buku yang baru diluncurkannya, Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit, ada yang 
memborongnya. "Terus terang, kalau ada yang memborong, pasti uangnya bisa 
dipakai untuk menyelesaikan bangunan Rumah Puisi itu," ujar Taufik lagi. (Ami 
Herman)  

Copy Right ©2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i 
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: news_icon[4].jpg>>

Kirim email ke