Waalaikumsalam wrm wb..
Mak Uncu, Mak Sati dan keluarga besar palanta rantaunet...
Memang pertemuan tadi malam baru berupa pertemuan awal yang Insya Allah akan
kami lanjutan lagi di bulan depan. Dimana tempatnya nanti akan kita tentukan
lagi. Akan tetapi menyikapi pertemuan tadi malam, satu point utama adalah semua
dunsanak nan hadir memiliki sense keminangkabauan yang sangat tinggi. Inilah
yang akan terus kita jaga, kita kawal terus sebagai modal dasar dalam membangun
ranah minangkabau.
Betul kata sebagian dunsanak nan hadir tadi malam, perlahan namun pasti saat
ini, kita mengalami krisis identitas yang merembet ke semua dimensi kehidupan
kita. Di kampung halaman sudah begitu banyak hal yang kita jumpai, dimana di
tanah minangkabau itu sendiri, rasa berminang-minang itu juga sudah luntur,
apalagi di perantauan dimana kita sudah bercampur aduk dengan masyarakat dari
etnis dan budaya lain.
Sungguh, ambo ingin berterima kasih kepada Uda-uda jo dunsanak nan hadir tadi
malam, setidaknya dengan kedatangan itu, kekhawatiran atau ketakutan ambo
selama ini tentang menipisnya solidaritas dan kebersamaan dalam membangun rasa
seranah seperantauan sirna dengan sendirinya.
Mak Uncu dan Mak Sati sarato niniak jo mamak, baitu juo dengan Uda jo Uni dan
dunsanak yang ambo hormati.
Membangun kembali dan mempertahankan keminangkabauan kita ditengah derasnya
arus perubahan zaman saat ini tentu bukan pekerjaan mudah. Setiap hari kita
menyaksikan secara perlahan rasa seranah dan seperantauan kian terkikis, namun
apakah itu selalu terjadi ?, sepertinya tidak, sebab seperti kata IJP tadi
malam, ketika dia tampil sebagai pakar yang diminta pandangannya di rapat
dengar pendapat di DPR-RI beberapa waktu lalu, ada soerang anggota DPR yang
selama ini dikra bukan orang minang mendatanginya dan menyatakan bangga menjadi
orang minang, dan pengalaman IJP ternyata juga banyak dialami oleh sanak lain.
Mak Uncu dan Mak Sati sarato keluarga besar rantau net, potensi ini yang coba
kami bangkitkan kembali khususnya di kalangan anak anak muda, membangkitkan
kembali sense kita sebagai orang minang. Ini bukan nostalgia akan sejarah,
namun ini adalah misi. Seperti kata Da Andrinov, kita harus menentukan masalah
dan menjadikan masalah itu sebagai misi. Jadi misi kita adalah memecahkan
masalah itu secara bersama.
Kedepan, ambo mengharapkan kehadiran sanak sanak mudo lain, bahkan kalau ado
orang tuo ambo, mamak mamak nan nio hadir tentu tidak kami batasi. Karano nan
tuo bukan berarti harus mundur habis, namun membimbing nan mudo untuak menerima
tongkat estafet.
Mak Uncu, kalau nanti datang basamo samo lah awak menikmati teh talua
tu...ado martabak mesir disinan dan roti canenyo...mudah mudahan nanti Mak uncu
bisa batamu muko jo sanak IJP, da Andrinov, Uda Teguh, Uda Luthfi, Uda Jeffrie
dan banyak anak muda lainnya yang akan kami hadirkan nanti. Sambia menikmati
teh talua, kopi susu, kito berharap akan sebuah ide dan kegiatan terbaik hadir
dan dikelola oleh kalangan muda.
Salam an banyak maaf...
Sidi Boby Lukman
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---