Papatah tu bunyinyo:

"Lauik sati, Rantau batuah".

Iko marupokan bagian Ampek Pantun klasik pilihan ambo dahulu nan panah
kito Pampangkan di Halaman Depan Rantaunet:

Puncaringek di tapi aia,

Babungo mangko babuah.

Ingek-ingek Tuan balaia,

Lauik sati Rantau batuah.

Salam,

--MakNgah
--- In [EMAIL PROTECTED], jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Seperti pepatah minang "Alam sati rantau bertuah"..suatu daerah (Alam
dan rantau) bisa saja tempat yang "jinak" tapi kadang-kadang menunjukan
"sakti dan tuahnya" yang berakibat marabahaya. Hati-hati dan waspadalah,
pepatah minang mengingatkan lagi " "Kok mujua sapanjang hari, kok malang
tu sakicok mato'. Coba kecapkan mata anda nah begitulah ....jika nasib
lagi malang hanya hitungan sepersekian detik saja datangnya .
>

................
> Sanak Sapalanta
> Lagi2 selingan, diantara diskusi sanak
> sebuah pengalaman waktu kecil bermain ombak
> di Pantai Air Tawar Padang
> Semoga ada manfaatnya ketika sanak membawa anak2 berpiknik ke pantai
>
> Khusus Buat Sanak Suryadi di Belanda
> Dengar-dengar ada juga kisahnya Tentang Ombak Sanua-Piaman
> Tempat lahir dan menghabiskan masa kecilnya
> Carito stek sanak..Ombak Sanua..nan badabua..dabua tu..AJ
>
> ---------------------------------------------------------------------
>
>
> OMBAK TORO
>
> By : Andi Jupardi
>
> Bagi yang suka piknik dipantai, hati-hati dan awasi anak-anak anda
yang tumbuh menjadi remaja dalam bermain ombak, apalagi didaerah pantai
segaris dengan daratan (bukan pantai di teluk), ombak dan arus
kadang-kadang secara tidak terduga berubah arah.
>
> Pengalam saya dimasa kecil yang akrab bermain di pantai dan laut salah
satunya bermain "Ombak Toro" sambil berseluncur ke bibir pantai. Ketika
saya sudah dewasa seperti sekarang dan bertambahnya wawasan serta
pengalaman tentang dunia pantai dan laut, saya baru sadar bermain ombak
dimasa kecil tersebut bisa jadi sebuah "keajaiban" kecil dalam hidup
saya.
>
> Bermain "Ombak Toro" begitu istilah anak-anak nelayan pantai Air Tawar
Padang sekitarnya. Sebuah ombak yang membuat saya terbuai dan asyik
bermain sekaligus siap menelan korban jiwa
>
> Biasanya saya bermain ombak ini dengan anak nelayan dari pagi sampai
matahari mulai terik (sampai jam sebelesan) sambil menunggu pukat
nelayan ditarik ke bibir pantai untuk berebut mendapatkan ikan-ikan yang
meloncat keluar jaring dimana berbagai ikan terperangkap atau untuk
mendapatkan umpan pancing seperti Udang Ebi (Nelayan : Udang Saia) dan
ikan kecil lainnya.
>
> Kami memanfaatkan ombak ini untuk berseluncur ketepian sebelum memecah
di bibir pantai yang landai. Ketika ombak setinggi satu meter bahkan
mencapai dua meter yang berjarak sekitar 30-40 meter dari bibir pantai
membentuk gelombang dengan bantuan sebilah papan atau cukup merentangkan
tangan kedepan, posisi badan layaknya tentara tiarap ketika perang,
kepala ditengadahkan.
>
> Ombak ini sebelum memecah akan membawa kita kebibir
pantai...wuiiiihhhh asyik, begitu seterusnya, berenang lagi ketengah
sambil menunggu ombak selanjutnya. Karena keasyikan kita lupa bahwa
ombak ini mengintai maut, 3 atau 4 kali keasyikan ber toro ria,
tiba-tiba selagi kita menunggu ombak selanjutnya dibelakang ombak tadi
menyusul ombak lain. Terhadap hal ini ada beberapa kemungkinan
>
> Kemungkinan pertama, jika terjadi perubahan arus laut dan angin
bertiup berubah arah (jika siang angin bertiup dari pantai ke
daratan..ingatkan pelajaran IPA SD), ombak didepan dan dibelakang akan
bertemu seperti bertepuk tangan. (minang : Ombak Batapuak) lalu pecah
membentuk deburan ombak.
>
> Kemungkinan kedua, Ombak dibelakang menyatu dengan ombak didepan
sehingga amplitudo gelombang ini semakin tinggi, karena masa air
dipuncak cukup berat maka ombak ini akan pecah ditengah bergulung-gulung
menuju bibir pantai.
>
> Kemungkinan ketiga, ini yang paling asyik bermain ombak toro, kedua
ombak tersebut beriringan menuju bibir pantai membuat kecepatan
berselancar kita semakin laju dan menghantarkan kita sampai ke pasir
bibir pantai (maksimal toronya.)
>
> Kemungkinan ke empat, mungkin kawan yang ahli ilmu laut (oceanologi)
bisa menjelaskan secara ilmiah, saya hanya berbekal "Alam takambang jadi
guru" ditambah pengalaman plus sedikit pengetahuan yang terbatas dengan
laut.
>
> Nah yang berbahaya adalah kemungkinan pertama dan kedua yang siap
merenggut korban jiwa atau sekurang-kurangnya jika Tuhan masih
mengijinkan kita menghirup udara dimuka bumi ini ombak yang pecah
ditengah ini akan menggulung dan menghempaskan kita ke bibir pantai
berakibat kita nanar dan meminum air laut begitu banyak, kejadian ini
pernah saya alami.
>
> Saya belajar dari anak nelayan, jika menemui kemungkinan ini cara
menghindarkannya agar selamat adalah segera menyelam ke dasar laut
secepatnya dari bawah samar-samar kita akan mendengar gemuruh ombak yang
memecah, setelah berlalu ombak tersebut baru kita muncul ke permukaan.
>
> Bahaya merenggut nyawa ketika terjadi arus balik dari bibir pantai
menuju ketengah laut lebih jauh lagi kita akan terseret dibawa arus,
celakanya kita menginjak dasar laut berupa pasir berbentuk lempung
semakin diinjak semakin kita diseret. Kita berusaha berenang menuju
tepian tapi karena melawan arus kehabisan napas dan tenaga ditambah,
megap-megap (timbul tenggelam), air semakin banyak diminum..lemas..jadi
deh...
>
> Saya ingat ketika salah satu teman saya seangkatan di SMP yang menjadi
korban bermain-main dengan ombak di Pantai Air Tawar kala itu, bisa jadi
dia diseret ombak seperti yang saya ceritakan diatas.
>
> Bukan hal yang aneh lagi jika mendengar berita disuatu tempat rekreasi
pantai yang pada umumnya landai dan keaadan cuaca cukup bersahabat,
tiba-tiba dikejutkan ada orang diseret ombak dan tewas, biasanya para
remaja yang jadi korban oleh ombak yang membuai mereka bermain tapi
secara tiba-tiba tanpa diduga menyeret mereka sehingga tewas.
>
> Seperti pepatah minang "Alam sati rantau bertuah"..suatu daerah (Alam
dan rantau) bisa saja tempat yang "jinak" tapi kadang-kadang menunjukan
"sakti dan tuahnya" yang berakibat marabahaya. Hati-hati dan waspadalah,
pepatah minang mengingatkan lagi " "Kok mujua sapanjang hari, kok malang
tu sakicok mato'. Coba kecapkan mata anda nah begitulah ....jika nasib
lagi malang hanya hitungan sepersekian detik saja datangnya .
>
>
> /Pekanbaru 5 Pebruari 2008



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke