Way outnya, dibalik saja apa yang dikritik. Misalnya, soal parade
kepikunan==> ya, jangan pikun. Soal kekuasaan yang tidak menghamba rakyat
==> ganti dengan menghamba rakyat. Itu aja koq repot.

 

Analis, kaum intelektual, cendekiawan, diciptakan sebagai men of ideas.
Sementara jenderal, presiden, menteri, dllnya, sebagai men of action. Kalau
ada masyarakat menyatakan "tolak bbm", lantas ditanya "way out-nya apa",
cilaka dua-belas itu namanya. 

 

Kalau pengamat menyediakan way outnya, itu namanya ia berperan sebagai
konsultan ahli. Nah, ini beda lagi, ia memberikan alternatif a, b, dan c,
tetapi tetap saja yang memilih a, b atau c itu adalah pihak yang diberi
wewenang oleh undang-undang untuk menyusun kebijakan: eskekutif namanya. 

 

Ijp

Kadang jadi pengamat, kadang konsultan, kadang eksekutor, kadang hanya
pemenung. 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Lies Suryadi
Sent: 18 Mei 2008 19:12
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Bls: [EMAIL PROTECTED] Re: kaum muda lagi

 

Batua sanak Eddy,

Kalau kito caliak di TIPI jo koran2, abih nyo 'cancang' sadonyo. Balain pulo
kito liek komentator2 politik di CNN takaik jo pemilu Amerika kini.

Soal taktik agar "sawah ladang" nggak boleh habis, ambo kiro indak pulo. Asa
lai barabuik juo urang ingin jadi penguasa di nagari ko, indak ka abih2
"sawah ladang" tu doh, malah batambah banyak nan ka lai.

Salam,

Suryadi

----- Pesan Asli ----
Dari: Eddy Piliang <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 18 Mei, 2008 07:25:39
Topik: [EMAIL PROTECTED] Re: kaum muda lagi

Bicara soal teori kekuasaan, politik, ekonomi, budaya dll, rasanya dari
zaman antah berantah sudah terus menggelinding, baik yang berdasarkan hukum
alam/ilmiah, hitung-hitungan logika/ego, sebatas mitos, kongkrit atau
apapun. Dan hingga hari ini juga, tak terhitung banyaknya sosok-sosok yang
menempatkan diri sebagai ahli analisis maupun pengamat, terus bicara, baik
yang berlatar belakang disiplin ilmu maupun empirik semata. 
Disini saya tidak bermaksud sok tau apalagi berburuk sangka. Menurut saya,
kebanyakan para ahli dan pengamat sekarang ini hanya bicara pada tataran
problemnya saja, tapi tidak banyak yang bicara soal Way Out. Barangkali hal
ini bisa dibenarkan juga karena, Pertama, bahwa Pengamat memang hanya
bertugas mengamati atau menganalisa saja. Kedua, Kalau Pengamat juga
sekaligus memperjuangkan Way out-nya, maka lama kelamaan habislah sawah
ladangnya.
 
Terkait dengan yang tengah diperbincangkan ini, Saya usulkan untuk membangun
gerakan-gerakan pemuda yang kongkrit (khususnya tokoh pemuda minang), yang
tidak hanya sekedar kongkow2 untuk omong2 doang.
 
Wassalam
 

  _____  

Date: Sat, 17 May 2008 13:54:30 +0800
From: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] kaum muda lagi
To: [email protected]

Comment: 
 
Ciptakan dulu kelompok kaum muda di negara ini yang tak hanya berpuas diri
dengan gonta-ganti mengkonsumsi HP merek terbaru, meracak honda bebek
terbaru atau (bagi kalangan yg berduit) gonta ganti beli mobil terbaru.
Ciptakan kaum muda yang suka 'bertualang' dalam fisik dan pikiran untuk
mengenal seluruh wilayah negaranyanya. 
Kaum muda yang pengen menduduki kekuasaan di negara ini yang bergaya hidup
hedonis dijamin tak akan membuat negara ini lebih baik nantinya. Alih-alih
dia hanya akan menjadi objek tertawaan roh Che Guevara. 
Selamat berjuang Kaoem Moeda Indonesia!
=====================
 <http://www.kompas.com/kompascetak.php> Home /
<http://www.kompas.com/kompascetak.php/opini> Opini /

Kaum Muda dan Kebangkitan Bangsa

Kompas, Sabtu, 17 Mei 2008 | 00:33 WIB 

Oleh Indra Jaya Piliang

Harga bahan bakar minyak dipastikan akan naik. Tingkat kenaikan itu bisa
mencapai 30 persen. Pertaruhannya sekarang terletak pada seberapa kuat
pemerintah berhadapan dengan seberapa masif gerakan antipemerintah. Karena
pemerintahan jauh lebih kuat daripada rakyatnya, jawaban atas pertaruhan itu
sudah selesai. Pemerintah akan terus-menerus menang, lalu rakyat hadir
sebagai pecundang.
Padahal, tahun ini adalah 100 Tahun Kebangkitan Nasional. Sebuah bangsa yang
hanya menjadi nomor tiga di negara sendiri, setelah bangsa Eropa dan Timur
Asing telah bangkit dari keterbelakangannya lewat perjuangan dengan
memanfaatkan celah-celah kebaikan dari kolonialisme sendiri: jalur
pendidikan.
Kita boleh saja mengatakan kemerdekaan diproklamirkan oleh Soekarno pada 17
Agustus 1945. Sebuah proklamasi bukan berarti sebuah kelahiran. Ada banyak
tali-temali dalam sejarah. Pengaruh-memengaruhi, saling- silang kepentingan,
serta terlebih lagi ide-ide yang terus sambung- menyambung. Atas dasar itu,
kelahiran Indonesia sudah diberikan oleh napas perlawanan atas
ketertindasan. Kedatangan bangsa-bangsa kolonial hanya bagian dari
percepatan untuk menemukan kesejatian tujuan, yaitu kesetaraan martabat
manusia.
Kaum muda adalah pengambil sikap utama. Mereka ditakdirkan lahir sebagai
kekuatan oposisi. Tanpa harus paham dengan keunggulan bangsa-bangsa lain,
kaum muda ini mengimajinasikan zaman baru yang ingin bebas dari penindasan..
Kapitalisme global
Kita melompat ke masa kini ketika konsumtivisme menjadi tilik sandi bagi
beroperasinya kapitalisme global. Atas nama konsumtivisme itu, lahir
mentalitas instan dengan gaya hidup yang melebihi penghasilan. Ketika
demokrasi memantapkan tiang- tiang pancangnya, kekuasaan menjadi tujuan dan
setelah itu tidak ada lagi.
Itu yang kita lihat sekarang ketika kekuasaan yang hanya menggunakan
kalkulasi berdasarkan matematika untung-rugi. Kekuasaan yang terlalu yakin
dengan kesimpulan-kesimpulannya, lalu membiarkan masyarakat saling memusuhi
atas nama agama. Kekuasaan yang tidak mau berhemat dan asketis, apalagi
bekerja-keras untuk menggerakkan bangsa ini mengejar sebuah tujuan bersama.
Kekuasaan yang tidak mau dan tidak mampu menjadi pelayan bagi rakyatnya.
Sepuluh tahun Reformasi sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa tidak banyak
keberhasilan yang dicapai. Penderitaan dan pengorbanan rakyat untuk
meneruskan zaman baru ini kenyataannya dibalas dengan penderitaan baru. Apa
gunanya banyak diskusi ilmiah di Istana Negara, penyusunan naskah akademis
di kantor-kantor pemerintah, serta berbusa-busa dalam perdebatan di Senayan
kalau pada akhirnya penyelesaian atas masalah lama dilakukan dengan
menggunakan cara lama pula?
Menaikkan harga BBM sungguh semudah perhitungan 1 tambah 1 sama dengan 2.
Kita dipaksa percaya bahwa subsidi untuk orang-orang kaya yang punya
kendaraan jauh lebih banyak daripada subsidi untuk kaum tani dan nelayan.
Namun, dalam 10 tahun, kita tak pernah ditunjukkan satu petani dan nelayan
miskin pun yang tiba-tiba menjadi kaya karena program pemerintah.. Harga
pangan global melejit naik, sementara harga dasar gabah hanya boleh naik 10
persen.
Yang kita dengar hanya parade kepikunan. Kepikunan yang bukan penyakit
ketika alam dan waktu menunjukkan keperkasaannya. Namun, yang pikun di sini
terdiri atas kalangan pemimpin. Mereka yang dipilih atas dasar kepercayaan,
mitologi, dan harapan rakyat.
Seratus tahun kebangkitan dan 10 tahun Reformasi hanya menghasilkan
kata-kata yang bersiponggang. Pemimpin-pemimpin yang berganti-ganti.
Sementara ketika bangsa mulai perlahan tenggelam, lalu rakyat terlebih
dahulu karam dalam kubangan penderitaan, tidak lagi menjadi sumber
keresahan.
Lalu, di mana kaum muda? Sebagian terjerumus dalam magnet kekuasaan. Mereka
yang secara cepat menyepelekan amanat penderitaan rakyat. Kaum muda yang
tidak lagi gelisah, tetapi sudah menjadi bagian dari kemapanan kekuasaan itu
sendiri. Mereka yang berdiri tegap, menghormat kepada para pemimpin
masing-masing, kalau perlu menjadi pagar hidup menghadapi rakyat yang
gelisah.
Masihkah kita berharap pada kebangkitan bangsa? Atau inikah awal bagi
kebangkrutan bangsa?
Indra Jaya Piliang Analis Politik dan Perubahan Sosial CSIS, Jakarta

 

  _____  

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.
<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http:/id.toolbar.y
ahoo.com/> 

  _____  

Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download
<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/toolbar/mail/signature/*http:/id.toolbar.y
ahoo..com/>  sekarang juga.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke