Assalamualaikum ww


Duhai, Rahima merintih ni yee?



Al Quran?

Bukankah jauh2 hari Alquran telah memperkenalkan dirinya sebagai "Petunjuk"
bagi seluruh manusia?

Masalahnya adalah sudah sejauh mana kita memperlakukan Alquran itu sebagai
petunjuk?



Oke kalau bagi seluiruh manusia mungkin masih terlalu luas, kita persempit
aja dulu untuk kita yang Islam ini atau kita kerucutkan lagi buat kita2
"ughang awak" yang ABS SBK Adat basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah
ini sajalah dulu gimanaaa, ayooo



Ado urang awak menjadikan Alquran sebagai mahar dalam sebuah prosesi
pernikahan bahkan ada yang sudah menikah 20 tahun yang lalu Alquran sebagai
mahar tersebut masih utuh rapi tersimpan, tentu sang Alquran tersebut merasa
sangat sedih (gablai alias gak pernah dibelai), maunya sang Alquran
itu kanlusuh tando acok dibukak



Ada juga urang awak yang menjadikan Alquran sebagai "jimaik" ada ayat2
tertentu ditulis atau dibaca ber-ulang2 bisa menimbulkan hal2 luar biasa



Jangankan menjadikan Alquran sebagai "petunjuk" memeggang saja mungkin udah
bertahun2 tidak, jujur aja mari kita review kapan terakhir kita membaca
Alquran?



Apatah lagi mempelajarinya, merenung / tadabur, menghafal mungkin jauh
panggang dari api, ketika terdesak nggak segan2 (termasuk saya) mengaku
"ambo awam soal Alquran (baca: Islam)"



Bagaimana kita menyikapi hal ini atau mungkin ada solusinya, Rahima, please

Wasalam

Abp56


Pada tanggal 20/05/08, Rahima <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
>
>
> Bismillahirrahmaanirrahiim.
>
> Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
>
> DISINI
>
> Disini ada manusia aneh
> Disini ada manusia tak jelas sikapnya
> Disini ada manusia tak kesana-tak kesini
> Disini ada manusia tak A, tak B, tak O, tak Z
>
> Yang ada disini hanyalah permainan
> Yang ada disini adalah Tipu Daya
> Yang ada disini hanyalah kesamaran
> Yang ada disini adalah fatamorgana
>
> AlQuran AsSunnah seakan jadi bahan ocehan tak bermakna
> AlQuran dan Assunnah seakan buatan manusia biasa
> Bebasnya mengartikan semau gue
> Bebasnya menafsirkan sesuka hati
> Dengan alasan HAM, dan Aqal
>
> Manusia seakan lebih pintar dari Tuhan
> Semua sudah kacau balau dengan alasan HAM
> Tuntunan RASULULLAH sudah terabaikan
> Seakan peran Sahabat tak bermakna lagi
> Mendalami kandungan AlQuran seakan bukan tujuan lagi
> Tetapi mencoba merubah makna AlQuran tujuan utama
>
> Semua dengan alasan HAM, Aqal..dan Aqal lagi..
> Tak tau tujuan utama diciptakan aqal
> Mempelajari AlQuran bukan utama lagi
> Mendalami AlQuran bukan keinginan lagi
> Apalagi untuk menghafalnya.
> Membayangkan jadi Haafidz saja tidak,
> Apalagi meneliti dan memepelajarinya
>
> Itu semua karena apa
> Karena merasa Aku ada DISINI
> Disini..didunia ini
> Aku bukan sedang berada antara aku dan Tuhanku
> Tetapi aku sedang bercengkrama DIDUNIAKU..DISINI.
>
> Wassalamu'alaikum. Rahima(39thn), Cairo 20 Mei, 2008
>
>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Hindari penggunaan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 

Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke