Sassudah Ribuan Batang Pisang mati tagak di Kampuang dek panyakik tanaman, kini
tibolah panyakik tanaman makanan utamo, Panyakik Padi! Sadang Dunia muloi
mangaluah jo suliknyo bareh, kini panyakik padi lah manjala ka Kampuang Awak.
Kok indak dapek pisang sakali sapakan abarangkali indak ka baa bana raso ati
foh. Baa aka kok sarik Buah Jarami? Khawatir awak kok kakida suok beko!
Dari Padang Ekspres dikutip barito umum untuak dipahamkan basamo.
Salam,
--MakNgah
Penyakit Aneh Serang Tanaman Padi, Ratusan Hektare Sawah Terancam Gagal Panen
Sabtu, 24 Mei 2008
Limapuluh Kota, Padek-- Ratusan hektare sawah yang tersebar Kecamatan Harau,
Guguak, Payakumbuh, dan Akabiluru di Kabupaten Limapuluh Kota, kini terancam
gagal panen karena diserang penyakit aneh. Akibatnya, para petani mulai panik
dan berharap Dinas Pertanian turun tangan. ”Ikolah parasaian kami nak.
Padi di sawah nan diharok ka manjadi, indak tahunyo manguniang pulo. Antah apo
namo panyakiknyo ko,” ucap Barina (52), petani di Sawah Bandang, Nagari Koto
Tuo, Kecamatan Harau, kepada Padang Ekspres, Jumat (23/5). Barina tidak
mengeluh sendiri. Ujang Amaik (32), petani di Tigo Koto, Nagari Batu Balang,
Kecamatan Harau, juga pusing memikirkan padi di sawahnya yang tiba-tiba saja
diserang penyakit aneh. ”Seminggu setelah ditanam, padi saya tumbuhnya bagus.
Namun tidak lama kemudian, perkembangannya seperti tersendat-sendat. Saya sudah
kasih pupuk dan cukupkan kebutuhan air. Tapi entah mengapa, daunnya tiba-tiba
menguning,” kata Ujang yang setiap kali panen padi selalu mendapatkan uang
sebesar Rp8 juta.
Berdasarkan pantauan Padang Ekspres, padi warga yang diserang penyakit aneh
tersebut rata-rata terlihat menguning dari batang sampai ke daun. Di samping
itu, batangnya juga nampak tidak besar melainkan mengerdil. Sejauh ini belum
ada keterangan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota, mengenai
nama latin penyakit aneh tersebut. Meskipun begitu, sejumlah situs di internet
menyebut, penyakit aneh pada padi seperti yang dialami petani di Limapuluh Kota
tersebut, disebabkan oleh virus bernama tunggro.Virus ini berkembang sangat
cepat sekali, karena juga dikembangkan oleh wereng hijau. Sepetak sawah saja
yang terkena virus, akan berdampak pada sawah lainnya.
Hal ini tentu bukan sekadar isapan jempol belaka. Di kawasan Sawah Bandang
Nagari Koto Tuo, dan Tigo Koto Nagari Batu Balang, semula sawah petani yang
terkena memang tidak beberapa petak. Namun sekarang, hamparan padi seluas 30
hektare, terlihat sudah menguning. Pernah petani di kawasan tersebut mencoba
untuk menyabit, dengan harapan rumpunnya akan melahirkan tunas baru. Namun
upaya tersebut sia-sia belaka, karena rumpun yang tumbuh kemudian juga malah
makin menguning.
”Saya sudah sempat menyabitnya, tapi tunas baru yang tumbuh justru menguning.
Sempat saya berikan padi itu kepada sapi, tapi hewan ternak ini tidak mau
memakannya,” aku petani bernama Endi (32).
Dinas Pertanian Lamban
Sedangkan di Nagari Sungai Beringin dan Simalongggang Kecamatan Payakumbuh,
sawah padi yang terindikasi diserang virus tuggro, nampak belum begitu meluas.
Meskipun demikian, para petani mulai rada-rada cemas. ”Saya khawatir, panen
kali ini gagal. Kalau sempat gagal, alamat hidup makin susah. Apalagi minyak
mau naik pula,” kata Rawina (48), petani di Sungai Beringin.
Di sisi lain, aktivis Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukardi Bendang menilai,
Dinas Pertanian Limapuluh Kota terlalu lamban dalam menyikapi masalah yang
sedang diderita petani. ”Mestinya, Dinas pertanian sudah turun dan memberi
solusi terhadap penyakit padi yang disebabkan virus tuggro. Bukan seperti
sekarang, seakan-akan tidak tahu dengan urusan petani,” sebut Sukardi Bendang.
(fajar rillah vesky)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---