Add Nofrins..setuju...saya dulu pernah mandapat tenunan dari ulat sutra buatan 
Solok ...sampai sekarang saya pakai..saya nanti usulkan agar acara SSM memakai 
buatan sumbar..wass Rainal Rais 64



----- Original Message ----
From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; Gebu Minang <[EMAIL PROTECTED]>; Milis SMA1Bkt 
<[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; IPMPP <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL 
PROTECTED]
Cc: Firdaus SSM <[EMAIL PROTECTED]>; Rainal Rais <[EMAIL PROTECTED]>; 
Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 24, 2008 14:36:31
Subject: [EMAIL PROTECTED] Tenun Minang Gates - mulai dr SSM2008 & Pengurus 
GEBU MINANG...!


Bot dan Adi Dunsanak,
 
Kalau sudah ada dukungan Pemda utk ini, kan bisa diproduksi utk versi yang 
massal sehingga murah dan gak terkesan mewah sarupo urang ka pai baralek. Kalau 
ka kantua pakai Batik lengan panjang, rasonyo resmi bana. Sehingga yang lengan 
pendek jadi pilihan yang lebih santai.
 
Yg ptg sekarang Pemda kita paham dan mangarati gak ARTI dibalik sosialisasi 
berbaju tsb thd peningkatan ekonomi daerah? Ada keinginan gak kearah situ? 
Kelihatannya urusan berbaju ini kayak main-main. Tapi berapa ratus milyar skrg 
dihasilkan dengan mendunianya Batik...? 
 
Mari kita banggakan dan dorong industri Tenunan Minang dg kita mulai membeli 
dan memakainya lebih sering... Himbauan ambo, pada acara SSM2008 agar semua 
peserta WAJIB minimal 1 hari memakai Tenun Tanah Liat... misalnya. Bagaimana 
denganGEBU MINANG? Kalau setuju, nanti ambo akan minta bantuan Uni Atitje St. 
Azwar (doktor tekstil) yang biasanya didukung Ibu JK utk membantu mendorong 
tekstil kita ini... Rasanya tidak perlu pula menunggu SK Gubernur utk memulai 
memakai karya tenun daerah kita sendiri...
 
Mohon bantuan Pak Adyan dari Pandai Sikek dan Aulia dari Silungkang utk 
memberikan ide-ide ke daerahnya masing-masing agar tenunan kita bisa dipakai 
tidak hanya utk baralek. Ambo pasan ciek dari Pandai Sikek dan ciek dari 
Silungkang yang lengan pendek ukuran L...! 
 
Mohon maaf sebelumnya. Semoga berkenan. Thanks.
 
Salam,
Nofrins/47
www.west-sumatra.com
"4 R 5 L B"

NB:
Maaf indak ambo kuduang, krn mau ambo cross posting (maaf utk Admin)
Semoga ini bisa jd salah satu langkah nyata kita ikut membangun Sumbar.
Indak paralu bana mambuek organisasi formal-formal utk iko... 
 
 
----- Original Message ----
From: Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, May 24, 2008 11:56:34 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Batik Gates - Tenun Minang Gates


Da Nof
DI Bali juga begitu. KAlangan PEMDA dan BUMN di Bali mewajibkan karawan pada 
hari jum'at menggunakan kain tenun BAli (orang Bali menyebutknya Ndek )
Padahal menurut saya, motif dan bahan kain tenun Bali itu jauh dibawah tenunan 
Silungkang. 
Beberaa hari yang lalu saya memesan kain tenun Silungkang untuk dibuat baju 
seragam Jum'at.Setelh kiriman sampai di Denpasar, saya buka..alamak..motifnya 
terlalu mewh kalau dipakai Jum'atan di kantor...bisa-bisa sya dipikir 
"MArapulai Masuk kantor", hehehe.
Ambo medukung BAtik tanah liek dan Tenun Silungkang jadi baju kebangsaan orang 
Minang, Tidak cuma di Sumber tapi juga di Seantero dunia.
 
Salam
Bot SP
Denpasar

Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Untuk Bahasa resmi Nasional, orang Minang berhasil meng-gol-kan Bahasa Melayu 
akhirnya jadi Bahasa Indonesia. Bukan bahasa Jawa walaupun populasinya jauh 
lebih besar. Tapi untuk pakaian, ada kemungkinan Batik yang akan jadi Baju 
Resmi Nasional...
 
Kembali ke Sumbar, kenapa kita tidak memulai Kampanye menggunakan Pakaian 
Tenunan Pandai Sikek atau Tenunan Silungkang atau Batik Lumpur. Kenapa kita 
tidak mulai populerkan itu...?
 
Kenapa kita misalnya tidak membuat Festival Tenunan Minangkabau..? Festival 
Internasional Batik di Solo dan sebelumnya juga di Pekalongan, sangat menyedot 
perhatian DUNIA. Dg Festival ini, berapa banyak tuh akhirnya industri Batik 
yang akan terdorong. Ada peningkatan skala ekonomi mestinya. Ambo pun akhirnya 
jadi korban pulo. Kalau indak pakai Batik lengan pendek setiap hari Jumat, ado 
yang kurang rasonyo... Itulah hebatnya PROMOSI BATIK...
 
Ambo pun juo ingin pakai baju tenunan Pandai Sikek atau Silungkang iko. Tapi 
krn belum dijual massal seperti Batik, tentunya harganya masih agak tinggi. Ada 
salah seorang Doktor Tekstil lulusan Perancis, orang Minang skrg lagi mencoba 
memasyarakatkan tenunan Minang ini utk dijadikan pakaian sehari-hari agar 
identitas kita juga muncul melalui pakaian. Walaupun sudah ada kerjasama dg Ibu 
JK di Pandai Sikek, sayang belum terdengar lagi gebrakan tahap berikutnya. 
Apakah kurang dukungan dan pemahaman juga di level Sumbar sehingga tersendat, 
wuallahualam...
 
Coba kalau di Sumbar para Pejabat diwajibkan pakai Tenunan kita, wah bukan main 
nanti itu dampaknya. Yang acok tampak hanya Walikota Sawahlunto doang yang 
selalu rajin menggunakan Tenunan Silungkang...?
 
Semoga bukan cuman Jilbab doang lah yang "dihimbau" agar dipakai utk 
identitas...

Salam,
Nofrins
 
----- Original Message ----
From: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, May 23, 2008 2:20:18 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Batik Gates



14/05/2008 22:23 WIB

BATIK GATES

M. Ichsan Loulembah 

LELAKI itu tidak selesai kuliah. Waktu muda tubuhnya kerempeng, dan 
ringkih. Kini pengaruhnya amat besar bagi dunia. Namanya sering menempati 
urutan teratas orang terkaya di dunia. Paling sial dia berada di urutan 
ketiga.

Bill Gates, Chairman Microsoft Corp, datang memberikan ceramah yang 
diminati banyak segmen di masyarakat. Bukan untuk menjelaskan mengapa 
perusahaannya terus berupaya 'menelan' icon dunia internet seperti Hotmail 
dan Yahoo! yang masih jadi pembicaraan. 

Jumat itu (09/05/08), Gates datang untuk sebuah pemaparan tentang masa 
depan internet dan manfaatnya bagi sebuah komunitas, pengelolaan negara, 
bangsa, bahkan dunia. Namun, bukan itu yang menjadi fokus artikel pendek 
ini. 

Pakaian yang membalut tubuh pria berkacamata itu yang justru menarik 
perhatian saya. Bill Gates memakai batik!

Wajah seriusnya nampak padu dengan pilihan batik bercorak padat. Pemakaian 
batik itu ternyata inisiatif para pengurus Kamar Dagang dan Industri 
(KADIN). Sebuah tindakan yang penting, strategis, dan sadar pemasaran. 

Peristiwa Gates berbatik dapat dilihat dari beberapa sudut. Pertama; 
walaupun pernah juga digunakan para pemimpin APEC beberapa tahun lalu, 
Gates tetaplah icon penting. Bahkan jauh melampaui pengaruh para pemimpin 
formal tersebut.

Dia diperhatikan, bahkan menjadi teladan segala usia. Sehingga foto salah 
satu figur penting di sektor teknologi informasi ini segera terpampang di 
dunia maya. Dan akan mengalami reproduksi berlipat-lipat.

Kedua; karena backbone generasi internet adalah anak muda, tentu sebuah
kampanye yang menarik. Para praktisi pemasaran tentu amat mafhum bahwa 
anak muda adalah segmen pasar yang sangat atraktif, dan dinamis. 

Bukan itu saja, selain terus bertumbuh, anak muda sering menjadi penentu 
kecenderungan. Bahkan bagi pasar dewasa sekalipun. 

Gates, menambah deretan pesohor dunia, setelah Nelson Mandela dan 
batiknya. Walau berkarakter beda, keduanya pesohor dengan pengagum 
melintasi batas apapun.

Ketiga; seharusnya "momentum Gates" pakai batik tidak lewat begitu saja 
seperti pemimpin APEC dan Mandela pakai batik, tempo hari. Justru harus 
dijadikan sebuah momentum untuk gerakan yang lebih besar. Sebuah gerakan 
pemasaran atau promosi perdagangan internasional.

Pemerintah - dalam hal ini kementerian perdagangan - merumuskan sebuah 
proyek pemasaran dengan cara yang tidak biasa. Karena selama ini cara 
berpromosi kita terlampau biasa; pameran, eksibisi, pertunjukan, dengan 
tulang punggung pelaksana para staf KBRI plus birokrat Departemen 
Perdagangan. 

Keempat; walaupun memiliki banyak kekayaan budaya yang dapat dijadikan 
komoditas, batik paling layak dijadikan prioritas. Karena sebagai busana, 
batik bisa menjadi produk massal. Juga mewakili keragaman corak 
berdasarkan etnisitas bangsa kita.

Bayangkan, pemakaian batik sekarang jauh lebih meriah dan massal dibanding 
satu dekade yang lalu. Ada lagi bedanya; dulu lebih sering dipakai pada 
acara formal, sebagian bahkan 'setengah kewajiban'. 

Kini, batik secara sukarela menjadi bagian dari mode segala lapisan 
ekonomi, sosial, dan usia. Bahkan kafe dan diskotik pun tak kuasa menahan 
laju batik. 

Sudah waktunya batik dipakai oleh semua pejabat dan birokrat pada garis 
depan pergaulan dunia. Mulai dari para diplomat kita diberbagai belahan 
bumi.

Sampai utusan resmi kenegaraan pada setiap agenda bilateral, multilateral, 
perundingan politik, negosiasi dagang, dan konferensi penyelamatan 
lingkungan.

Bangsa-bangsa lain, jamak melakukannya. Utusan resmi India, Pakistan, 
bahkan Filipina, apalagi negara-negara Afrika, kerap menggunakan busana 
nasional di setiap forum internasional yang mereka ikuti.

Selagi menuntaskan kolom ini, mata saya tertumbuk pada dua gambar. Yang 
satu memuat foto Bill Gates berbalut batik bercorak pisang Bali. Satunya 
lagi memuat tampang Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik tersenyum 
lebar dengan jas lengkap dalam iklan Visit Indonesia Year 2008.

Penulis adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah



Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke