Mokasih dinda Aslim. Ditaruihan ka Ajo Malik. Insya Allah basuo awak di Jakarta. ETA 6/9/2008.
duta 2008/5/31 ASLIM NURHASAN <[EMAIL PROTECTED]>: > mudah2an alamat email suami baliau [EMAIL PROTECTED] bisa mambantu. > > ________________________________ > > Aslim Nurhasan /0811103234 > > ----- Original Message ---- > From: ajo duta <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Saturday, May 31, 2008 8:27:17 AM > Subject: [EMAIL PROTECTED] Fwd: [MinangUSA] Fwd: [EMAIL PROTECTED] Bacaan > Ringan : > Kisah Leila Ch. Budiman > > > Ado nan tahu? > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Malik Abdullah <[EMAIL PROTECTED]> > Date: 2008/5/30 > Subject: Re: [MinangUSA] Fwd: [EMAIL PROTECTED] Bacaan Ringan : Kisah Leila > Ch. Budiman > To: [EMAIL PROTECTED] > > > Saya kenal dengan Leila, Leni kami memanggilnya pada waktu kami > bertertanggaan di daerah Petojo Kesehatan/Petojo Sabangan tahun 50an. > Yang terakhir kami bertemu adalah di Santa Cruz, Ca. akhir tahun 70an. > > Kalau ada yang tahu alamat emailnya, harap sampaikan kepada saya. > Terima kasih sebelumnya. > > Malik Abdullah > > ajo duta <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ---------- Forwarded message ---------- > From: "Nofend St. Mudo Marola" <[EMAIL PROTECTED]> > Date: Tue, 27 May 2008 20:03:50 +0700 > Subject: [EMAIL PROTECTED] Bacaan Ringan : Kisah Leila Ch. Budiman > To: [email protected] > > Kisah Leila Ch. Budiman > > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/common/spacer.gif> > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/common/spacer.gif> > > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/case_studies/leila_pic.jpg> > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/case_studies/magnifydoc_ico_large.gif >> > > Saya datang ke Australia bukan karena keinginan sendiri, tetapi karena suami > saya Arief Budiman, mendapat pekerjaan di University of Melbourne, sebagai > Professor yang memimpin program Indonesia . Jadi sebagai isteri, saya ikut > di boyong ke sini. > > Nama saya Sitti Leila Chairani, psikolog lulusan Universitas Indonesia. > Sebelum ke Australia, banyak kegiatan saya di Indonesia. Selain praktek > sebagai psikolog, juga mengajar di beberapa Universitas dan menjadi kolumnis > di Harian Kompas, edisi Minggu. Pekerjaan menulis kolom ini masih saya > tekuni sampai sekarang. > > Orang tua saya bilang saya anak Minang, sebab ibu saya Siti Fatimatul Zahra, > orang Minang dan ayah saya Sutan Pangeran Baharsyah, juga orang Minang. Ayah > hampir tidak pernah menggunakan gelarnya dengan lengkap, hanya menulis "St" > saja didepan namanya. Beliau seorang yang pendiam dan sangat sederhana, > meski ayah dari kakeknya adalah Sultan Bagagar Alamsyah, orang bilang raja > alam Minangkabau. Soal ini bagi saya seperti mendengar dongeng saja, meski > kami pernah di undang ketika pemugaran istana itu di Batu Sangkar, Sumatera > Barat. Anehnya saya merasa agak risih jika berada di tengah-tengah orang > Minang. Sebab saya tidak pandai bercakap Minang. Meski dapat menangkap isi > percakapan mereka. Sebab orang tua saya jarang menggunakan bahasa Minang > dirumah. Mereka berbahasa Belanda diantara mereka, dan berbahasa campuran > dengan anak anak. Kebanyakan bahasa Indonesia, sedikit Minang dan kalau lagi > membujuk atau ngomel pakai bahasa Belanda. > > Saya merasa lebih dekat dengan alam Pasundan. Senang sekali jika mendengar > degung dan suling Sunda, dan agak asing dengan saluang, musik tradisional > Minang. Saya lebih dekat dengan bahasa dan adat istiadat Pasundan, mungkin > karena masa kecil saya sekeluarga tinggal di Majalengka, di daerah Pasundan. > Hingga yang saya bayangkan sebagai Indonesia kalau lagi rindu adalah sawah > yang luas yang menghijau, dikelilingi gunung-gunung yang biru, di mana > petani sedang membajak sawah dengan kerbau. > > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/case_studies/leila_pullquote_indo.jpg >> > > Namun soal makanan, paling enak makanan Padang, gulai paluit, gulai Paku, > pangek dan rendang. Saya pun senang makanan Sunda, lalapan, karedok dan pais > kancra. Anak-anak saya, Adrian and Santi, sukar mengerti. Mereka rindu hal > berbeda, pizza, bagel dan cream cheese, Brigham ice cream dengan 32 rasa. > > Itu karena mereka menghabiskan masa kecil di USA, yaitu ketika suami saya > belajar di Harvard. > > Saya anak bungsu dan perempuan satu satunya dengan tiga kakak laki laki. Ada > yang bilang nah, itu dia orang yang dimanja. Mungkin juga. Tetapi sungguh > tidak enak sebab saya jadi dijaga serba ketat. Menurut cerita almarhum ibu > saya, beliau ingin sekali mempuyai anak perempuan. Ketika kakak tertua > lahir, dinamai Zahar Indra, namun si buyung ini dipanggil Neneng (panggilan > buat perempaun) Meskipun tumbuh normal juga, ia kelak jadi Chartered > Accountant di London dan Belgia. Yang kedua lahir laki laki lagi, Syarifudin > , dia harus belajar tari -tarian perempuan dan kadang dipakaikan pakaian > perempuan. Sebab ibu bilang dia cantik sekali. Siapa yang sangka si mungil > ini kelak dua kali jadi menteri Pertanian Indonesia dan dua kali pula > diangkat jadi Ketua Independen Food and Agriculture Organisation FAO) di > Roma. Ketika lahir yang ketiga cowok lagi, kabarnya ibu saya jadi kurang > memperhatikan. Meskipun tentu ia tidak ditelantarkan. Sebab kami mempunyai > enam pembantu. Empat untuk masing masing anak. Kakak bungsu ini kelak jadi > dokter bedah. > > Ketika saya lahir, tepat hari Natal, tengah malam tanggal 25 Desember, saya > diberi nama Siti Leila Chairani, yang artinya 'Malam yang indah bagiku'. > Nasib anak perempuan di jaman masa kecil saya, serba sulit, karena meski > disayang, namun banyak larangannya. Orangtua yang terlalu melindungi saya, > mencarikan sekolah khusus puteri yang terbaik, dari Taman Kanak-kanak hingga > SMA. Saya tidak boleh ikut berenang, tidak boleh main ke tetangga, tidak > boleh ikut acara piknik sekolah ke luar kota. > > Jadi dapat dibayangkan betapa sukarnya saya menikah dengan Arief Budiman, > teman kuliah yang berasal dari keluarga Thioghoa, yang jelas berasal dari > latar keluarga yang sangat berbeda. Ketika itu Arief masih bernama Soe Hok > Djin, ia teman kuliah di Fakultas Psikolog UI. > > Saya tidak berani melanggar ketetapan orang tua yang melarang hubungan saya > dengan Arief . Namun Arief nampaknya bertahan terus, sambil terus > mengkuliahi saya perlunya orang orang yang berani berontak. Akhirnya orang > tua saya memberikan dua syarat, kalau tetap akan menikah: keduanya harus > lulus dan Arief masuk Islam. Keduanya kami penuhi. > > Hok Djin pun minta pada saya untuk mengganti nama Cinanya menjadi nama > Indonesia. Mula-mula saya ingin dia setia terus, jadi saya berikan nama > Satya Mitra. Ini sudah digunakan olehnya , untuk menulis artikel di koran > Indonesia Raya. Kemudian saya pikir belum tentu ia setia terus. Saya pun > bertanya nama Hok Djin itu artinya apa? Dia bilang bijaksana. Jadi saya > pilihkan nama Arief Budiman, yang dipakainya sampai sekarang. > > Saya telah mengalami kehidupan dengan keragaman sosial budaya di berbagai > tempat, termasuk saat menemani suami saya menyelesaikan sekolahnya di > Amerika, dan sekarang ini menemaninya di Melbourne sejak 1997. Dengan > berbagai pengalaman, termasuk pengalaman hidup dengan Arief yang berasal > dari etnis dan budaya yang berbeda, sekarang saya merasa lebih mudah > menyesuaikan diri dalam lingkungan multibudaya. > > Melbourne adalah kota multibudaya yang membuat saya tidak menjadi begitu > terasing. Suatu hari, dalam kesibukan bekerja sebagai penerjemah di Royal > Children Hospital, saya menyadari bahwa dalam waktu dua setengah jam saya > telah bekerja dengan sembilan orang yang berasal dari delapan negara dan > budaya berbeda. Ini adalah peristiwa sehari hari di Melbourne. Multibudaya > membuat kehidupan di sini menjadi lebih menarik karena banyak variasi dan > kaya perbedaan. Bukankah perbedaan pada akhirnya yang bisa membuat kita > saling menghargai dan menyadari bahwa manusia pada dasarnya sama. > > Saya dan Arief tetap memiliki keinginan untu kembali ke Indonesia. Apa sih > yang menarik saya pulang ke Indonesia lagi ? Arief bilang dia capek ngomong > Inggris. Saya juga. Saya pikir orang-orang Indonesia yang telah lama di luar > negeri selalu mendambakan pulang ke tanah air, suatu saat. Sepengetahuan > saya tidak banyak warga Indonesia yang ingin menggant kewarganegaraannya. > > <http://www.abc.net.au/ra/federasi/img/case_studies/leila_pullquote2_indo.jp > g> > > Seorang teman saya yang keturunan Tionghoa yang sekarang tinggal di > Melbourne berkata, di Indonesia itu seperti surga rasanya. Segalanya serba > mudah didapat dan usaha pun mudah, sayangnya sekarang ini kondisi menjadi > relatif tidak aman. > > Selama lebih dari empat tahun tinggal di Melbourne, banyak sekali kejadian > penting yang terjadi di Indonesia. Sayangnya, jarang sekali ada berita yang > menggembirakan. Yang ada hanya berita korupsi, kekerasan, kemiskinan, > kemerosotan ekonomi dan moral, hukum yang bisa dibeli, penggusuran, sedih > rasanya membaca berita semacam ini. > > http://www.abc.net.au/ra/federasi/tema2/leila_indo.htm > > > __._,_.___ > Messages in this topic (2) Reply (via web post) | Start a new topic > Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar > Motto: CINTA PERTIWI PEDULI NAGARI > > Mission: To express our unending love to home-country, Indonesia, by > involvement in the West Sumatra's human development program in a quest > of achieving basic, well deserved human prosperity under the blessing > of God, the Almighty. > > Programs: 1. Endowment in Education 2. Arts and Cultural Promotion > 3. Inter Local-government Cooperation. > > Check our web-page > http://groups.yahoo.com/group/MinangUSA > http://groups.google.com/group/pulangbasamo/web > MARKETPLACE > Blockbuster is giving away a free trial of Blockbuster Total Access to > smart movie lovers like you. > Change settings via the Web (Yahoo! ID required) > Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch > format to Traditional > Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe > Visit Your Group > Special K Group > > on Yahoo! Groups > > Join the challenge > > and lose weight. > > Y! Messenger > > Group get-together > > Host a free online > > conference on IM. > > Family Photos > > Learn how to best > > capture your > > family moments. > > . > __,_._,___ > > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
