Rang lapau semua, Orang Spanyol mengenal tradisi "siesta": tidur siang 1-2 jam. Kalau kita ke Spanyol seluruh toko dan akitivitas lainnya akan tutup/berhenti antara jam 1-3. Shabis itu aktivitas dimulai lagi. Toh mereka tetap "maju". Penelitian terakhir menunjukkan bahwa masyarakat spanyol paling rendah tingkat stresnya, berbalikan dengan masyarakat Korea yang dianggap memiliki tingkat stress paling tinggi (terlalau berambisi kali). Disinyalir tradisi 'siesta' berpengaruh pada jiwa orang Spanyol: lebih tenang, ramah, hangat... Jadi, tidur siang mungkin boleh2 saja. Yang penting selama bangun tugas dan tanggung jawab dikerjakan dg baik: apakah kita sebagai sebagai petani, peneliti, pegawai negeri, swasta, atau apapun. Jangan malah kerja dari pagi sampai sore, tapi selama jam kerja malah main2, seperti banyak saya lihat di kantor2 pemerintah di negeri ini. Di ruag kerja kayak di pasar, ngerumi, dan di meja berserakan nasi bungkus dan di laci pegawai laki2....banyak puntung rokok.... Di Belanda jangan pergi ke toko setelah jam 5 (kecuali akhir bulan yang jatuh pada hari Minggu, toko dibuka sampai jam 9 malam). Tepat jam 5 toko2 tutup. Pemerintahnya mengatur warganya agar jangan terus menerus memikirkan uang. Pernah saya ke toko mau beli barang cukup banyak, tapi saya datang jam 5 lewat sedikit. Pelayannya menolak untuk melayani dan bilang besok saja datang lagi. Rupanya tingkat kemajuan suatu negara tidak ditentukan oleh berapa lama mayarakatnya bangun untuk bekerja Suryadi
----- Pesan Asli ---- Dari: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Kamis, 5 Juni, 2008 06:58:32 Topik: [EMAIL PROTECTED] Tidur Siang: Pandangan Islam & Saintifik.. Tidur Siang: Pandangan Islam & Saintifik.. Tidur siang pernah dianggap sebagai salah satu tanda kemalasan. Islam menganggapnya sebagai suatu kebaikan asalkan seseorang itu tidak berlebih-lebihan dengannya. Di dalam kitab 'Misykatul Masabih' disebutkan tentang salah satu amalan sunnah yang pernah dilakukan oleh Nabi: "Tidur yang sedikit di waktu tengahari (qailulah) tidaklah keji. Rasulullah ada melakukannya." Imam Al Ghazali di dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' telah berkata: "Hendaklah seseorang tidak meninggalkan tidur di siang hari kerana ianya membantu ibadah di malam hari sebagaimana sahur membantu puasa di siang hari. Sebaik-baiknya ialah bangun sebelum tergelincir matahari untuk solat zohor." Islam mempunyai pandangan tertentu tentang tidur tengahari. Ia dianggap sebagai sunnah dan bukan sebagai suatu yang keji. Tidurnya hanya sekejap. Tujuannya adalah untuk kesegaran tubuh badan agar dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan amal dan ibadah yang berkualiti. Dewasa ini, berpandukan kajian-kajian saintifik, tidur sekejap di waktu siang (day napping), terutamanya pada waktu tengahari, didapati amat berkesan untuk mempertingkatkan tenaga, tumpuan dan akhirnya produktiviti pekerja-pekerja. Baru-baru ini satu kajian 25 tahun tentang kesan tidur ke atas negara-negara industri dan pasca-industri telah mendapati bahawa "92.5% pekerja-pekerja yang berkesempatan tidur di waktu tengahari, mempunyai daya kreativiti yang lebih tinggi. Daya kemampuan mereka untuk menyelesaikan masalah juga meningkat. Semua ini pastinya meningkatkan produktiviti." (Napping News: 'Scientific Proof Confirms: Napping Enhances Worker Productivity,' from eFuse) Waktu tengahari merupakan masa yang paling sesuai untuk tidur seketika kerana sistem badan kita memang bersedia untuk memanfaatkan fasa tidur pada waktu itu. Fasa ini disebutkan sebagai 'a midafternoon quiescent phase' atau ' a secondary sleep gate.' Di antara tokoh-tokoh yang menggalakkan tidur tengahari ini ialah Dr. William A. Anthony, Ph.D. dan Camille W. Anthony, pengarang buku 'The Art of Napping at Work.' Demikian juga yang disebutkan oleh David F. Dinges dan Roger J. Broughton di dalam buku mereka 'Sleep and Alertness: Chronobiological, Behavioural and Medical Aspects of Napping.' Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell University juga telah merumuskan bahawa tidur di tengahari sekadar 15-20 minit sudah mencukupi untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesihatan. Seorang pengkaji yang lain, Donald Greeley, telah mengatakan bahawa tidur tengahari adalah bermanfaat selama mana ianya tidak melebihi satu jam. (Gail Benchener: 'Parents and Sleep Deprivation,' Family.com) Sunnah tidur tengahari yang diajarkan Nabi rupa-rupanya merupakan suatu yang amat saintifik lagi relevan pada hari ini. (Laporan saintifik tentang kelebihan tidur tengahari ke atas produktiviti berdasarkan kajian 25 tahun) ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
