Destinasi Wisata Harus Dikelola Secara Total 

 

Jumat, 06 Juni 2008 

 Padang, Padek-- Provinsi Sumbar berpotensi menjadi raksasa ekonomi.
Posisinya yang strategis dan berdekatan dengan kiblat ekonomi dunia,
India dan RRC bakal menjadi gerbang prekonomian masa depan Indonesia.
Namun harus dimulai dengan pemetaan dan pembangunan potensi unggulan.
Untuk Sumbar, sektor jasa melalui pariwisata, 

satu-satunya yang cukup potensial dikembangkan. "Industri jasa paling
menguntungkan. Nilai tambahnya besar. Sangat berbeda dengan sektor
industri yang margin keuntungannya kecil. Tapi harus dibangun secara
total bukan sekadar kulitnya saja," ujar Wakil Ketua DPD RI asal Sumbar
Irman Gusman saat bertandang ke Padang Ekspres tadi malam. 

Irman disambut Pemred Padang Ekspres Oktaveri, Pemred Padang TV Firdaus,
Wapemred Padang Ekspres Sukri Umar dan Two Efly serta Korlip Padang TV
Budi Syahrial. Dikatakannya, pengembangan wisata ini juga menjadi satu
solusi terhadap persoalan wilayah Sumbar yang didominasi hutan lindung.
Ini juga menjadi salah satu upaya untuk meredam pembukaan hutan untuk
perkebunan dan pertanian. 

Menurutnya, harus ada beberapa destinasi wisata yang dikelola secara
total dan profesional. Untuk pengembangannya, harus dimulai dengan
pembangunan sarana yang lengkap. Namun perubahan mindset juga tak kalah
penting sehingga masyarakat Sumbar bisa siap menerima perubahan dari
luar. Karena dalam konteks investasi kegagalan biasanya lebih dominan
akibat persoalan non teknis seperti sosial. 

Irman juga mengingatkan untuk perubahan di Sumbar perlu inovasi dan
perluasan akses terhadap teknologi. Pemanfaatan teknologi informasi
menjadi syarat utama karena sudah pasti mengurangi ongkos produksi.
Namun modal sosial seperti kejujuran, keberanian dalam mengambil
keputusan dan hubungan sosial tetap memegang peranan. Karena, daerah
dengan status high trust society bakal menjadi tujuan utama investasi. 

Irman juga menilai, pendidikan formal yang lebih mengedepankan status
sudah saatnya ditinggalkan. Menurutnya, pendidikan juga sudah seharusnya
dianggap bukan sekadar sains tetapi substantif dan aplikatif. Kultural
dan agama jangan dijadikan hambatan tetapi sebagai modal sosial yang
harus menjadi dikembangkan untuk percepatan pembangunan. (geb) 

 

 (c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar === E-MAIL: 
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke