Tenun Pandai Sikek Kekurangan Bahan
<http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/06/000627p.bmp> Wawan H Prabowo <http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/06/09250522/tenun.pandai.sikek.k ekurangan.bahan##> Mufidah Jusuf Kalla, isteri Wakil Presiden yang juga ketua umum Dewan Kerajinan Nasional mencoba menggunakan canting batik sesaat setelah membuka Pameran Tekstil dan Handicraft atau Texcraft 2007 di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, Rabu (11/7). Jumat, 6 Juni 2008 | 09:25 WIB PADANG, JUMAT - Sekitar 800 perajin tenunan pandai sikek asal Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat, sering kekurangan bahan baku, seperti variasi benang tenun. "Sejumlah upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tetapi sering kali tidak berkelanjutan," kata Bupati Tanah Datar Muhammad Sadiq Pasadiqu di Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Ia mengatakan, kendala lainnya adalah keterbatasan modal usaha dan akses pemasaran. Para perajin, katanya, juga dihadapkan pada keterbatasan kemampuan inovasi dalam desain songket dan keterbatasan keterampilan variasi teknik. Karena itu proyek percontohan yang dimotori Ibu H Mufida Jusuf Kalla dan Puti Sativa Sutan Azwar difokuskan bukan sekadar menghasilkan tenun songket tetapi lebih pada peningkatan penghasilan perajin dalam mengembangkan inovasi dan memperluas jaringan distribusi. "Keberadaan Pusat Inovasi itu lebih diharapkan menggali kemampuan inovasi dan kreativitas tenun songket, sehingga perlu ditingkatan variasi dalam komposisi corak desain dan warna dalam memroses benang sampai di tenun," katanya. Kecamatan X Koto merupakan wilayah andalan Kabupaten Tanah Datar, dari aspek alam maupun ekonominya. Usaha industri rumah tangga yang digalakkan masyarakat untuk menambah pendapatan keluarga adalah bordiran, tenunan, ukiran dan usaha makanan seperti kipang kacang. msh Sumber : Antara (c) 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved Patenkan, Tenun Pandai Sikek Kamis, 5 Juni 2008 | 16:05 WIB Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A TANAH DATAR, KAMIS- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Ny Mufidah Jusuf Kalla meresmikan Pusat Inovasi Tenun Pandai Sikek di Kecamatan X Koto, Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (5/6). Ny Mufidah meminta kepada perajin untuk mematenkan hak cipta sebelum diakui sebagai hak cipta pihak atau negara lain. "Di tengah banyaknya hasil kerajinan, kita lemah dalam pemasaran. Tingkatkan dan luaskan pemasaran. Segera daftarkan hak cipta agar tidak direbut orang lain," ujar Mufidah dalam sambutannya. Di pusat inovasi yang memakai bangunan bekas sekolah dasar ini, semua kegiatan disatukan mulai dari pewarnaan benang, pemintalan, penenunan, pameran, dan penjualan. Metode baru menenun akan dikembangkan tanpa meninggalkan nilai dan tradisi yang telah hidup darusan tahun. Dengan metode baru itu diharapkan jumlah produksi lebih banyak, pemasaran lebih luas, dan harga terjangkau. Tenun merupakan produk budaya yang menghidupi tradisi kebudayaan masyarakat minang. INU Sent from my BlackBerry (c) Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network (c) 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image002.jpg>>
