Cubadak Berbuah Rendah Oleh : Andi Jupardi Cubadak di tangah laman Dijuluak jo ampu kaki Usah lamo tagak di laman Iko cibuak basuahlah kaki Begitulah sepotong bait pantun ketika menyambut kedatangan mempelai Pria (Marapulai) ditangga sebelum naik ke atas rumah calon pengantin wanita (anak daro) untuk melangsungkan acara akad nikah. Diucapkan sambil menaburkan beras kuning oleh seorang perempuan tua kerabat dari anak daro Pantun yang”menggelitik” keingintahuan saya “kok dijuluak yo jo buah cubadak (nangka) tersebut dengan empu kaki (Jempol kaki”, ini keluar “pakem” dalam memanen buah yang telah matang di pohon dan saya penasaran ingin mengetahuinya lebih jauh lagi. Penasaran jangan disimpan didalam hati, dia akan menghantui anda untuk selalu ingin bertanya dan menemukan jawabannya, akhirnya rasa penasaran saya tersebut terjawab sudah dengan bertanya kepada Mak Tuo (Kakak Ibu) saya yang membawakan pantun tersebut ketika Marapulai datang ke Rumah Gadang kami. Inilah hasil Diskusi kami yang penuh canda tersebut ketika “alek” usai, sambil duduk santai dirumah gadang dengan hidangan kue-kue tradisional yang mengundang selera (Diskusi dalam bahasa Minang dengan Mak Tuo saya, kira-kira begini jika sedikit bergaya “ngepop”) “Mak Tuo pantunnya boleh juga tuh, buat anak Mak Tuo penasaran” saya membuka kata sambil menikmati kue bolu kampung dengan hirupan kopi panas “Pantun yang mana, wahai anakku” Mak Tuo saya menjawab sambil membereskan dan membersihkan piring-piring yang telah dicuci. “Itu…pantun buah Cubadak Mak Tuo…iseng banget ya, kok dijuluak sama jempol kaki, sopan dikit ngapa” saya bertanya dengan sedikit bercanda Mak Tuo saya hanya bisa tersenyum dan kaget atas pertanyaan saya yang diluar dugaan ini, lalu dia mencoba menjawabnya “Anak ku, di alam memang begitu adanya, buah cubadak bukan saja berbuah diatas pohon tapi juga dibagian pangkal pohon, (sedikit diatas tanah) Mak Tuo rasa mungkin Nenek Moyang kita dari pada repot-repot membungkuk mengambilnya, ya di juluak (di hentak) dengan jempol kaki, praktiskan” Mak Tuo saya menjelaskan bahwa orang tua kita dulu banyak belajar atau melihat gejala/fenomena alam dalam tatanan hidup bermasyarakat (Adat) (Alam Takambang Jadi Guru)
“Mmmmm…begitu ya Mak Tuo, nanti kalau anak Mak Tuo ini ke Parak (Kebun) jumpa dengan Cubadak berbuah rendah, syah-syah saja kan Anak Mak Tuo ini mengambilnya dengan menghantamkan jempol kaki ke Cubadak tersebut” Balas saya sambil “bergarah” Mak Tuo saya hanya tersenyum sambil melihatkan giginya yang hitam kemerahan akibat sirih serta tembakau (sugi) yang tidak lepas di nikmatinya setiap hari.. Nah cubadak berbuah rendah tersebut tumbuh di halaman kantor saya yang cukup luas, 1 bulan kebelakang telah saya amati. Cubadak ini berbuah bukan rendah lagi dalam arti setinggi kaki diangkat, tapi malah menempel di bagian dasar dari pohon (batang) utamanya. Pagi tadi menjelang masuk kantor saya potret cubadak berbuah rendah ini, ketika sebesar bola pimpong buah cubadak ini menempel pada pohon bagian dasar, tapi saat ini buahnya sudah menyentuh tanah karena tampuknya tidak sanggup lagi menahan beban buah cubadak yang semakin membesar. Apakah saya perlu menitip pesan sama Abang petugas kebersihan kantor seperti ini “Bang..Bang..kelak jika ingin dipanen Cubadak di halaman kantor kita, bilang saya ya, Abang ingin tahu nggak cara panen yang unik …tu buah cubadak kita “juluak” dengan jempol kaki” Pekanbaru, 5 Juni 2008 Photo diambil tadi pagi jam 7.55 WIB, silahkan lihat disini http://jupardi.multiply.com/reviews/item/7 http://jupardi.multiply.com./ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
