Kereta Api di Sumbar Sulit Berkembang

 

PadangKini.com | Selasa, 10/6/2008, 2:02 WIB

 

PADANG-Mantan Kepala PT. Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat
Trisna Djaya mengatakan, kereta api di Sumbar sangat berpotensi sebagai
angkutan massal, apalagi hampir di seluruh daerah di Sumbar terdapat
jalur kereta api.

"Sumbar kaya hasil bumi dan kereta api bisa dijadikan sebagai angkutan
massal dari daerah menuju Padang," kata Trisna usai acara pamit kenal
dengan Kepala PT. Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat yang
baru, Husein Nurroni di Hall kantor PT. KAI, Jl. Sawahan Padang, Senin
(9/6).

Namun kenyataannya, kereta api di Sumbar sangat sulit berkembang. Tahun
2006 saja, menurut Trisna, PT KAI Sumbar merugi 20 miliar sementara
tahun 2007  Rp19 miliar. 

Untuk meningkatkan kinerja kereta api di Sumbar, Husein yang sebelumnya
menjabat sebagai Kasi Pemasaran PT KAI Divre I Medan sudah memiliki
program andalan, yakni  amati, tiru dan modifikasi.

"Kita bersama-sama para karyawan akan meningkatkan produktifitas dengan
mencari inovasi dan kreativitas  sehingga operasional kereta api di
Sumbar bisa menyamai Pulau Jawa karena operasional kereta api di Sumbar
paling minim di Indonesia," katanya. (bening/o)

PT KAI Sumbar Segera Realisasikan Jalur Shortcut Padang - Solok

 

PadangKini.com | Senin, 9/6/2008, 14:02 WIB

 

PADANG--PT Kereta Api Indonesia Divre II Sumatera Barat akan
merealisasikan program shortcut (jalur pintas) kereta api Padang - Solok
karena dinilai memiliki potensi ekonomi.

"Saya akan usahakan jalur shortcut bisa direalisasikan, untuk itu perlu
dukungan dari Pemda dan Departemen Perhubungan," kata Kepala PT. Kereta
Api Indonesia Divre II Sumbar, Husein Nurroni dalam acara perpisahan
dengan Kepala PT KAI sebelumnya, Tisna Djaya, di Hall kantor PT. KAI,
Jl. Sawahan Padang, Senin (9/6).

Husein menilai, jalur pintas dari Padang ke Solok memiliki potensi
ekonomi karena bisa membawa hasil bumi dan batubara menuju Pelabuhan
Teluk Bayur dengan biaya lebih murah dan waktu yang lebih singkat.

"Rencananya akan ada empat propinsi yang bisa memanfaatkan jalur ini
untuk membawa batu bara ke Teluk Bayur yakni Sumbar, Riau, Bengkulu dan
Jambi, selain itu kereta api juga bisa membawa hasil bumi," katanya.

Sementara Tisna djaya mengatakan, sebenarnya program tersebut sudah
direncanakan sejak tahun 2002 lalu, namun karena respon pemerintah
daerah minim, hingga kini belum terealisasi. (bening/o)

 



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke