Selasa, 10 Juni 2008    

Panas betul hati Haji Khairuddin (70). Pejuang yang pernah menjadi saksi
sejarah Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) itu tidak pernah
menyangka, jika bendera merah putih yang sejak dulu dipertahankan bersusah
payah, kini justru dibiarkan terkoyak-koyak di depan Kantor Bupati Limapuluh
Kota. Terbersit tanya dalam dadanya, masihkah kita mencintai Indonesia? 

"Kalau kita masih mencintai Indonesia, mengapa bendera merah putih yang
harus dibiarkan tercabik-cabik di depan kantor bupati, " kata Haji
Khairuddin selepas membaca Padang Ekspres edisi Senin (9/6). Dalam halaman
delapan edisi kemarin, Padang Ekspres memang sengaja menurunkan berita
berjudul "Merah Putih Terkoyak di Limapuluh Kota". Berita yang memuat utuh
komentar Sejarahawan dari UNP Mestika Zed dan Pengurus Pusat Serikat Petani
Indonesia (SPI) Sago Indra tersebut, dilengkapi sebuah foto bergambar
bendera merah putih yang dibiarkan lusuh di atas tugu depan Kantor Bupati
Limapuluh Kota. 

Foto inilah yang membuat hati Haji Khairuddin bertambah panas. Dia kecewa
sekaligus prihatin dengan generasi sekarang, terutama para penghuni Kantor
Bupati Limapuluh Kota, yang tidak lagi menghargai bendera nasional. "Meski
bendera itu hanya simbol, tapi jangan sekali-kali disepelekan. Untuk
mengibarkannya saja, ada aturan. Tidak boleh siang sampai malam. Sekarang,
mengapa dibiarkan bendera itu terkoyak," gerutunya. 

 Sample Image
<http://www.padangekspres.co.id/images/stories/10_06_08_hl4_2.jpg> Dibiarkan
Terkoyak : Bendera merah putih di atas tugu depan Kantor Bupati Limapuluh
Kota tampak dibiarkan terkoyak. 

Bukan hanya Haji Khairuddin yang menggerutu. Aktivis Barisan Indonesia
(Barindo) untuk Payakumbuh dan Limapuluh Kota Syaiful Rahman, juga mengutuk
keras pihak-pihak yang membiarkan bendera merah putih lusuh dan terkoyak di
halaman kantor bupati. "Ini merupakan pertanda, betapa nasionalisme hanya
didengungkan sebatas wacana. Kalau sudah begini, berarti percuma saja daerah
gembar-gembor memperingati seabad Kebangkitan Nasional," komentar Syaiful
Rahman. Jauh sebelum Syaiful bicara, Sejarawan Mestika Zed juga sudah
menilai, persoalan bendera merah putih yang dibiarkan "tercabik" di depan
kantor bupati, merupakan sebuah isyarat, bahwa penghuninya sudah kehilangan
rasa nasionalisme. 

Sedangkan aktivis SPI Sago Indra menyebut, bendera merah putih yang
dibiarkan lusuh di depan Kantor Bupati Limapuluh Kota, merupakan makna
tersurat dari perbuatan tersirat para penghuninya. "Bendera itu menjadi
pertanda, bahwa penghuni kantor bupati ini tidak bisa mengurus hal-hal kecil
yang memiliki makna besar. Nah, jika mengurus hal kecil saja tidak mampu,
bagaimana pula mau mengurus bangsa dan daerah, "kata Sago Indra. 

Sudah Diganti 

Mungkin karena tak "tahan" dengan cubitan yang disampaikan sejumlah pemuka
masyarakat, penghuni Kantor Bupati Limapuluh Kota, kemarin siang, langsung
mengganti bendera merah putih yang diberitakan terkoyak itu. Sebelum bendera
diganti, sejumlah staf Bagian Humas Kantor Kominfo nampak sibuk melihat
bendera tersebut. "Ondeh, iyo alah lusuah mah. Ko iyo harus capek diganti.
(Aduh, ternyata memang sudah lusuh. Ini memang harus cepat diganti)," kata
Marjohan, seorang staf Bagian Humas. 

Tak hanya staf Kantor Bupati Limapuluh Kota yang terbawa sibuk karena berita
bendera lusuh, Sekkab Zadri Hamzah juga terlihat kaget. Dia bahkan langsung
memerintahkan Kepala Bagian Umum Rahmanida, untuk menukar bendera tersebut.
Menurut Zadry, kurenah ini harus dijadikan pelajaran besar. "Terimah kasih
Padang Ekspres. Terus terang, dengan berita tadi nasionalisme kami ikut
tersentak," aku Zadry Hamzah. (fajar R v) 

 
http://www.padangekspres.co.id/content/view/8635/1/
* kata dalam kurung, ditambahi saja, tidak aslinya

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: 10_06_08_hl4_2.jpg>>

Kirim email ke