13 Sifat Laki-laki Yang Tidak Disukai Perempuan

DR. Amir Faishol

[1]  dakwatuna.com  -  Para istri atau kaum wanita adalah manusia yang
juga  mempunyai  hak  tidak  suka  kepada  laki-laki  karena  beberapa
sifa-sifatnya.  Karena  itu  kaum lelaki tidak boleh egois, dan merasa
benar.   Melainkan  juga  harus  memperhatikan  dirinya,  sehingga  ia
benar-benar bisa tampil sebagai seorang yang baik. Baik di mata Allah,
pun  baik di mata manusia, lebih-lebih baik di mata istri. Ingat bahwa
istri adalah sahabat terdekat, tidak saja di dunia melainkan sampai di
surga.  Karena  itulah perhatikan sifat-sifat berikut yang secara umum
sangat  tidak  disukai  oleh  para  istri  atau  kaum  wanita.  Semoga
bermanfaat.

Pertama, Tidak Punya Visi

Setiap  kaum  wanita  merindukan  suami yang mempunyai visi hidup yang
jelas.  Bahwa hidup ini diciptakan bukan semata untuk hidup. Melainkan
ada  tujuan  mulia.  Dalam  pembukaan  surah  An  Nisa :1  Allah  swt.
Berfirman:   Hai  sekalian  manusia,  bertakwalah kepada Tuhan-mu yang
telah  menciptakan  kamu  dari  diri  yang satu, dan daripadanya Allah
menciptakan  isterinya;  dan  daripada  keduanya  Allah  memperkembang
biakkan  laki-laki  dan  perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada
Allah  yang  dengan  (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu
sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah
selalu  menjaga dan mengawasi kamu . Dalam ayat ini Allah dengan tegas
menjelaskan  bahwa  tujuan  hidup berumah tangga adalah untuk bertakwa
kepada Allah. Takwa dalam arti bersungguh mentaati-Nya. Apa yang Allah
haramkan  benar-benar  dijauhi.  Dan  apa yang Allah perintahkan benar
ditaati.

Namun  yang  banyak terjadi kini, adalah bahwa banyak kaum lelaki atau
para  suami  yang  menutup-nutupi  kemaksiatan.  Istri  tidak dianggap
penting.  Dosa  demi  dosa diperbuat di luar rumah dengan tanpa merasa
takut  kepada  Allah. Ingat bahwa setiap dosa pasti ada kompensasinya.
Jika  tidak  di  dunia  pasti  di akhirat. Sungguh tidak sedikit rumah
tangga  yang hancur karena keberanian para suami berbuat dosa. Padahal
dalam  masalah  pernikahan  Nabi  saw.  bersabda:   Pernikahan  adalah
separuh agama, maka bertakwalah pada separuh yang tersisa. 

Kedua, Kasar

Dalam  sebuah  riwayat  dikatakan  bahwa wanita diciptakan dari tulang
rusuk  yang  bengkok.  Ini  menunjukkan bahwa tabiat wanita tidak sama
dengan  tabiat laki-laki. Karena itu Nabi saw. menjelaskan bahwa kalau
wanita  dipaksa  untuk menjadi seperti laki-laki tulung rusuk itu akan
patah.  Dan  patahnya  berarti  talaknya.  Dari sini nampak bahwa kaum
wanita  mempunyai  sifat  ingin selalui dilindungi. Bukan diperlakukan
secara  kasar. Karena itu Allah memerintahkan para suami secara khusus
agar  menyikapi  para  istri dengan lemah lembut: Wa aasyiruuhunna bil
ma ruuf  (Dan  sikapilah para istri itu dengan perlakuan yang baik) An
Nisa:  19. Perhatikan ayat ini menggambarkan bahwa sikap seorang suami
yang  baik  bukan  yang  bersikap  kasar,  melainkan  yang  lembut dan
melindungi istri.

Banyak  para  suami  yang  menganggap  istri  sebagai sapi perahan. Ia
dibantai dan disakiti seenaknya. Tanpa sedikitpun kenal belas kasihan.
Mentang-mentang  badannya  lebih  kuat  lalu  memukul istri seenaknya.
Ingat  bahwa  istri  juga manusia. Ciptaan Allah. Kepada binatang saja
kita   harus  belas  kasihan,  apalagi  kepada  manusia.  Nabi  pernah
menggambarkan  seseorang  yang  masuk  neraka  karena  menyikas seekor
kucing, apa lagi menyiksa seorang manusia yang merdeka.

Ketiga, Sombong

Sombong  adalah  sifat  setan.  Allah  melaknat  Iblis  adalah  karena
kesombongannya.   Abaa   wastakbara   wakaana   minal   kaafiriin  (Al
Baqarah:34).  Tidak  ada seorang mahlukpun yang berhak sombong, karena
kesombongan hanyalah hak priogatif Allah. Allah berfirman dalam hadits
Qurdsi:   Kesombongan  adalah  selendangku, siapa yang menandingi aku,
akan   aku   masukkan  neraka.   Wanita  adalah  mahluk  yang  lembut.
Kesombongan  sangat  bertentangan dengan kelembutan wanita. Karena itu
para istri yang baik tidak suka mempunyai suami sombong.

Sayangnya  dalam  keseharian  sering  terjadi banyak suami merasa bisa
segalanya.  Sehingga  ia  tidak mau menganggap dan tidak mau mengingat
jasa  istri  sama sekali. Bahkan ia tidak mau mendengarkan ucapan sang
istri.  Ingat  bahwa sang anak lahir karena jasa kesebaran para istri.
Sabar  dalam mengandung selama sembilan bulan dan sabar dalam menyusui
selama  dua  tahun.  Sungguh  banyak  para istri yang menderita karena
prilaku sombong seorang suami.

Keempat, Tertutup

Nabi saw. adalah contoh suami yang baik. Tidak ada dari sikap-sikapnya
yang   tidak   diketahui   istrinya.   Nabi   sangat   terbuka  kepada
istri-istrinya.  Bila  hendak bepergian dengan salah seorang istrinya,
nabi  melakukan  undian,  agar tidak menimbulkan kecemburuan dari yang
lain.  Bila  nabi  ingin  mendatangi  salah  seorang istrinya, ia izin
terlebih  dahulu  kepada  yang  lain.  Perhatikan  betapa  nabi sangat
terbuka  dalam menyikapi para istri. Tidak seorangpun dari mereka yang
merasa  didzalimi.  Tidak  ada  seorang  dari  para  istri yang merasa
dikesampingkan.

Kini  banyak  kejadian  para suami menutup-nutupi perbuatannya di luar
rumah.  Ia  tidak  mau  berterus  terang kepada istrinya. Bila ditanya
selalu jawabannya ngambang. Entah ada rapat, atau pertemuan bisnis dan
lain sebagainya. Padahal tidak demikian kejadiannya. Atau ia tidak mau
berterus  terang  mengenai  penghasilannya, atau tidak mau menjelaskan
untuk  apa  saja pengeluaran uangnya. Sikap semacam ini sungguh sangat
tidak  disukai  kaum  wanita.  Banyak  para istri yang tersiksa karena
sikap suami yang begitu tertutup ini.

Kelima, Plinplan

Setiap   wanita   sangat  mendambakan  seorang  suami  yang  mempunyai
pendirian.  Bukan  suami  yang  plinplan. Tetapi bukan diktator. Tegas
dalam   arti  punya  sikap  dan  alasan  yang  jelas  dalam  mengambil
keputusan.  Tetapi di saat yang sama ia bermusyawarah, lalu menentukan
tindakan  yang  harus  dilakukan  dengan penuh keyakinan. Inilah salah
satu  makna qawwam dalam firman Allah: arrijaalu qawwamuun alan nisaa 
(An Nisa :34).

Keenam, Pembohong

Banyak  kejadian para istri tersiksa karena sang suami suka berbohong.
Tidak   mau  jujur  atas  perbuatannya.  Ingat  sepandai-pandai  tupai
melompat  pasti  akan  jatuh  ke  tanah.  Kebohongan adalah sikap yang
paling  Allah  benci.  Bahkan  Nabi menganggap kebohongan adalah sikap
orang-orang  yang  tidak  beriman.  Dalam  sebuah  hadits  Nabi pernah
ditanya:  hal  yakdzibul  mukmin (apakah ada seorang mukmin berdusta?)
Nabi  menjawab:  Laa  (tidak).  Ini  menunjukkan  bahwa berbuat bohong
adalah sikap yang bertentangan dengan iman itu sendiri.

Sungguh  tidak  sedikit rumah tangga yang bubar karena kebohongan para
suami.  Ingat  bahwa  para  istri tidak hanya butuh uang dan kemewahan
dunia.  Melainkan  lenbih dari itu ia ingin dihargai. Kebohongan telah
menghancurkan  harga diri seorang istri. Karena banyak para istri yang
siap dicerai karena tidak sanggup hidup dengan para sumai pembohong.

Ketujuh, Cengeng

Para istri ingin suami yang tegar, bukan suami yang cengeng. Benar Abu
Bakar  Ash Shiddiq adalah contoh suami yang selalu menangis. Tetapi ia
menangis  bukan  karena cengeng melainkan karena sentuhan ayat-ayat Al
Qur an.  Namun  dalam  sikap  keseharian  Abu  Bakar  jauh  dari sikap
cengeng.  Abu  Bakar sangat tegar dan penuh keberanian. Lihat sikapnya
ketika menghadapi para pembangkang (murtaddin), Abu Bakar sangat tegar
dan tidak sedikitpun gentar.

Suami  yang  cengeng  cendrung  nampak  di  depan  istri  serba  tidak
meyakinkan.  Para  istri  suka  suami  yang  selalu gagah tetapi tidak
sombong.  Gagah dalam arti penuh semangat dan tidak kenal lelah. Lebih
dari itu tabah dalam menghadapi berbagai cobaan hidup.

Kedelapan, Pengecut

Dalam  sebuah  doa,  Nabi  saw. minta perlindungan dari sikap pengecut
(a uudzubika   minal  jubn),  mengapa?  Sebab  sikap  pengecut  banyak
menghalangi  sumber-sumber  kebaikan.  Banyak para istri yang tertahan
keinginannya  karena  sikap  pengecut suaminya. Banyak para istri yang
tersiksa  karena suaminya tidak berani menyelesaikan permasalahan yang
dihadapi.  Nabi  saw.  terkenal pemberani. Setiap ada pertempuran Nabi
selalu  dibarisan paling depan. Katika terdengar suara yang menakutkan
di  kota  Madinah, Nabi saw. adalah yang pertama kaluar dan mendatangi
suara tersebut.

Para  istri  sangat  tidak suka suami pengecut. Mereka suka pada suami
yang  pemberani.  Sebab  tantangan  hidup  sangat menuntut keberanian.
Tetapi  bukan  nekad,  melainkan berani dengan penuh pertimbangan yang
matang.

Kesembilan, Pemalas

Di  antara  doa  Nabi saw. adalah minta perlindingan kepada Allah dari
sikap  malas: allahumma inni a uudzubika minal  ajizi wal kasal , kata
kasal  artinya  malas.  Malas telah membuat seseorang tidak produktif.
Banyak  sumber-sumber  rejeki  yang  tertutup karena kemalasan seorang
suami.  Malas  sering  kali  membuat  rumah  tangga menjadi sempit dan
terjepit.  Para  istri sangat tidak suka kepada seorang suami pemalas.
Sebab   keberadaanya  di  rumah  bukan  memecahkan  masalah  melainkan
menambah permasalah. Seringkali sebuah rumah tangga diwarnai kericuhan
karena malasnya seorang suami.

Kesepuluh, Cuek Pada Anak

Mendidik  anak tidak saja tanggung jawab seorang istri melainkan lebih
dari  itu  tanggung  jawab  seorang suami. Perhatikan surat Luqman, di
sana kita menemukan pesan seorang ayah bernama Luqman, kepada anaknya.
Ini menunjukkan bahwa seorang ayah harus menentukan kompas jalan hidup
sang  anak.  Nabi saw. Adalah contoh seorang ayah sejati. Perhatiannya
kepada  sang  cucu  Hasan  Husain  adalah  contoh nyata, betapa beliau
sangat   sayang  kepada  anaknya.  Bahkan  pernah  berlama-lama  dalam
sujudnya, karena sang cucu sedang bermain-main di atas punggungnya.

Kini  banyak  kita  saksikan  seorang  ayah  sangat cuek pada anak. Ia
beranggapan  bahwa mengurus anak adalah pekerjaan istri. Sikap seperti
inilah yang sangat tidak disukai para wanita.

Kesebelas, Menang Sendiri

Setiap  manusia  mempunyai perasaan ingin dihargai pendapatnya. Begitu
juga seorang istri. Banyak para istri tersiksa karena sikap suami yang
selalu  merasa  benar  sendiri.  Karena  itu  Umar bin Khaththab lebih
bersikap  diam  ketika  sang  istri  berbicara. Ini adalah contoh yang
patut  ditiru.  Umar  beranggapan bahwa adalah hak istri mengungkapkan
uneg-unegnya  sang  suami.  Sebab  hanya  kepada suamilah ia menemukan
tempat  mencurahkan  isi  hatinya.  Karena itu seorang suami hendaklah
selalu lapang dadanya. Tidak ada artinya merasa menang di depan istri.
Karena  itu  sebaik-baik  sikap adalah mengalah dan bersikap perhatian
dengan  penuh  kebapakan.  Sebab  ketika  sang  istri ngomel ia sangat
membutuhkan  sikap  kebapakan  seorang  suami. Ada pepetah mengatakan:
jadilah air ketika salah satunya menjadi api.

Keduabelas, Jarang Komunikasi

Banyak para istri merasa kesepian ketika sang suami pergi atau di luar
rumah.  Sebaik-baik  suami  adalah  yang  selalu mengontak sang istri.
Entah  denga  cara  mengirim  sms atau menelponnya. Ingat bahwa banyak
masalah  kecil  menjadi  besar  hanya karena miskomunikasi. Karena itu
sering  berkomukasi  adalah  sangat menentukan dalam kebahagiaan rumah
tangga.

Banyak  para  istri  yang  merasa jengkel karena tidak pernah dikontak
oleh  suaminya  ketika  di  luar rumah. Sehingga ia merasa disepelekan
atau  tidak  dibutuhkan. Para istri sangat suka kepada para suami yang
selalu mengontak sekalipun hanya sekedar menanyakan apa kabarnya.

Ketigabelas, Tidak Rapi dan Tidak Harum 

Para istri sangat suka ketika suaminya selalu berpenampilan rapi. Nabi
adalah  contoh  suami  yang  selalu  rapi  dan  harum. Karena itu para
istrinya  selalu  suka  dan bangga dengan Nabi. Ingat bahwa Allah Maha
indah  dan  sangat  menyukai  keindahan.  Maka  kerapian  bagian  dari
keimanan.  Ketika  seorang  suami rapi istri bangga karena orang-orang
pasti  akan  berkesan  bahwa sang istri mengurusnya. Sebaliknya ketika
sang suami tidak rapi dan tidak harum, orang-orang akan berkesan bahwa
ia tidak diurus oleh istrinya. Karena itu bagi para istri kerapian dan
kaharuman  adalah cermin pribadi istri. Sungguh sangat tersinggung dan
tersiksa  seorang  istri,  ketika  melihat  suaminya sembarangan dalam
penampilannya dan menyebarkan bahu yang tidak enak. Allahu a lam

--------------------------------------------------------------------------------
Article printed from dakwatuna.com: http://www.dakwatuna.com
URL to article: 
http://www.dakwatuna.com/2008/13-sifat-laki-laki-yang-tidak-disukai-perempuan/




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke