MENBUDPAR
Bukittinggi Daerah Wisata 
yang Menyenangkan 

Objek wisata Jam Gadang kini menjadi ikon wisata Bukittinggi. (SK/Ami
Herman) 

Selasa, 10 Juni 2008

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik mengemukakan,
kota wisata Bukittinggi di Sumatera Barat termasuk destinasi (daerah
kunjungan wisata) positif dan menyenangkan di Indonesia. 

"Positif dan menyenangkan, itu karena wisatawan yang datang ke Kota
Bukittinggi selalu ingin datang lagi dan datang lagi ke daerah itu.
Sebab, (mereka) terkesan dengan pelayanan dan alamnya yang nyaman," kata
Jero Wacik di Padang, Sabtu lalu. 

 

Selain kota wisata Bukittinggi yang masuk kategori daerah wisata
percontohan, Menbudpar mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki
beberapa tempat lain yang bisa disebut nyaman dan menyenangkan. Daerah
itu antara lain Bali, Borobudur, Prambanan, dan Yogyakarta. 

Karena itu, Menbudpar meminta pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak
terkait di Bukittinggi mampu menjaga dan meningkatkan citra positif
tersebut. 

 

Menurut dia, citra positif Bukittinggi juga diakui di luar negeri. "Saat
di Malaysia saya bertemu sejumlah pejabat dan warga di negara itu, yang
mengatakan pernah datang ke Bukittinggi dan mendapat pelayanan baik
sehingga mereka ingin lebih sering datang ke kota wisata di Sumbar ini,"
katanya. 

 

Ia menambahkan, pejabat dan warga itu menyatakan sangat terkesan setelah
mengunjungi istana dan rumah Bung Hatta di Bukittinggi dan rumah Buya
Hamka. "Mereka bilang, ingin sering datang ke tempat-tempat itu," kata
Jero Wacik. 

Lebih lanjut ia menyebutkan, di Indonesia juga banyak daerah kunjungan
wisata negatif. Artinya, pelayanannya sangat buruk dan wisatawan kapok
untuk datang lagi. Wisatawan, menurutnya, datang untuk yang pertama dan
terakhir ke daerah kunjungan wisata negatif itu. 

 

Tanda-tanda daerah kunjungan wisata negatif, menurutnya, adalah
menetapkan harga jual barang sangat tinggi kepada wisatawan. 

Contohnya, harga kelapa muda yang biasanya dijual Rp 5.000 per butir
dijual Rp 15 ribu apabila yang membelinya adalah wisatawan terutama dari
mancanegara. 

Kemudian barang yang dipajang atau yang ditawarkan kepada wisatawan,
kata Jero, adalah yang berkualitas baik, tapi setelah dibeli langsung
ditukar dengan barang berkualitas rendah. Akibatnya, banyak wisatawan
merasa dirugikan dan kapok datang lagi ke daerah kunjungan wisata
tersebut. 

 

Menurut dia, kekecewaan wisatawan minimal menimbulkan dua dampak.
Pertama, dirinya tidak mau datang lagi. Kedua, akan berkata kepada lain
tentang pengalaman buruknya saat berkunjung ke daerah wisata negatif
tersebut. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan pihak terkait
untuk menciptakan dan mempertahankan daerah kunjungan wisata positif,
karena meningkatnya arus kunjungan wisata akan berdampak pada membaiknya
ekonomi daerah dan masyarakatnya. (Ami Herman) 

 

         
Copy Right (c)2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i <http://www.hanoman-i.com> 

        
        

        
        
Copy Right (c)2000 Suara Karya Online
Powered by Hanoman-i <http://www.hanoman-i.com>         

  




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke