Lukman yang berharap ejekannya menjadi tantangan bagi si tabib untuk membuktikan kemampuannya jadi kecele karena si tabib tidak menanggapi seperti yang diharapkannya. Tapi jawaban dari sang tabib membuat kedua pandeka yang kaya pengalaman seperti Konek dan Tangan Siluman menyadari satu hal, hanya orang yang berkepandaian dan tahu bagaimana hebat dirinya saja yang tidak terpengaruh dengan ejekan yang dilontarkan oleh tuan muda mereka. Mereka berdua saling melemparkan pandangan mata dan memberi isyarat satu dengan yang lain seolah ingin mengatakan jangan-jangan inilah tabib yang mereka cari itu. Malik yang sedang memandang ke arah kakek Konek melihat hal itu, dia seorang pemuda yang sangat cerdik dan dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua orang tua itu.
Cepat dia menggunakan ilmu pengirim suara kepada pandeka Konek,"Kek, ada apa ? Apa kakek berpikir bahwa tabib ini di Dewi Tangan Dingin yang sedang menyamar?" "Benar tuan muda, kami berpikir dari perkataan beliau dari tadi sepertinya dia si Dewi Tangan Dingin, karena aku merasa dia terlalu percaya diri dan merasa yakin kita memerlukan bantuannya makanya dia menjadi bertingkah begini. Lebih baik kita memperkenalkan diri kita pada dia siapa tahu mendengar kebesaran nama kita, dia jadi mau membantu kita." "Iya, kamu benar kakek, dari tadi kita belum perkenalkan diri kita padanya mungkin karena itu dia tersinggung dengan kita, seolah-olah merasa tidak dihargai oleh kita. Sekarang juga aku akan memperkenalkan diri kita padanya siapa tahu dia mau membantu kita,"balas Malik. "Tabib, kami minta maaf sekali lagi, dari tadi kami belum memperkenalkan diri kami kepada anda, sehingga menjadikan pembicaraan ini tidak enak karena saling belum mengenal." Sang tabib diam saja mendengar perkataan dari Malik itu, dalam hati dia berpikir pemuda ini merupakan seorang pemuda yang mempunyai sopan santun pergaulan yang baik sekali. Pemuda yang baik sekali didikan keluarganya, walaupun sudah dihina dari tadi tapi masih bisa sabar dan tetap ingin memperkenalkan dirinya. Pemuda yang mempunyai tekat dan tahu bagaimana mendapatkan apa yang dia inginkan dengan cerdik sekali. Lawan yang tidak boleh dianggap remeh, jika menjadi musuhnya benar-benar pemuda pilih tanding. Lukman yang sudah sebal sekali dengan sang tabib mendengar perkataan Malik menjadi tambah jengkel,"Eh Malik, untuk apa lagi kita perkenalkan diri kita pada tabib sombong ini, hayo lekas kita keluar dari sini sebelum aku ingin menghantam sesuatu melampiaskan kekesalanku." Cepat Lukman berjalan keluar untuk segera meninggalkan tempat yang membuat darahnya naik ke ubun-ubun setiap mendengar perkataan sang tabib. Dia yang terbiasa disanjung dan diperlakukan hormat oleh orang-orang yang ada di sekitarnya tidak menerima perlakuan yang seperti itu. Sebenarnya dia bukanlah pemuda yang gila hormat atau haus kekuasaan, tapi entah kenapa setiap perkataan dari tabib itu menyinggung harga dirinya dengan telak sekali. Mungkin karena kecemasannya akan penyakit sang ibu dan kelelahan dia mencari sang tabib belum ketemu juga membuat dia cepat sekali naik darah dan tidak bisa melihat situasi dengan jernih seperti biasanya yang dia lakukan setiap menghadapi persoalan seberat apapun. Kedua kakek dan sepupu dia kebingungan melihat sikapnya seperti itu, tidak biasanya Lukman bersikap seperti ini. Kesabaran dan ketenangan dia dalam menghadapi situasi yang berat selalu membuat dia dikagumi oleh keluarga dan bawahannya bahkan oleh kedua kakek itu. Tapi kini sepertinya dia tidak bisa mengontrol emosinya, ini terlihat sejak 2 hari yang lalu dan tadi pagi ketika dia hampir berkelahi dengan sepupunya. Apa yang berkecamuk di pikiran pemuda ini, apa mungkin dia merindukan Dela, sang pujaan hati? "Nah kalian dengar tuh apa yang dikatakan teman kalian, cepat kalian susul dia sebelum racun dalam tubuhnya membuat dia pingsan di jalanan,"kata sang tabib tiba-tiba. Kaget juga mereka mendengar perkataan sang tabib, antara percaya dan tidak percaya mereka memandang sang tabib dan Lukman bergantian. Tapi melihat wajah sang tabib yang serius dan berkerut begitu membuat mereka buru-buru mengejar Lukman keluar. Benar saja kira-kira 5 tombak dari rumah sang tabib, mereka menemukan Lukman yang tergeletak di jalanan. Wajahnya membiru dan mulutnya mengeluarkan busa serta nafasnya kembang kempis, cepat kakek tangan Siluman mengangkat tubuh Lukman dan segera mereka berlari kembali menuju rumah sang tabib. Mereka sudah tidak menemukan sang tabib lagi, tapi di meja di dekat tabib duduk tadi ada 1 buah botol obat dan surat dari sang tabib yang isinya menyuruh mereka memberikan 1 butir obat yang ada dalam botol kepada Lukman secepatnya dan terus meminumkan obat ini 3 kali sehari selama 2 hari berturut-turut agar racun dalam tubuhnya bisa punah. Dan tabib memperingatkan kepada mereka untuk berhati-hati karena ada orang yang ingin mencelakai mereka. Cepat Malik mengeluarkan obat dari dalam botol dan meminumkannya pada Lukman, tidak lama Lukman sadarkan diri dan kebingungan apa yang telah terjadi pada dirinya. Ketika diceritakan, dia terkejut dan malah berpikir bahwa tabib itu yang meracuni dirinya bukankah tabib itu bilang mereka sudah kena racun begitu memasuki rumah itu. Tapi Malik dan kedua pendekar tua itu tidak yakin tabib itu bermaksud jahat pada mereka, daripada ribut terus dengan Lukman akhirnya mereka memutuskan untuk kembali dulu ke penginapan menemui yang lain. Sekembalinya ke penginapan, Kasman dan yang lain sudah menunggu mereka dengan berita yang tidak kalah mengejutkan, ternyata musuh bebuyutan perguruan mereka juga datang ke daerah ini, terlihat dari tanda-tanda yang mereka tinggalkan. Memang dari dulu Rangkayo Padang Jati dan perguruan Ula Jati bermusuhan dengan perguruan Merak Hitam yang merupakan perkumpulan golongan sesat yang selalu mengganggu ketentraman penduduk dengan aksi perampokan dan pembunuhan mereka. Beberapa kali mereka bentrok dengan perguruan Merak Hitam, terakhir bentrok anak kedua dari ketua Merak Hitam meninggal di tangan Lukman. Dendam perguruan Merak Hitam semakin menggila terhadap kedua keluarga ini, oleh karena itu ayah Lukman sampai menyewa pendekar-pendekar hebat untuk menjaga rumahnya. Dan Lukman sendiri oleh orang tuanya dikirim ke sebuah nagari kecil di Prabumulih, selatannya Pulau Andalas untuk berguru dengan Pandeka yang sudah lama mengundurkan diri dari dunia persilatan yang masih merupakan adik tiri dari nenek ayah Lukman dan bergelar Pandeka Walet Selatan. Lukman juga baru kembali setelah berguru hampir 3 tahun lamanya dengan pandeka itu, baru beberapa bulan dia kembali ibunya sudah kena musibah seperti ini. Berat dugaan penyakit sang ibu dilakukan oleh orang-orang perguruan Merak Hitam yang suka menggunakan racun jika menghadapi lawan yang berat. Mereka menghalalkan segala cara agar bisa menang dari musuh-musuh atau orang yang diincar oleh mereka, tapi masalahnya pihak Lukman belum bisa membuktikan bahwa ini perbuatan perkumpulan sesat itu. Kini mendengar kabar bahwa musuh mereka ada di daerah yang sama dengan mereka mau tidak mau Lukman harus mempercayai tabib itu tidak bermaksud mengerjai mereka. Yang lain berhasil meyakinkan Lukman bahwa mungkin saja musuh mereka yang meracuninya, dan mereka harus segera mencari tabib itu untuk membantu mereka. Segera mereka kembali berpencar mencari tabib itu, dari penduduk mereka mendengar sang tabib sudah pergi ke luar nagari dengan kuda putihnya bahkan penduduk tidak sempat untuk menyatakan terima kasih kepada sang tabib. Bagaimana caranya menemukan si tabib sakti, Dewi Tangan Dingin ? Bagaimana tanggapan Lukman, Kasman dan Malik ketika mengetahui tabib tua itu merupakan seorang dara yang sangat cantik jelita ? Dan apa pula tanggapan Kahar mendapat lawan dalam memperebutkan cinta kasih sang dara ? Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
