Assalamualaikum ww

Adi Dunsanak kasadonyo,

Setuju dengan semua pendapat dunsanak ttg rencana mencari ikon utk Wisata 
Minang. Semuanya bagus. Tetapi akan jauh lebih bagus lagi jika kita ajak dan 
kumpulkan semua artis Minang, setengah Minang atau yang suka Minang (Minang 
Lovers seperti Johan Backir), dan partisipan Minang utk diajak secara 
bersama-sama membantu Promosi Pariwisata Sumbar ini. Pendekatan ini jauh lebih 
aman tanpa mengukur-ngukur kadar ke Minangannya yang pasti semua sangat 
relatif... 

Kalau hanya satu orang saja yg dijadikan ikon, sayang potensi jumlah artis 
Minang yang BANYAK SEKALI jumlahnya tidak teroptimalkan dengan baik. Apalagi 
kalau sebagian artist tsb masih pulo punya 'mahzab' tagak samo tinggi duduak 
samo randah. Mana mau lagi dia terlibat utk bantu promosi Sumbar. "Awak kan 
indak ikon gai do...", cek nyo...kan rugi awak jadi nyo tu... 

Yang kita harapkan dari para artis2 ini cukup sederhana. Krn mereka sudah jadi 
public figures, kita harapkan agar disetiap kesempatan, apalagi pada acara2 
besar yang diliput TV, agar mereka2 itu "nyeletuk": "Ayo berwisata ke Ranah 
Minang dong...", "Kapan mau berkunjung ke kepingan tanah sorga yang jatuh ke 
bumi nih...?", "Apa sudah pernah liat Grand Canyon Indonesia...", dlsbnya. 
Celetukan2 seperti ini yang sering dilakukan oleh Tantowi. Termasuk pada saat 
launching Visit Indonesia Year 2008 pada bulan Desember 2007 lalu di JCC yang 
disiarkan langsung oleh bbrp stasiun TV. Disela dia jadi MC tsb, inyo laluan 
juo galeh kampuangnyo: "Perlu diketahui juga bahwa Tahun 2008 juga merupakan 
Visit Musi Year untuk Sumatera Selatan...". Bagi dunsanak didunia perikalanan 
dan entertainment, pasti tahu harga satu kalimat celetukan tsb kalau dibayar 
utk ukuran Tantowi...:) Bayangkan jumlah "tantowi" Minang yang puluhan tsb 
kalau mereka mau membantu gratis mendukung
 Visit Minangkabau 2009. Jadi baiknya tidak satu orang ikon saja...

Jadi himbauan ambo pribadi, agar Pemda Sumbar, jangan hanya beraninya 
"nyeletuk" di Media LOKAL saja. Datanglah ke pusat dunia entertainment di 
Jakarta dan "rangkul" semua Artis2 Minang & para Minang Lovers itu. TIDAK PERLU 
GENGSI melakukan hal itu. Suka atau tidak suka, suara para artis tsb lebih 
berpeluang untuk didengar di dunia Marketing dari pada suara himbauan kita... 
Malah secara politis, langkah merangkul artis2 ini kemungkinan akan bisa 
mengangkat citra para pejabat itu sendiri. Apalagi kalau bisa "mengemasnya" 
sedemikian rupa dengan cantiknya... Tapi buat dululah program yang jelas agar 
mereka mudah dan BANGGA menyuarakannya...!! 

Kalau hanya statement di Media Lokal saja, mestinya lebih utk menghimbau 
masyarakat Sumbar agar lebih siap menerima tamu (4 Rancak 5 Lamak Bana...?) dan 
himbauan agar masyarakat kita siap MEMBERSIHKAN TOILET UMUM...! Kata Mahatir 
sblm Malaysia melakukan promosi "gila-gilaan" utk Pariwisatanya: "Jangan bicara 
Pariwisata dulu sebelum kalian paham bagaimana membersihkan toilet...!".

Tapi rasanya saya kurang baca kalau ada himbauan 'gencar' dari Pemda ke 
masyarakat ttg hal ini. Apa takut akan dianggap akan menghina masyarakat...? 
Dilingkungan awak iko susahnyo, kalau dibisiak-bisiakan sajo, icak-icak indak 
mangarati. Tapi kalau dibuek dan diumumkan terbuka, bangih pulo... "Apo salamo 
iko kami indak barasiah di kampuang iko...? Kami sumbayang ko mah... Limo kali 
sahari... Apo dek karano ka malayani urang kayo, kami dipaso-paso 
mambarasiahkan kakuih tu...?". Nah lo... kamari bedo... kalau memang indak 
mangarati bahwa ini BISNIS yang akan menghasilkan PITIH PITIH PITIH.....!!

Satu lagi saran ke Pemda dan Para Pelaku Pariwisata di Sumbar: Perbanyaklah 
sarana PERMAINAN di area obyek2 wisata tsb. Termasuk permainan untuk anak2. 
Wisatawan tidak cukup hanya disuguhkan dg keindahan tanah sorga yang sudah 
"given" itu saja: "Subhanallah...rancak nyo...". Tapi setelah itu mereka pulang 
dan gak balik lagi... Jangan lah terlalu "pede" banget dengan cuman menjual 
keindahan alam doang... Cobalah kita inok-inok an baliak, mengapa kita tertarik 
berwisata lagi ke suatu tempat yang kita sukai dengan keluarga? Apakah krn 
banyak permainannya atau memang krn keluarga anda hanya PECINTA KEINDAHAN ALAM 
doang...? Rasanya berwisata adalah for having fun & leisure disamping bbrp 
alasan lainnya...

Mohon maaf talabiah takurang. Semoga berkenan. Kalau kurang berkenan, ya mohon 
maaf lagi lah...:) Krn memang cuman itu yang ambo tau...

Wassalam,
Nofrins/48
"biar foto yang bicara"
"mari pabanyak kodak kampuang masiang-masiang"


----- Original Message ----
From: Bot S Piliang <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, June 14, 2008 2:02:34 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Jelang Visit Minangkabau 2009, Arzetti Bilbina 
sebagai icon wisata Sumbar...gmn??

Sebenarnya, apa kadar keminangan sangat-sangat urgent dalam hal ini. Anang 
orang Sitbondo, KD orang Malang, tapi kok malah jadi icon "Enjoy Jakarta". 
Pertimbangan saya memilih Arzetti karena dalampandangan saya pribadi, beliau 
memiliki citra yang bagus, karir dan keluarga pun seimbang. Masalah memanggil 
nama anaknya Mbak dan Mas, apa di Padang seniri sudah menggejala hal tersebut. 
Mana ada petuas bank atau spermaket mau menoleh ketiak dipanggil uni??
Kedua, target pariwisata Sumbar adalah wisata keluarga, jadi ga mungkin Dorce, 
Zaskia, Melanie dimasukkan, karena belum bekeluarga dan kalaupun ekeluarga 
belum tentu citra keluarga bahagia yang dibangun sama dengan Arzetti.
Buat saya, keminangan itu bukan karena dia suka samba aldo atau kecap, bukan 
karena dia suka pakekebaya ketimbang baju kurung tapi lebih dari itu.
Saya ingat, bagaimana Arzetti dengan lugas mengatakan kalau dia tidak bis 
amakan selain masakan padang dan nyata mengaku urang awak.
Iko sekedar masukan saja. Karena, mohon maaf...kebanyakan (indak sadonyo) ajang 
Uda Uni, Bujang Gadih yang nampak di ambo kini tak labiah dari pajangan 
anak-anak pejabat yang dipoles 1-2 bulan untuk mendapek'an 3 B nan tun (mohon 
maaf kalau ambo salah). Lagian, kalau seseorang tapiliah jadi uda dan uni atau 
semacamnyo, alun tatu nilai komersil nyo kancang..
Karena ambo berpikir, urang Padang tentu akanmengataka Padang/Sumbar itu indah 
karena dia memang orang sana, setiap orang akan mengiyakan dengan bas abasi. 
Hal ini berbeda kalau yang menyampaikan orang yang bukan dari daerah tersebut.

Sekedar saran. Mohon maaf kok ado nan talantuang kanaiak, taendo ka turun.

Salam
Bot SP

Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Ww
 
Iko cuma berandai-andai.....
 
kito piliah si Imel ...., jadi icon.... taruih babarapo wakatu barisuak... dek 
'taguliciak-tagurajai' bajodoh pulo inyo jo urang makassar.....
di suruahlan si Imel ko maajakan ka anaknyo ba "daeng-daeng".... dek sabagai 
istri muslimah nan sholehah... indak pulo dapek di si Imel ko ma indak kan 
doh..,dek suaminyo adolah Imam di rumah tangganyo.....
 
Taruih baa di awak... ka di putuih kan kontrak-nyo.....?
 
Itu sisi lain nan ambo liek dalam hal Arzetti B....
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke