Oleh : Ahmad Syafii Maarif

Republika, Selasa, 10 Juni 2008

http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=337056&kat_id=19

Adalah sahabat saya, pengusaha Maher Algadrie (putra Hamid Algadrie, 
seorang pejuang nasional dari Partai Sosialis Sutan Sjahrir), yang 
pernah bertutur kepada saya bahwa dari keturunan Arab Yaman ada yang 
punya gen radikal dan revolusioner. Saya tidak tahu apakah seorang Habib 
Rizieq Shihab, Abu Bakar Ba'asyir, Abdullah Sungkar, Habib Alhabsyi, dan 
sederetan yang lain, punya nasab revolusioner dari Yaman itu. Watak 
radikal dan revolusioner dengan mudah sekali dapat berubah menjadi 
beringas jika lepas kendali dari akal sehat dan kejernihan sikap.

Tetapi, kita jujur bahwa ideologi radikal ini tidak hanya dimiliki oleh 
gen Yaman. Hampir semua suku bangsa di muka bumi punya gen serupa. Untuk 
Indonesia, sejak 10 tahun terakhir, secara kebetulan dipimpin oleh warga 
Indonesia keturunan Arab dengan pakaian yang serbakhas Arab. Wawancara 
saya dengan Sinar Harapan beberapa hari yang lalu, yang menyebut Arab 
tidak tertuju kepada teman-teman Arab yang berbudaya damai, intelektual, 
santun, dan menyatu. Dengan pernyataan ini, saya berharap agar riak-riak 
dan protes-protes kecil yang langsung disampaikan kepada saya oleh 
teman-teman keturunan Arab, semuanya adalah sahabat saya, posisinya 
sekarang sudah menjadi terang.

Jika telah terjadi sedikit salah paham, anggaplah Resonansi ini 
mengakhiri kontroversi itu. Tidak ada niat secuil pun untuk melansir 
rasisme dalam wawancara itu. Seluruh napas hidup saya mengembuskan 
formula ini: Lawan segala bentuk rasisme karena ia adalah daki kelam 
peradaban. Di samping antirasisme, saya juga menentang beringanisme dan 
budaya kekerasan.

Lebih jauh, saya ingin menjelaskan posisi saya sebagai seorang 
egalitarian. Berdasarkan pemahaman saya terhadap ayat 13 surat 
Alhujurat, “Sesungguhnya kamu yang termulia di sisi Allah adalah yang 
paling takwa.” Bagi saya, ayat ini adalah deklarasi yang paling 
fundamental tentang doktrin persamaan posisi manusia di depan Allah dan 
sejarah.

Siapa pun, tidak peduli keturunan siapa, nasab apa, raja, dan rakyat 
jelata, punya posisi yang sama untuk merebut dan meraih martabat takwa 
itu. Di depan ayat ini; raja, sultan, khalifah, pangeran, amir, para 
habib (haba'ib), qaba'il, sayyid, darah biru, darah kuning, darah 
campuran, dan mereka yang merasa lebih dari yang lain; tanpa takwa, 
seluruhnya rontok berguguran dan tidak punya bobot apa-apa di mata 
Allah. Pertanyaannya adalah mengapa sebagian umat Islam masih saja 
berbangga diri dengan serbanasab dan keturunan?

Tidak jarang terjadi; melalui akuan keturunan nabi atau keturunan raja 
si anu, hulubalang si anu; telah berlaku perbudakan spiritual di 
kalangan sementara umat yang menjadi pengikutnya, pengikut yang telah 
kehilangan daya kritikal, kejernihan, dan akal sehat, modal yang teramat 
dasariah bagi manusia merdeka. Dalam pemahaman saya terhadap Alquran, 
hanya manusia merdeka sajalah yang layak diberi martabat mulia, baik di 
sini maupun di sana nanti. Budak, tidak semata-mata mereka yang dirantai 
kakinya. Budak juga mereka yang tidak punya keberanian untuk menjadi 
menusia merdeka.

Akhirnya, seperti halnya suku-suku lain di muka bumi yang lebih memilih 
hidup damai, harmoni, dan rukun, keturunan Arab pun berada dalam 
kategori ini, kecuali kelompok-kelompok beringas dan menganut ideologi 
kekerasan dalam mencapai tujuan. Dan, ini adalah sebuah penyakit 
peradaban (baca: kebiadaban) yang terdapat pada semua suku bangsa yang 
telah kehilangan keseimbangan dalam hidup bermasyarakat. Mereka adalah 
musuh peradaban yang sebenarnya. Bola sejarah harus digiring ke kutub 
peradaban, bukan ke kutub lawannya, jika bumi ini mau dijadikan tempat 
tinggal yang damai, sejuk, dan penuh persaudaraan lintas suku, bangsa, 
agama, dan latar belakang.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke