Segera mereka melihat arah yang ditunjuk oleh Lukman, mereka melihat pohon
itu biasa-biasa saja seperti umumnya pohon. Tapi pandeka Tangan Siluman
punya pemikiran lain, jika sampai tuan muda bertanya pasti ada sesuatu pada
pohon itu, cepat diarahkan kudanya mendekati pohon tersebut. Setelah
mengamati beberapa saat dia melihat pohon itu berubah warna menjadi abu-abu
sebesar lingkaran gelas minum teh di bagian tengah pohon. Dia menjulurkan
tangannya untuk menyentuh pohon, tapi segera Malik berteriak untuk
mencegahnya.

"Jangan sentuh pohon itu kakek, nanti bisa kena racun yang mematikan!"

Kaget pendekar ini mendengar pernyataan Malik, untung dia belum menyentuh
pohon itu, kalau tidak bisa mati tanpa tahu sebabnya.

"Tuan muda, kenapa kalian bisa tahu pohon ini mengandung racun?"

"Tadi di kejauhan kami mendengar suara pertarungan dan waktu kami hampir
mendekati tempat ini tiba-tiba suara pertarungan itu berhenti dan kami masih
mendengar suara seseorang berkata, Berani sekali kalian main racun jahat di
sekitarku, nih rasakan racunku, aku ingin lihat apakah kalian sanggup
menyembuhkan diri, Bilang pada guru kalian si Merak Hitam kalau dia berani
main racun jahat lagi mencelakai orang, aku tidak akan segan-segan lagi
membuat dia menyesal belajar ilmu racun. Kemudian terdengar teriakan
kesakitan, dari mulut beberapa orang, dan pas kami sampai suasana sudah
sunyi seperti tidak pernah terjadi sesuatu di sini. Mereka semua telah pergi
dengan cepat sekali, Lukman mengejar ke arah kiri dan aku mengejar ke arah
kanan, tidak lama aku mengikuti bayangan orang itu aku mendengar dia
berkata, anak muda berhati-hatilah lebih baik segera kau susul sepupumu itu,
sebelum dia menjadi mayat pulang ke rumah kalian. Aku sudah tidak bisa
melindungi kalian lagi sekarang karena tugasku sudah mendesak sekali harus
diselesaikan segera, dan mengenai ibu kalian, ambilah obat ini untuk
diberikan kepada beliau, aku sudah mengetahui apa penyebab penyakit ibu
kalian dari orang perguruan Merak Hitam, ibu kalian diracuni oleh mereka,
dan ini obat penawarnya, mudah-mudahan bisa cepat sembuh."

"Aku terkejut sekali tiba-tiba ada benda yang melesat dengan cepat sekali ke
arahku, cepat aku menangkap benda tersebut, dan di tanganku ada 1 kantong
kecil serta di dalamnya ada 6 butir obat berwarna kuning dan berikut kertas
cara penggunaannya. Karena menangkap obat itu aku agak tertunda mengikuti
bayangan tersebut, jadi aku sudah tidak bisa mengejar lagi. Dari perkataan
orang itu aku berkesimpulan semua bentuk aneh di sekitar daerah ini pasti
mengandung racun, makanya aku melarang kakek untuk menyentuh pohon
tersebut."

"Tuan muda Lukman, bagaimana dengan dirimu? Apa yang terjadi, tidak dapatkah
kau mengejar bayangan yang lari ke arah kiri?" Tanya Pandeka Tangan Siluman.

"Tidak, aku tidak berhasil mengejar mereka, karena ketika aku sudah hampir
mendekati mereka, tiba-tiba mereka membalikan badan menyambitkan pisau
belati ke arahku, diserang seperti itu buru-buru aku menghindarinya.
Walaupun aku tidak bisa mengejar mereka lagi, tapi aku yakin mereka itu
orang perguruan Merak Hitam karena aku melihat bendera mereka dipegang oleh
salah satu dari mereka. Cepat aku kembali ke sini karena menguatirkan Malik
mengejar bayangan ke arah berlawanan itu."

"Waktu aku sampai di sini aku melihat Malik juga baru sampai, lalu dia
menceritakan apa yang terjadi padaku, tapi aku masih tidak mempercayainya.
Kami bertengkar dan hampir aku membuang obat itu kalau tidak kebetulan lewat
sahabat ayah, Datuak Marindiang, beliau melihat dan memeriksa obat yang ada
di tangan Malik, dan beliau mengatakan bahwa benar obat ini obat pemunah
segala racun yang merupakan obat andalan dari Tabib Mato Tigo. Dia
mengetahui obat ini dari bau dan warna kuningnya yang khas, karena dulu dia
pernah minum obat manjur ini ketika dia kena racun jahat juga. Mendengar
omongan beliau baru aku mempercayai bahwa obat ini adalah obat manjur."

"Ke mana perginya Datuak Marindiang sekarang, tuan muda. Aku sudah lama
tidak bertemu beliau, ingin sekali berbincang-bincang menukar pengalaman
dengan beliau."

"Ala kakek Konek bilang saja kau mau mengajak dia bertanding ilmu silat lagi
kan ? Kau tidak terima kekalahanmu yang dulu bukan ?" sahut Kasman dengan
senyum usilnya.

Mendengar perkataan Kasman, pandeka Konek langsung cemberut dan mendelik
kepada pemuda yang polos dan nakal itu.

"Setelah memberi penjelasan kepada kami, beliau menanyakan kepada Malik ke
mana arah orang yang memberikan obat ini pergi, Malik menunjukan ke arah
mana dia pergi dan beliau langsung menyusulnya. Sempat sebelum beliau pergi
beliau mengatakan kepada kami untuk mempelajari daerah sekitar sini agar
kami bisa mengenali bau khas yang dikeluarkan oleh racun dari Perguruan
Merak Hitam agar kelak nanti kami bisa mengantisipasinya."

"Kenapa beliau mengejar orang itu, apakah beliau sakit?"

"Aku sempat menanyakan hal itu kepada beliau, kata beliau, dia mendengar
kabar bahwa orang tersebut adalah murid Tabib Mato Tigo, dan katanya kakek
itu selalu membangga-banggakan keahlian pengobatan cucunya yang sudah
menyamai dia dalam usia yang muda sekali. Dan juga beliau penasaran sekali
apakah wajah nona tersebut secantik kakaknya yang sangat terkenal di kota
raja dengan sebutan Dewi Nan Kuniang."

"Dasar tua bangka mata keranjang tidak bisa melihat rupa cantik nan rupawan,
langsung saja mau caliak (lihat," gerutu pandeka Konek bersungut-sungut.

Bersambung....


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke