Terima kasih arnoldiso
 
k suheimi

--- On Tue, 6/17/08, Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Sepucuk surat dari seorang ayah
To: [email protected]
Date: Tuesday, June 17, 2008, 3:06 AM

Sepucuk surat dari seorang ayah

Aku  tuliskan surat ini atas nama rindu yang besarnya hanya Allah yang
tahu.  Sebelum  kulanjutkan,  bacalah  surat ini sebagai surat seorang
ayah  kepada anaknya yang sesungguhnya bukan miliknya, melainkan milik
Tuhannya.

Nak, menjadi ayah itu indah dan mulia. 

Besar  kecemasanku  menanti  kelahiranmu dulu belum hilang hingga saat
ini.  Kecemasan  yang  indah  karena  ia didasari sebuah cinta. Sebuah
cinta yang telah terasakan bahkan ketika yang dicintai belum sekalipun
kutemui.

Nak, menjadi ayah itu mulia.
Bacalah sejarah Nabi-Nabi dan Rasul dan temukanlah betapa nasehat yang
terbaik itu dicatat dari dialog seorang ayah dengan anak-anaknya.

Meskipun  demikian,  ketahuilah Nak, menjadi ayah itu berat dan sulit.
Tapi  kuakui,  betapa sepanjang masa kehadiranmu disisiku, aku seperti
menemui  keberadaanku, makna keberadaanmu, dan makna tugas kebapakanku
terhadapmu.

Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling
aku  banggakan  di  depan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan, ketika aku
duduk berduaan berhadapan dengan-Nya, hingga saat usia senja ini.

Nak, saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk engkau sebagai buah
cintaku  dan  ibumu.  Sebagai  bukti  bahwa  aku  dan  ibumu  tak lagi
terpisahkan oleh apapun jua.

Tapi  seiring  waktu,  ketika  engkau  suatu kali telah mampu berkata:
"TIDAK",

timbul  kesadaranku  siapa  engkau sesungguhnya. Engkau bukan milikku,
atau milik ibumu Nak.

Engkau lahir bukan karena cintaku dan cinta ibumu. Engkau adalah milik
Tuhan.

Tak   ada   hakku  menuntut  pengabdian  darimu.  Karena  pengabdianmu
semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.

Nak,  sedih, pedih dan terhempaskan rasanya menyadari siapa sebenarnya
aku dan siapa engkau.

Dan  dalam waktu panjang di malam-malam sepi, kusesali kesalahanku itu
sepenuh -penuh air mata dihadapan Tuhan.

Syukurlah, penyesalan itu mencerahkanku.

Sejak  saat  itu Nak, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada
pemilikmu yang sebenarnya.

Membuatmu  senantiasa berusaha memenuhi keinginan pemilikmu. Melakukan
segala sesuatu karena-Nya, bukan karena aku dan ibumu.

Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi
dan dicintai Tuhan.

Inilah usaha terberatku Nak,
karena  artinya  aku  harus  lebih  dulu memberi contoh kepadamu dekat
dengan Tuhan.

Keinginanku  harus  lebih  dulu  sesuai  dengan  keinginan Tuhan, agar
perjalananmu  mendekati-Nya  tak lagi terlalu sulit. Kemudian kita pun
memulai  perjalanan  itu  berdua,  tak  pernah engkau kuhindarkan dari
kerikil tajam dan lumpur hitam.


Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain.
Saat  engkau  mengeluh  letih  berjalan,  kukuatkan engkau karena kita
memang tak boleh berhenti.


Perjalanan mengenal Tuhan tak kenal letih dan berhenti, Nak. 
Berhenti  berarti  mati,  inilah  kata-kataku  tiap  kali  memeluk dan
menghapus air matamu, ketika engkau hampir putus asa.


Akhirnya Nak,
kalau  nanti,  ketika  semua  manusia dikumpulkan dihadapan Tuhan, dan
kudapati  jarakku  amat jauh dari-Nya, aku akan ikhlas. Karena seperti
itulah aku didunia.

Tapi, kalau boleh aku berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat
dengan Tuhan.

Aku akan bangga Nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita
kembalikan kepada pemiliknya.

(dari anonymous)






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke