Diet Sehat untuk Gout

Protein  adalah  nutrisi  yang  sangat  diperlukan  tubuh. Namun, bagi
penderita  gout  (asam  urat),  salah  satu jenis protein yang disebut
purin  harus  dihindari  atau  dibatasi  konsumsinya. Makanan apa saja
boleh dan tidak boleh dinikmati?

Rasanya  tidak  banyak  soto jeroan yang disantapnya, tapi Bagus harus
menelan  akibat  yang  luar biasa. Sendi ibu jari kakinya terasa nyeri
dan kaku. Kulit di atas sendi itu pun tampak membengkak kemerahan. Itu
tanda asam uratnya kumat.

Sejak  didiagnosis  terkena penyakit asam urat (gout), ia memang harus
benar-benar  memperhatikan  makanan  yang  diasup. Bahan pangan tinggi
purin,  seperti  jeroan,  daging  kambing,  dan makanan laut (seafood)
harus dihindari.

Memang  semua  jenis  makanan  itu  tergolong lezat dan mudah menggoda
selera.  “Kalau  hanya  sekali-kali menikmati yang enak-enak, masa iya
nggak  boleh,  Dok,”  kata  Bagus saat berkonsultasi ke dokter, sambil
meringis kesakitan.

Timbunan Kristal 

Menjalankan  diet  secara  teratur  tentunya  bukan  hal mudah. Selain
kesabaran  dan  ketekunan,  perlu  adanya  dukungan  dari  orang-orang
terdekat.  “Pada  awalnya  rata-rata  penderita asam urat memang sulit
mengontrol  diet rendah purin. Mereka bosan dan merasa tersiksa. Tapi,
kalau  sudah  merasakan  akibatnya,  kebosanan  itu akan hilang,” kata
Prof.  Handono  Kalim,  Sp.PD-KR,  rematolog  dari  RS  Syaiful Anwar,
Malang.

Purin  adalah protein dari golongan nukleoprotein. Asam urat merupakan
hasil akhir dari metabolisme purin. Peningkatan asam urat akan terjadi
bila  produksi  asam  urat meningkat atau karena pengeluaran asam urat
menurun.

Peningkatan  produksi  asam  urat  berasal  dari  makanan  yang banyak
mengandung  protein,  yang  akhirnya  meningkatkan  pembentukan purin.
Sementara  pengeluaran  asam urat dapat menurun akibat adanya penyakit
ginjal atau karena pemberian obat-obatan tertentu.

Kadar   asam  urat  yang  berlebihan  dalam  darah  dapat  menyebabkan
penimbunan kristal asam urat. Apabila penimbunan kristal itu terbentuk
pada   cairan  sendi,  terjadilah  penyakit  gout  (asam  urat).  Jika
penimbunan  itu  terjadi  pada  ginjal, akan muncul penyakit batu asam
urat dalam ginjal (batu ginjal).

Untuk  mengurangi pembentukan asam urat, konsumsi makanan tinggi purin
harus  dibatasi atau bahkan dikurangi. Karena itulah diet rendah purin
harus dilakukan oleh para penderita gout dan batu asam urat di ginjal.
Pola  diet  ini juga sekaligus bermanfaat untuk memelihara berat badan
tetap ideal.

Minum Lebih Banyak 

Dalam pengaturan diet, penderita asam urat dianjurkan membatasi asupan
purin  hanya  sekitar 120-150 mg per hari. Bahkan jika kadar asam urat
lebih  dari  10  mg/dL,  disertai pembengkakan sendi, dianjurkan untuk
mengonsumsi makanan bebas purin.

Bila kadar asam urat darah lebih dari ukuran normal (di atas 7 mg/dL),
hendaknya  menghindari  makanan  golongan  A  dan  membatasi  konsumsi
makanan  golongan  B. Yang masuk golongan A adalah hati, ginjal, otak,
jantung,  seafood, dan sebagainya. Makanan itu mengandung 150-1.000 mg
purin dalam setiap 100 gr bahan pangan.

Bahan  pangan  golongan  B  antara lain daging sapi, ikan laut, kacang
kering,  bayam,  kembang  kol, dan sebagainya. Kadar purin dalam jenis
makanan itu sekitar 50-150 mg purin dalam setiap 100 gr bahan pangan.

Jenis  makanan  yang  relatif  aman  untuk dikonsumsi yaitu yang masuk
golongan  C,  seperti  keju, susu, telur, oncom, dan sebagainya. Dalam
setiap 100 gr bahan pangan tersebut terkandung sekitar 0-15 mg purin.

Selain  menganut  pola  makan  sehat  seimbang  sesuai kebutuhan, para
penderita  asam  urat  juga  sebaiknya  menghindari  konsumsi alkohol.
Alkohol  merupakan  salah  satu sumber purin dan juga dapat menghambat
pembuangan purin melalui ginjal.

Pasien  juga  disarankan untuk banyak minum air putih. Pengeluaran air
seni  (urin)  sebanyak 2 liter atau lebih setiap harinya akan membantu
pembuangan  asam  urat  sekaligus  meminimalkan  pengendapan asam urat
dalam saluran kemih.

Meski  tidak  sebebas  orang  sehat  dalam memilih menu, bukan berarti
pasien  asam urat tak boleh menikmati masakan lezat. Yang jelas, semua
jenis  karbohidrat  seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka,
gula, hunkwe, makaroni, mi, bihun, roti, dan biskuit, boleh disantap.

Sementara  itu,  jenis  ikan,  ayam,  telur,  tahu,  tempe,  dan oncom
dibatasi  maksimal  50  gr/hari.  Daging dapat diganti dengan susu dan
keju yang kandungan purinnya rendah.

Hindari Obat Tertentu 

Jika pasien membandel dan penyakitnya kambuh, memang tersedia berbagai
terapi.  Bila  terjadi serangan akut, ada obat-obatan untuk mengurangi
peradangan,   seperti   obat  analgesik/NSAID,  kortikosteroid,  tirah
baring, atau kolkisin.

Setelah  serangan  akut  berakhir,  terapi  ditujukan untuk menurunkan
kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan
kolkisin  atau  obat  yang  memacu  pembuangan  asam urat lewat ginjal
(misalnya probenesid) atau obat untuk menghambat pembentukan asam urat
(misalnya allopurinol).

“Pemberian obat dan suplemen juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian
dari  pengobatan.  Untuk keadaan darurat bisa diberikan kompres dingin
atau  hangat  bila  terjadi pembengkakan pada bagian tubuh yang terasa
nyeri.  Lebih  lanjut  untuk  penyembuhan  atau  mengurangi terjadinya
risiko,  fisioterapi dapat dilakukan dengan bantuan tenaga ahli,” kata
Prof. Handono.

Namun,  kembali  ia  mengingatkan,  langkah  terbaik  yang  semestinya
dipilih  pasien  adalah  mencegah kekambuhan. Caranya, dengan menganut
diet yang tepat.

Penggunaan obat-obatan yang dapat menaikkan kadar asam urat darah juga
harus  dihindari. Obat-obat itu di antaranya aspirin, niasin, dan yang
bersifat sebagai peluruh kencing (diuretik).

Jadi,  bagi  Anda  yang  memiliki masalah artritis gout atau asam urat
tinggi,   segera   mulai   menata  pola  makanan  yang  cocok.  Ingat,
keberhasilan   mengendalikan   kadar  asam  urat  akan  membantu  Anda
mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Sumber : Senior




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke