Menyambut Gagasan Gubernur GF (2-Habis) 

 

Kamis, 19 Juni 2008 

 Oleh : Shofwan Karim, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar
Agaknya, penulis berani menduga bahwa sebagai hasil kontemplasi, Gub GF
ujung-ujungnya, sambil merumuskan pembumian "industri otak" itu secara
komprehensif, ada baiknya dimulai dulu dari dua gagasan. Pertama,
mendirikan sebuah yayasan (apapun namanya/dalam tulisan ini, YIM) yang
akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mereka yang berprestasi
tetapi  tidak mampu secara ekonomi. 

Selama ini, sepengetahuan penulis, Pemprov Sumbar sudah memberikan
beasiswa bagi dosen dalam jumlah yang amat terbatas untuk S3 kepada
perguruan tinggi di daerah ini. Universitas Muhammadiyah sudah 2 tahun
ini mendapat beasiswa dari APBD yang disyahkan DPRD untuk 6 orang
kandidat Doktor berbagai bidang studi di Unand, ITB, IPB, UGM dan IIUM
Malaysia. 

Begitu pula perguruan tinggi lainnya. Namun amat disadari, bahwa jumlah
itu belum memadai karena tuntutan beasiswa ini  lebih banyak lagi di
masa sekarang dan masa depan. Untuk menjawab tantangan peningkatan
kualitas SDM, Pemprov bersama DPRD sudah meningkatkan anggaran
pendidikan dari hanya 3 persen (2005) menjadi 13 persen (2006), 18
persen (2007) dan menjadi  19 persen tahun 2008. Menurut sumber yang
shahih, dana ini sesuai  kewenangan provinsi sudah dimanfaatkan untuk
meningkatkan kualitas guru. Tidak kurang dari 1.300 orang guru
disekolahkan di UNP dan Unand. 

Setiap tahun diberikan bantuan dana tambahan jam belajar, test bakat
siswa, beasiswa mahasiswa yang secara ekonomi tak mampu tetapi cerdas
dan sejumlah kegiatan lain. Untuk jangka pendek telah terjadi
peningkatan prestasi kelulusan SMA dari rangking 16 tahun 2005 menjadi
rangking 8 tahun 2007. Untuk SMP dari rangking 13 menjadi rangking 7
tahun 2007. Artinya, baru 2 tahun terakhir Sumbar mampu menembus 10
besar nasional. Untuk tahun 2008, penulis belum mendapatkan data akurat.


Dengan yayasan yang digagas Gub GF tadi, beasiswa tidak hanya
semata-mata bersumber dari APBD, tetapi ada sebuah institusi atau
yayasan yang status, tugas dan fungsinya terfokus secara administratif,
manajemen dan menghimpun serta mengeksplorasi ketersediaan finansial
yang disebut  dana abadi. Menurut Gub  GF, dana abadi itu dapat
bersumber dari pihak ketiga. 

Di antaranya sebagai modal awal adalah dana Community Social
Responsilibility (CSR) Rajawali yang telah diserahkan ke Pemprov Sumbar
sejak 2 tahun lalu. Sekarang dana itu sudah masuk Rp28 miliar rupiah dan
untuk 2009 dan 2010 jumlah itu akan menjadi Rp45 miliar. Supaya dana itu
paling kurang menjadi seratus milyar, maka CSR dari BUMN dan perusahaan
lainnya di tambah zakat dan sumber pihak ketiga lain, maka diperkirakan
dari hasil pengelolaannya, akan ada Rp8 miliar per tahun yang bisa
dialokasikan. 

Gagasan kedua, Gub GF ingin mencanangkan Bahasa Inggris sebagai bahasa
kedua di Sumbar. Bahasa Inggris, di samping sebagai  bahasa ilmu
pengetahuan, akademik dan diplomatik tetapi lebih-lebih lagi untuk
komunikasi serta kepentingan ekonomi dan ketenagakerjaan. Standardisasi
tenaga kerja menuntut kemampuan berbahasa Inggris memadai. 

Di berbagai belahan dunia, standar itu sekarang lebih dominan diisi
tenaga kerja dari Filipina,  Malaysia, India, Korea dan Cina. Di
berbagai negara dan kota  internasional bahkan di Timur Tengah, tenaga
kerja kita kalah standar dan tentu juga kalah pendapatannya
dibandingkan tenaga kerja negara lain. Oleh karena itu Gub GF meminta
konsepsi manual standar kemampuan penguasaan Bahasa Inggris ini sejak
dari SD, SMP, SMA dan PT. 

Pada saatnya nanti akan ada skor tertentu kompetensi penguasaan bahasa
ini bagi tamatan sekolah dan perguruan tinggi kita. Tentu saja Gub GF
tetap memberikan perhatian   perlunya penguasaan bahasa lainnya, seperti
Bahasa Arab dan Mandarin. Alokasi dana APBD Sumbar terhadap pembangunan
Gedung Asrama Mahasiswa Minang di Kairo Mesir yang telah diresmikannya,
mungkin dalam rangka menggesa generasi muda Sumbar belajar agama dan
Bahasa Arab dari sumber autentik itu. 

Begitu pula di Universitas Muhammadiyah Sumbar ada kerja sama dengan
Yayasan Mulim Asia untuk program Bahasa Arab dan Studi Islam Ma'ahad
Zubair Ibn Al-Awwam. Tentang Bahasa Mandarin mungkin sedang dipikirkan. 

Untuk gagasan pertama, Gub GF  sudah menayangkan kepada para rektor hari
itu secara garis besar  draf awal bentuk yayasan, tugas pokok dan fungsi
serta visi dan misi sekaligus rancangan struktur dan formasi
kepengurusan. Yang masih harus dilakukan Gub GF adalah pembicaraan
dengan DPRD dan dasar hukum serta koordinasi dengan pihak-pihak pemangku
kepentingan lainnya. Sementara untuk gagasan kedua, sepertinya
diserahkan kepada komunitas kependidikan di daerah ini. 

Secara gamblang Gub GF waktu itu menawarkan diri dan institusi untuk
memfasilitasi komunitas pendidikan daerah ini untuk merumuskannya.
Soalnya apakah kita punya nyali untuk menyambut gagasan Gub GF ini
dengan ikut memeras pemikiran  konseptual yang merupakan grand-strategy?
Atau kita harus  menunggu berdirinya  Dewan Kependidikan Provinsi (sudah
ada?). Padahal perdebatan, diskusi, konklusi dan konsepsi sudah harus
lahir dan dijalankan dalam aplikasi. *** 

(c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar === E-MAIL: 
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 

 




--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke