Bagus seklai kupasannya  akan saya simpan
 
terima kasih
 
salam
 
k Suheimi

--- On Wed, 6/18/08, Boediman Moeslim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Boediman Moeslim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Denki dan dendam
To: [email protected]
Cc: "Arnoldison" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, June 18, 2008, 3:17 AM







Dunsanak sapalanta,
 
Ada satu kata yang harus kita jaga, yakni pertahankan sillaturrahim sesama kita 
insya Allah semua akan beres. Allah akan mengampuni dengan apa yang ada pada 
NYA. Tapi, Allah tidak akan bisa turut campur ampun mengampuni diantara 
umatNya. Mari hubungan vertikal selalu dijaga, dan hubungan horizontal antar 
umat perlu pula dipertahankan. Jangan sekali-kali memutuskan sillaturrahim, 
baik dengan cara apapun. Termasuk dua kata tersebut yaitu DENGKI dan DENDAM.
 
Wassalam,
Tan Lembang (52)
Lembang-Bandung


--- On Wed, 6/18/08, Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Denki dan dendam
To: [email protected]
Date: Wednesday, June 18, 2008, 9:21 AM

DENGKI DAN DENDAM
Oleh Abbas Shofwan Matla'il Fajr


Dendam  dalam bahasa Arab di sebut hiqid, ialah "Mengandung permusuhan
didalam  batin  dan  menanti-nanti waktu yang terbaik untuk melepaskan
dendamnya,  menunggu  kesempatan  yang tepat untuk membalas sakit hati
dengan mencelakakan orang yang di dendami".

Berbahagialah  orang  yang berlapang dada, berjiwa besar dan pema 'af.
Tidak  ada  sesuatu  yang  menyenangkan dan menyegarkan pandangan mata
seseorang,  kecuali hidup dengan hati yang bersih dan jiwa yang sehat,
bebas dari rasa kebingungan dan bebas dari rasa dendam yang senantiasa
menggoda manusia.


Seseorang  yang  hatinya  bersih  dan jiwanya sehat, ialah mereka yang
apabila  melihat  sesuatu  nikmat yang diperoleh orang lain, ia merasa
senang dan merasakan karunia itu ada pula pada dirinya. Dan apabila ia
melihat  musibah  yang  menimpa  seseorang  hamba  Allah, ia merasakan
sedihnya  dan  mengharapkan kepada Allah untuk meringankan penderitaan
dan mengampuni dosanya.


Demikianlah  seorang  muslim,  hendaknya selalu hidup dengan hati yang
bersih dan jiwa yang sehat, rela terhadap ketentuan Allah dan terhadap
kehidupan.  Jiwanya  bebas  dari  perasaan  dengki  dan dendam. Karena
perasaan  dengki  dan  dendam  itu merupakan penyakit hati, yang dapat
merembeskan  iman  keluar  dari hati, sebagaimana merembesnya zat cair
dari  wadah  yang  bocor.  Islam  sangat memperhatikan kebersihan hati
karena  hati  yang  penuh  dengan noda-noda kotoran itu, dapat merusak
amal  sholeh, bahkan menghancurkannya. Sedang hati yang bersih, jernih
dan  bersinar  itu  dapat menyuburkan amal dan dorongan semangat untuk
meningkatkan  amal  ibadah, dan Allah memberkahi dan memberikan segala
kebaikan kepada orang yang hatinya bersih.


Oleh  karena  itu,  jamaah  muslimin yang sebenarnya, hendaknya jamaah
yang  terdiri  dari orang-orang yang bersih jiwanya dan sehat hatinya,
yang  terdiri  di atas saling cinta mencintai, saling kasih mengasihi,
sayang  menyayangi,  yang  merata,  di  atas  pergaulan  yang baik dan
kerjasama  yang  saling  menguntungkan timbal balik, di dalamnya tidak
ada  seorang  yang  untung  sendiri, bahkan golongan yang semacam ini,
sebagaimana   di   gambarkan   dalam  Al-Qur'an  yang  artinya:  "Yang
orang-orang  yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka
berdoa  'Ya  Tuhan  kami,  beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami
yang  telah  beriman  lebih  dahulu  dari  kami,  dan janganlah Engkau
biarkan  kedengkian  dalam  hati kami terhadap orang-orang beriman, Ya
Tuhan  kami,  sesungguhnya Engkau maha penyantun lagi maha penyayang".
(Al-Hasyr: 10).


Apabila  rasa permusuhan telah tumbuh dengan suburnya, sampai berakar,
dapat  mengakibatkan  hilangnya  rasa kasih sayang dan hilangnya kasih
sayang  dapat mengakibatkan rusaknya perdamaian. Dan jika sudah sampai
demikian,  maka  dapat  menghilangkan  keseimbangan  yang pada mulanya
menjurus kearah perbuatan dosa-dosa kecil, dan akhirnya dapat mengarah
kepada dosa-dosa besar yang mengakibatkan turunnya kutukan Allah.


Perasaan iri hati karena orang lain memperoleh nikmat kadangkala dapat
menimbulkan  khayalan  yang bukan-bukan sampai membuat-buat kedustaan.
Islam  membenci  perbuatan  demikian  dan memperingatkan jangan sampai
terjerumus  kedalamnya.  Mencegah  adanya  ketegangan  dan permusuhan,
menurut  Islam merupakan ibadah yang besar, sebagaimana sabda Nabi saw
yang artinya:

"Maukah  aku beritahukan kepadamu perkara yang lebih utama dari puasa,
shalat  dan  shadaqoh?,  Jawab  sahabat:  "Tentu mau". Sabda Nabi
saw:
"yaitu  mendamaikan  di  antara  kamu,  karena  rusaknya perdamaian di
antara  kamu  adalah  menjadi  pencukur yakni perusak agama". (HR. Abu
Daud dan Turmudzi).


Syaitan  kadangkala  tidak  mampu  menggoda  orang-orang  pandai untuk
menyembah  berhala,  tetapi  syaitan  sering  juga  mampu menggoda dan
menyesatkan manusia, melalui celah-celah pergaulan dengan cara merusak
perdamaian  diantara mereka itu sendiri, sehingga dengan hawa nafsunya
yang tidak terkendalikan, mereka tersesat dan tidak mengetahui hak-hak
Tuhannya,   bagaikan  menyembah  berhala.  Di  sinilah  syaitan  mulai
menyalakan  api permusuhan di hati manusia dan jika api permusuhan itu
telah  menyala,  ia senang melihat api itu membakar manusia dari zaman
ke  zaman, sehingga turut terbakarnya hubungan dan segi-segi keutamaan
manusia.


Kita  harus  mengetahui  bahwa  manusia  itu  berbeda-beda  tabiat dan
wataknya, berbeda-beda kecerdasan akal dan daya tangkapnya. Karena itu
dalam pergaulan dan pertemuan di lapangan kehidupan, kadangkala mereka
membuat  kesempatan  yang  mengakibatkan  perselisihan dan permusuhan.
Maka   Islam   telah  memberikan  cara  penanggulangan  mensyari'atkan
penepatan  akhlak  yang baik, yang membuat hati mereka luluh dan sarat
berpegang  kepada kasih sayang. Dan Islam melarang memutuskan hubungan
dan berbantah-bantahan.


Memang  kita  sering  merasakan  seolah-olah kejelekan itu dilemparkan
kepada  kita,  sehingga kita sering tidak mampu mengendalikan perasaan
dan kejengkelan kita, yang apabila fikiran kita sempit, maka timbullah
niat  untuk  memutuskan  hubungan  dengan  si pemeluknya. Tetapi Allah
tidak  rela perbuatan yang demikian. Memutuskan hubungan sesama muslim
dilarang,  sebagaimana  sabda  nabi  saw yang artinya: "Janganlah kamu
putus   hubungan,   belakang   membelakangi,   benci  membenci,  hasut
menghasut.  Hendaknya  kamu  menjadi  hamba Allah yang bersaudara satu
sama  yang  lain (yang muslim) dan tidaklah halal bagi (setiap) muslim
mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari". (HR. Bukhori dan Muslim).


Dalam  hadits  ini  dinyatakan batas tiga hari, karena pada waktu tiga
hari kemarahan sudah bisa reda, setelah itu wajib bagi seorang muslim,
untuk   menyambung   kembali   hubungan  tali  persaudaraannya  dengan
saudara-saudaranya  sesama muslim, dan membiasakan perilaku yang utama
ini.

Karena  putusnya  tali persaudaraan ini tak ubahnya seperti awan hitam
atau  mendung apabila telah di hembus angin, maka hilanglah mendungnya
dan cuacapun menjadi bersih dan terang kembali.


Ringkasnya,   hendaknya  orang-orang  yang  mempunyai  penyakit  hati,
seperti rasa dendam, iri hati, dan dengki selalu ingat bahwa kekuasaan
Allah  mengatasi segala kekuasaan. Dan hendaklah ia ingat, bahwa harta
benda  dan  kedudukan yang bersifat duniawi itu selamanya tidak kekal.
Paling  jauh dan lama, sepanjang hidupnya saja, bahkan mungkin sebelum
itu.


Dalam  Al-Quran  Allah berfirman yang artinya: "Dan janganlah kamu iri
hati  terhadap apa yang di karuniakan Allah kepada sebagian kamu lebih
banyak  dari  sebagian  yang lain. (karena) bagi seorang laki-laki ada
bagian  daripada  apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun)
ada  bagian  dari  apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah
yang maha mengetahui segala sesuatu. (An-Nisa: 32).





     







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke