Banyaknya tokoh-tokoh minang yang tidak dikenal generasi sekarang
karena banyak diantara mereka adalah oposan (berseberangan )
politik dengan pemerintah
Sehingga nama-nama mereka tenggelam atau ditenggelamkan.
Arnoldison
----------------------------------------------
18/06/2008 16:43 WIB
In Memoriam Deliar Noer
Profesor yang Sempat Dilarang Mengajar di Negeri Sendiri
Nograhany Widhi K - detikcom
Jakarta - Cendekiawan muslim Indonesia Prof Dr Deliar Noer berpulang pada
usia 82 tahun. Kepergian Deliar melahirkan kedukaan di kalangan para murid
maupun rekan seperjuangannya.
Sepak terjang Deliar sungguh menarik disimak. Dia dikenal sebagai orang yang
berprinsip tegas. Sandungan yang menjerat di masa Orla maupun Orba tak mampu
melumerkan idealismenya.
Salah satu tapak pendiri Sekolah Laboratorium Institut Keguruan Ilmu
Pendidikan (IKIP) itu adalah dia sempat dilarang mengajar di negeri sendiri.
Dari pemberitaan media massa yang tersebar di internet, karena dituding
anti-Nasakom, pada tahun 1964 dua kali Deliar melepas jabatannya sebagai
dosen Universitas Sumatera Utara (USU).
Pada 1974, Deliar diberhentikan sebagai rektor IKIP Jakarta, karena
bersikukuh akan membacakan pidato pengukuhannya selaku guru besar, di
universitas yang sama.
Deliar pun dilarang mengajar di perguruan tinggi negeri maupun swasta oleh
Menteri P dan K yang saat itu dijabat Syarif Thayeb.
Akhirnya, pada 1975 Deliar mengungsi dari tekanan politik ke Australia. Dia
harus mengasingkan diri ke Australia selama 12 tahun karena dikejar-kejar
aparat pemerintahan Soeharto.
Di Australia, Deliar sempat ditawari menjadi warga negara Australia. Namun
didasari rasa nasionalisme yang kuat, Deliar menolak.
Ketika di dalam negeri dilarang pemerintah untuk mengajar, justru banyak
pihak yang meminta dia berbicara di depan podium. Maka ia pergi dari satu
kota ke kota lain, seperti Canberra, London, dan New York.
Persentuhannya dengan politik dimulai sejak Deliar kecil. Dia dilahirkan di
tengah keluarga kaum pergerakan. Rumah orangtuanya dulu sering menjadi
tempat pertemuan para pejuang kemerdekaan dan persinggahan para anggota
Persatuan Muslimin Indonesia (Permi) yang hendak lari ke Malaya (kini
Malaysia).
Saat belajar ilmu sosial politik pada Universitas Nasional (Unas), Jakarta,
dia aktif dan menjadi ketua HMI Cabang Jakarta. Akhirnya, Deliar terpilih
menjadi Ketua Pengurus Besar HMI tahun 1953-1955.
Deliar yang sempat menjadi staf khusus Presiden Soeharto RI tahun 1966-1968
ini, mengkritik terpilihnya kembali Soeharto sebagai presiden tahun
1998-2003.
Dia mempertanyakan Soeharto yang bisa dipilih kembali padahal sudah
jelas-jelas gagal. Gagal mempertahankan nilai rupiah, gagal mengantisipasi
krisis karena menuruti saran-saran International Monetary Fund (IMF).
Mekanisme sidang di parlemen, baik DPR atau MPR, dinilainya, tidak berjalan
sesuai fungsinya. Tak ada mekanisme interupsi, adanya ancaman recall bagi
anggota yang interupsi atau vokal, dinilai Deliar sebagai parlemen yang
mandul.
Setelah era reformasi, Deliar pun mendirikan partai, yaitu Partai Umat Islam
(PUI) pada tahun 1998, untuk mengikuti pemilu demokratis pertama pasca
runtuhnya Orde Baru. Namun partai ini tidak terlalu bergaung.
Deliar memperoleh kesempatan belajar di AS atas biaya Yayasan Rockefeller,
sampai meraih gelar doktor. Gelar itu digondolnya pada 1962, setelah
mempertahankan disertasi berjudul 'The Rise and Development of the Modernist
Moslem Movement in Indonesia, 1900-1942'.
Jadilah Deliar menjadi peraih gelar doktor pertama ilmu politik di Indonesia
dari Cornell University-Ithaca, AS.
Deliar menikah dengan Zahara, gadis yang ditemuinya saat sama-sama belajar
di AS. Saat hendak menikah, karena uang terbatas, hanya Zahara yang pulang
ke Indonesia, yang kemudian dikawinkan dengan diwakilkan.
Dari pernikahannya, Deliar dikaruniai 2 orang anak, yang seorang di
antaranya meninggal sewaktu masih bayi.
Deliar juga membuat otobiografi berjudul 'Aku Bagian Ummat Aku Bagian
Bangsa' (1996). Dia juga menulis beberapa biografi Bung Hatta, berjudul,
Mohammad Hatta, Hati Nurani Bangsa 1902-1980 (2002), dan 'Mohammad Hatta:
Biografi Politik' (1990).
Intelektual kelahiran Medan, Sumatera Utara, 9 Februari 1926, ini
menghembuskan nafas terakhir Rabu (18/6/2008) ini di RSCM, pukul 10.30 WIB.
Mantan Ketua Umum PUI ini akan dikuburkan di TPU Karet, Kamis 19 Juni 2008
besok. Selamat jalan, Prof! ( nwk / nrl )
Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/18/tim
e/164351/idnews/958592/idkanal/10
18/06/2008 14:18 WIB
Prof Deliar Noer Wafat
Anwar Khumaini - detikcom
Jakarta - Cendekiawan Muslim dan eks Ketua Umum Partai Umat Islam Indonesia
Prof Deliar Noer menghembuskan nafas terakhir di RSCM sekitar pukul 10.30
WIB. Jenazah saat ini sudah disemayamkan di rumah duka di Klender, Jakarta
Timur.
"Kakek meninggal sekitar pukul 10.30 WIB. Saat ini jenazahnya sudah ada di
rumah duka," ujar cucu Deliar Ner, Nadia, kepada detikcom, Kamis
(18/6/2008).
Menurut Nadia, jenazah akan dimakamkan esok hari sekitar pukul 10.00 WIB di
TPU Karet. Jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl Swadaya Raya No
7-9 Klender, Jakarta Timur.
"Rencananya besok akan dimakamkan," ujarnya.
Deliar Noer lahir di Medan 9 Februari 1926. Puluhan karya tulis hasil
pemikirannya telah dibukukan, termasuk biografi politik "Mohammad Hatta,
Hati Nurani Bangsa 1902-1980".
Deliar merupakan doktor politik pertama di Indonesia.
( anw / fay )
Source :
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/06/tgl/18/tim
e/141856/idnews/958477/idkanal/10
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---