Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 22 Juni 2008 kita baca:
________________________________
Rumah Pesona Kain Koleksi Kain Tradisional
Beranjak dari kesadaran bahwa kain-kain tradisional Indonesia merupakan warisan
budaya serta memiliki arti yang penting bagi kelangsungan kehidupan budaya di
Indonesia, maka dicetuskanlah sebuah perkumpulan bernama Rumah Pesona Kain tiga
tahun lalu.
Perkumpulan ini adalah perkumpulan para pencinta dan perajin kain Indonesia,
yang melalui kegiatannya berusaha mewujudkan prakarsa berupa pelestarian dan
kepedulian terhadap kain-kain tradisional Indonesia, termasuk di dalamnya
kain-kain tradisional kuno.
Bulan lalu, perkumpulan Rumah Pesona Kain ini mengumumkan secara resmi Rumah
Pesona Kain. Rumah Pesona Kain adalah griya yang disediakan sebagai wadah bagi
mereka yang berkecimpung dengan kain tradisional Indonesia.
....
Sejarah Selain tenun, songket juga memiliki makna yang begitu dalam dalam
peradaban sejarah bangsa Indonesia. Kehadiran kain songket di Indonesia menjadi
sebuah cerita yang menarik untuk diulas.
Ahli sejarah menengarai, seni kerajinan songket mulai berkembang pesat
bersamaan dengan kedigdayaan Kerajaan Maritim Sriwijaya sekitar abad ke-11.
Saat itu, Kerajaan Sriwijaya dikenal makmur karena memiliki kekayaan logam
mulia seperti emas dan perak selain sebagai Bandar rempah-rempah, seperti lada
dan pala. Di sisi lain, kerajaan Sriwijaya secara geografis menjadi lokasi
persinggahan para pedagang Tiongkok, India dan Arab yang dikenal dengan Jalur
Sutera.
Ilmu dan teknik songket dibawa Baginda Ali asal Kampung Dalimo Singkek dari
Selangor ke Silungkang, yaitu beserta hulubalangnya yang diperkirakan terjadi
pada abad ke-16 dan lebih kurang sudah ada sejak 400 tahun yang lalu.
Belakangan tak hanya di Palembang, teknik menyongket berkembang terus ke
berbagai wilayah di Pulau Sumatera diantaranya, Minangkabau dana Lampung serta
berakulturasi dengan ragam budaya yang ada di wilayah tersebut.
Berdasarkan warna dan motifnya, songket bisa dibedakan status sosial di
pemakainya. Warna hijau, merah dan kuning biasanya dipakai oleh seorang yang
menyandang predikat janda. Sebaliknya, apabila warna cerah yang dikenakan, maka
akan melambangkan bahwa mereka hendak menikah lagi. Pada kain songket yang
bernama Jando Berais dan songket Janda pengantin ini, kedua ujungnya diberi
desain bunga Songket yang menunjukkan identitas si pemakai songket. Songket
Bungo Cino biasanya dipakai oleh perempuan keturunan Tiongkok.
.... dst lihat di Suara Pembaruan ..
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---