·
·
1) Jusfiq Hadjar
Umur, sekitar 65 tahun-70 tahun. Daerah asal: Cingkariang, Banuhampu, Agam
(Bukittinggi).
Sekarang menetap di Leiden, Belanda. Tidak punya pekerjaan tetap, namun
kabarnya
membuka restoran kecil di sana. Ia hidup bersama dengan istrinya, orang
Belanda,
yang merupakan staf perpustakaan Universitas Leiden. Jusfiq tidak memiliki
anak.
Sebelum menetap di Belanda, Jusfiq tinggal lama di Perancis. Dia menempuh
pendidikan di Perancis, kemudian menjadi dosen di salah satu Universitas di
Perancis. Dia meninggalkan Indonesia tahun 1960an, mendapat bea siswa dari
Pemerintahan Sukarno. Mengaku kritis terhadap Sukarno, namun menentang
naiknya
tentara dan Suharto, dan memutuskan tidak pulang ke Indonesia dan bergabung
dengan aktivis anti orde baru di Eropa. Yang bersangkutan juga aktif dulunya
dalam beberapa gerakan LSM, hak azazi manusia, dllsbnya di Eropa.
Sekarang yang bersangkutan sudah tidak aktif lagi dalam berbagai aktivitas
tersebut, karena sudah tua dan juga sudah tidak laku lagi katanya, sudah
tidak
diajak orang lagi katanya. Dia masih aktif menulis email di berbagai milis,
dengan fokus menyerang ajaran islam, menonjolkan sisi-sisi buruk dari Islam
dan
Nabi Muhammad. Misinya katanya adalah untuk memanusiawikan ajaran Islam.
Jusfiq
juga terkenal dengan keras kepalanya, sehingga diskusi dengan dia tidak akan
pernah habis, sehingga dia punya banyak musuh, termasuk dari kubu anti islam
sekali pun. Dia juga tidak segan-segan menggunakan kata-kata kasar dan jorok.
Sebagian menganggpa karena dia sudah semakin tua, secara psikologis sudah
susahdiajak bicara. Dan juga karena katanya tidak ada kerjaan lagi.
Dia, menariknya, masih mengaku beragama Islam, yaitu Islam Mu'tazillah,
karena
dia bertujuan katanya memanusiawikan ajaran Islam. Dia sering membandingkan
islam dengan Kristen yang katanya sudah mengalami pembaharuan dan
pemanusiawian,sehingga banyak yang menduga, bahwa dia kemungkinan adalah
seorang Nasrani. tetapi, dari email-emailnya, jelas Jusfiq ini Atheis. Namun
menariknya, dia terang-terangan mendukung hak-hak bangsa Palestina dan
menentang keras pendudukan Amerika di Iraq.
2) Dachtar
Umur Sekitar 45 tahun. Daerah asal: Koto Nan Ampek, Payakumbuh.
Sekarang menetap di Bandung. Dachtar adalah seorang ilmuwan ahli konstruksi.
Sekarang menjadi staf ahli di departemen PU. Pernah tinggal lama di Inggris,
dan
menyelesaikan PhD Doktoralnya di bidang konstruksi di inggris juga, yaitu
University of Sheffield, beberapa waktu lalu pulang ke Indonesia. Dachtar
kabarnya juga lulusan Teknik Sipil ITB Bandung.
Dachtar dalam diskusinya cenderung menggunakan kata-kata yang lebih kalem,
tapi
tidak menutup kemungkinan dia juga terang-terangan menghujat Islam. Dia lebih
banyak beredar di milis-milis Minang, masih muncul sesekali dia di minangnet.
Dachtar kabarnya menikah dengan wanita Sunda, namun tidak memiliki anak.
3) Edizal
Umur sekitar 40 tahun - 45 tahun. Daerah asal: Banuhampu, Agam (Bukittinggi).
Sekarang menetap di Jepang, menjadi dosen di sebuah universitas di Tokyo. Ia
lulusan IKIP bandung. Edizal sering menulis. Dia juga telah menerbitkan
beberapa
buku tentang Bahasa Jepang. Suka menulis cerita-cerita juga. Dia menikah
dengan
seorang wanita Jepang, setelah bercerai dengan istri sebelumnya. Tidak
memiliki
anak, dan sering berkampanye tentang tidak perlunya orang minang punya anak.
Edizal adalah moderator milis minangnet, namun kemudian mengaku tidak lagi
menjadi moderator, karena sering dikritik miliser Islam. Tapi hampir semua
orang
masih percaya dia sebenarnya masih moderator dengan nama lain. Edizal
juga rajin memforward berita-berita perkembangan di Sumatera Barat ke milis
minangnet. Edizal sering mengkritik dan menyerang agama islam di beberapa
milis,
yg kadang bisa keras dan kasar mengkritik agama Islam dan Nabi Muhammad.
Edizal juga aktif mengumpulkan bea siswa buat anak-anak tidak mampu di
Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan masih suka pulang kampung ke Agam. Edizal
mengaku Atheis.
4) Hasan Basri/Proletar
Umur sekitar 40 tahun. Daerah asal: Sicincin, Pariaman, tapi lahir dan besar
di
Jakarta.
Dia sekarang menetap di Las Vegas, Amerika Serikat. Dikenal juga dengan nama
Habe atau Proletar. Ia berbakat dalam menulis (kata penggemarnya), sering
menulis terutama akhir 90an dan awal 2000an. Dengan berbagai topik, termasuk
kritik-kritik pedasnya terhadap Islam. Hasan Basri sempat sangat produktif,
tulisan-tulisannya yang berjumlah mungkin ratusan, banyak digemari.
Tulisannya
kadang bernuansa sastra, sosial dan bernilai kemanusiaan, dan banyak yang
menarik. Seorang penggemarnya dulu mengkoleksi dan mempublikasikan tulisannya
di sebuah website. Milis proletar lahir awalnya karena Hasan Basri. Hasan
Basri
seperti juga sempat muncul di beberapa media dengan cakupan terbatas.
Hasan basri bekerja sebagai karyawan sebuah Hotel di Las Vegas. Dia kawin
dengan
wanita Amerika, tidak memiliki anak.
Hasan Basri adalah seorang sarjana sosial politik dari sebuah Perguruan
Tinggi
swasta di Jakarta Selatan. Hasan Basri suka menyanjung-nyanjung Jusfiq, dan
mengatakannya sebagai Nabi. Dia juga pendukung berat George
Bush, dan juga suka bilang George Bush seorang nabi.
Hasan Basri juga terlibat memberikan bea siswa buat anak-anak Indonesia. Dia
dulu mengaku masih beragama Islam, islam proletar, dan masih
bercita-cita naik haji. Namun belakangan, dia mendeklarasikan sudah keluar
dari
Islam.
5) Urpas
Umur sekitar 30 tahun-an. Daerah asal: Barung-barung Balantai, Pesisir
Selatan,
tapi besar dan lama menetap & sekolah di Bandung
Kritiknya sering keras dan pedas terhadap ajaran islam, tapi kadang juga
dibungkus dalam tulisan tulisan khasnya yang berkesan manusiawi dan
menyentuh.
Dulu sering berkelayapan bikin resah di berbagai milis, terutama milis-milis
Minang, yang mana dia pada akhirnya selalu dikeluarkan. Dia pernah
memaklumatkan berdirinya M3K, yang kepanjangannya: "Majelis Masyarakat
Minang
Kafir", entah serius entah tidak.
Namun, dia mengaku anti George Bush dan Pro hak-hak Palestina. Sehingga dia
dulu
sering berantam dan saling caci maki dengan Hasan Basri yang merupakan
pendukung berat George Bush. Urpas juga penulis yang berbakat kata
kolektornya,
tulisannya bersentuhan dengan berbagai topik, agama, sosial, sastra,
kemanusiaan, dllsb, termasuk prosa-prosa tentang cinta, juga tulisan tentang
ayah
ibu nya. Tulisannya banyak yang menyentuh, dan kadang juga lucu, unik, dan
menarik. Dia juga memiliki banyak penggemar yang mengkoleksi tulisannya.
Urpas sempat tinggal di Hong Kong, dan beberapa waktu lalu pindah dan menetap
di
Singapura. Ada yang curiga pekerjaannya apa di luar negeri, dan
mempertanyakan
tempat tinggalnya sekarang pada sebuah apartemen mewah. Seperti Edizal dan
hasan Basri, urpas juga terlibat memberikan bea siswa buat anak-anak
Indonesia.
Urpas satu-satunya dari grup ini
yang belum menikah.
Itulah lima tokoh-tokoh utama yang mengkampanyekan anti
ajaran islam, atau yang
konsisten mengkritik ajaran islam, di dunia internet.
Anak-anak minang lainnya yang cenderung anti islam dan muncul agak belakangan
adalah: Wd dan Sh
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---