"Darman, darimana kau dapat obat ini?"Tanya Malik. "Tadi ketika aku sudah hampir kena jarum Merak Hitam, tiba-tiba datang seseorang yang berjubah lembayung yang sangat indah sekali menolong aku dan memberikan obat ini."
"Jangan-jangan dia datang membantu kita?" "Aku yakin sekali, Man, sepertinya memang dia yang membantu kita." "Ini sudah yang ke berapa kalinya dia membantu kita, berarti dia tidak seperti yang kau curigai selama ini, Lukman." "Aku tahu, kakek Konek, hanya aku penasaran saja kenapa dia tidak mau bertemu muka dengan kita?" "Kalau aku boleh bertanya, emangnya siapa yang kalian bicarakan dari tadi?" Tanya Darman kebingungan. "Oya, kenapa kalian bisa sampai di sini, bertemu dengan musuh?" Tanya Lukman. "Kami mendengar kabar Datuak Kaba Angin bahwa Dewi Tangan Dingin sedang menuju gunung Tandikat untuk mencari obat, makanya kami menyusul ke sini, baru kami sampai, tiba-tiba kami diserang mereka dengan cara curang sekali, makanya kedua paman sampai bisa diracuni mereka. Untung kalian keburu datang kalau tidak kami semua sudah mati dibunuh mereka." "Tapi kalau melihat cara mereka menyerang sepertinya mereka tidak ingin membunuh kalian, karena kalau mereka benar-benar hendak membunuh kalian dari tadi pasti kalian sudah mati oleh racun Merak Hitam mereka yang berbahaya itu. Aku rasa mereka ingin menyandera kalian untuk tujuan yang tidak baik." "Benar juga yang uda Lukman katakan, sepertinya memang begitu rencana mereka, ketika semburan racun mereka yang dihadang oleh paman Jamin (Pandeka Tendangan Petir) dan paman Dasrun (Pandeka Pedang Pamuncak) tidak sampai merenggut nyawa mereka langsung biasanya sehebat apapun ilmu tenaga dalam orang bila sudah berhadapan dengan racun Merak Hitam tidak ada yang bisa selamat, pasti hanya bisa bertahan sebentar saja sebelum kehilangan kesadaran atau nyawa." Darman telah selesai membagikan obat kepada yang terluka kena racun, dan memasukan botol obat tersebut ke dalam bajunya lagi. Belum sempat dia membuka mulut untuk menanyakan sampai di mana pencarian mereka akan obat untuk ibu mereka, tiba-tiba terdengar gemuruh suara derap kuda yang ramai sekali di belakang mereka dari arah pertempuran tadi. Buru-buru mereka semua menyingkir dan mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan. Terlihat sekumpulan debu berterbangan mengiringi kuda-kuda yang berlari ke arah mereka yang dipimpin oleh seekor kuda putih yang berlari tenang ke arah mereka. Mereka yang sudah pernah melihat kuda putih ini tahu bahwa bukan musuh yang datang, ketika hampir mendekati tempat mereka, kuda putih itu berhenti berlari dan mengangkat kedua kaki depannya dan meringkik dengan keras seakan memerintahkan kuda lain yang ada di belakangnya untuk berhenti. Dan anehnya semua kuda yang ada di belakangnyapun berhenti berlari bahkan mereka berdiri dengan membentuk sebuah barisan yang teratur sekali. Kuda Putih itu menolehkan kepalanya kepada semua manusia yang sedang memandang dengan melongo takjub melihat semua ini, lalu kuda itu menganggukan kepalanya dan kembali berdiri dengan kedua kaki depannya sebelum dia pergi dengan kecepatan angin meninggalkan mereka semua. Tidak ada satupun dari manusia yang ada di sana yang tidak terpesona akan kecerdikan dan kehebatan kuda putih itu. Cukup lama mereka dalam keadaan diam diri dan tidak tahu harus berkata apa, keheningan itu dipecahkan oleh suara kuda-kuda yang mendengus dan menggerak-gerakan badannya. "Kalian lihat tadi ? Apa aku bermimpi seekor kuda mengantarkan kuda kita dan menganggukan kepalanya pada kita?" Tanya Darman dengan masih tidak percaya. "Memang kuda yang sangat hebat sekali, ingin aku memiliki kuda seperti itu biarpun hanya keturunannya saja. Sang tabib berhasil melatih kudanya dengan luar biasa sekali."sahut Malik dengan takjub. Lukman hanya terdiam di tempat dan tidak habis berpikir, kalau kuda putih itu muncul di sini artinya pemiliknya tidak jauh-jauh dari mereka dan masih ada di sekitar mereka untuk melindungi mereka. Mereka semua terkejut ketika mendengar suara Darman yang sambil merangkapkan kedua tangannya dan membungkukan badannya ke semua arah, "Terima kasih kepada anda yang sudah menolong kami, budi baik ini pasti akan kami balas suatu saat nanti." Dia menggunakan ilmu Teriakan Gaung Bumi untuk menyampaikan pesan kepada sang penolong mereka yang tidak tahu ada di mana. "Tuan muda Darman, kau ini bikin kami terkejut saja."kata Jamin sambil mengurut-urut dada saking terkejutnya mendengar suara keras yeng bergema tadi. Tapi Darman diam saja seperti mendengarkan sesuatu, mereka melihat ke arahnya dengan bingung. "Darman, ada apa ?" Tanya Malik. "Ssssttt.." Terlihat beberapa kali Darman mengangguk-anggukan kepalanya tanda menyetujui sesuatu atau mengerti sesuatu, mereka semua menunggu sampai Darman buka suara. "Baiklah, akan aku laksanakan perintah tabib."kata Darman dengan keras seperti tadi menggunakan ilmu Teriakan Gaung Bumi. " Ada apa Darman, cepat katakan," kata Lukman tidak sabar. "Tadi tabib berpesan kepadaku agar obat yang dia berikan itu segera diberikan kepada ibu kita, yang satu ditelan sedangkan yang satu lagi dilarutkan dalam air mandi ibu setelah dia dapat berdiri kembali. Sedangkan yang satu lagi untuk berjaga-jaga seandainya kondisi ibu tidak segera pulih keesokan harinya. Beliau bilang sudah memberikan 6 butir obat itu kepada uda Malik, dan dia tahu 2 butir sudah digunakan untuk mengobati paman, jadi dia menyuruh aku memberikan dua butir lagi kepada uda sebagai ganti obat yang telah ditelan paman." Bersambung.... --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
