Bob, Terlepas dari alasan-alasan tertentu utk memilih posisi ini dr kalangan Pers, sangat amat disayangkan. Mau beralasan apapun lah, tetap saja akan sulit menjalankan fungsi kontrol sosial thd Pemerintah. Tetapi itu tentu sepenuhnya hak ybs utk melakukan yg dia inginkan. Masalahnya, apakah kita masih akan percaya penuh lagi thd tulisan2 ybs setelah itu...?? Kredibilitas... Apakah betul atau tidak, tetapi kalau kita selalu hanya berharap pujian terus tanpa mau dikritisi, itu sama saja dengan "gali liang". Ambo khawatir, kalau kita hidup hanya mau dengan pujian terus, agak babahayo manuruik ambo. Indak nampak lubang atau karikil dimuko kito beko...:) Dg Internet, rakyat skrg sudah jauh lebih berani utk beropini dimna-mana dan tersebar kesegala penjuru berdasarkan indikasi-indikasi yang "terlihat" di permukaan. Kalau opini rakyat salah, mungkin indikasi yang dimunculkan kurang tepat. Mungkin...:) Mohon maaf kalau kurang berkenan. Trims. Salam, Nofrins
----- Original Message ---- From: Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, June 26, 2008 10:06:59 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Sekali lagi Soal komisaris Perusda dari kalangan Pers Assalaamualaikum........ Pak Syaf, Mak Sati, Mak Ngah dan sarato keluarga besar RN lainnya... AMbo kito soal Si Jusfiq ko indak usah awak lanjuik an...sia bana Jusfiq ko...inyo khan cuma urang nan bisa mamuta kaset maleo dan indak ado lagu baru nan ancak dan sanang tadanga di talingo doh...beberapa waktu lalu, ambo juo member di milsi urangawak dan tadinyo ambo raso milis itu bagus karano diisi dengan postingan yang membangun...namun kutiko moderator milis maagiah lampu hijau ka jusfiq untuak mangambangan lapiak usangnyo disinan, mangko jadi paniang lah milis itu (menurut ambo).. Kini ado hal yang harus dan segera awak pikirkan daripada sekedar memikirkan seorang manusia bernama JUSFIQ HADJAR...persoalan di kampung halaman, seperti kemiskinan, pendidikan, serta lainnya jelas memerlukan perhatian kita untuk dibahas dan dicarikan jalan keluar.. Ambo raso Pak Syaf, Mak Sati, Mak Ngah sepakat jo ambo...dan awak akhirilah sagalo tanyo dan perkataan tentang jusfiq ko.. Patangko ambo mamposting soal pengangkatan pimpinan media di Padang sebagai komisaris di perusahaan daerah..dan Allhamdulillah lai surang da Nanang nan mambaleh...ma yang lain... kalau dek ambo, jujur ambo ndak satuju dengan langkah Gubernur (Gamawan Fauzi) yang awak sabuik sebagai gubernur yang bersih, visioner, dna lain sebagainya itu..kenapa harus Zaili yang wartawan dan pemimpin umum media masa yang jadi komisaris... Menurut ambo apa yang dilakukan Gamawan secar tidak langsung telah mengebiri pers di daerah agar tidak lagi kritis terhadap kebijakannya yang banyak dinilai tidak tepat. Ini yang harus awak bahas..kritisi dan ingatkan Gamawan tentang apa yang dilakukannya tidaklah tepat...... Salam --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
