Assalamualikum. wr.wb
Hasil UAN seluruh propinsi di Indonesia alah di umumkan labiah kurang 3 minggu
nan lalu, dan untuk daerah kito Ranah Minang (Prop. Sumatera Barat) juga sudah
ada hasilnya
Dari informasi yang ambo dapek dari koran SINGGALANG 16 Juni 2008 (*sebagaimana
yang ambo lampirkan beritanya di bawah iko) ternyata ada dari beberapa lulusan
terbaik SMU di Sumatera Barat ini, berasal dari keluarga yang kurang mampu,
dikhawatirkan beberapa diantara mereka ini tidak bisa melanjutkan studi
keperguruan tinggi, sedangkan melihat kemampuan mereka selayaknya mereka bisa
melanjutkan studi di universitas-universitas terkemuka di Indonesia.
Mungkin bukan hanya mereka, bahkan masih banyak lagi adik-adik,
kemenakan-kemenakan kita yang sebenarnya memiliki otak yang brilian namun
terancam tidak mampu melanjutkan studi karena ketidakmampuan orang tua
mereka..mungkin dari mamak-mamak, uda-uda, apak-apak jo mandeh-mandeh kito di
palanta nangko bisa memberikan saran atau masukan untuk masalah ini.
selain itu ambo kurang tahu informasi mengenai peringkat hasil UAN propinsi di
indonesia tahun 2008, mungkin ado dari sidang palanta ko nan tahu nomor bara
lah kiro2 Rangking Sumatera Barat di tingkat NAsional,
Mudah2an masuak 5 besar klo pun indak ka Scudetto, asa jan degradasi se lah
Wassalam, dengan hormat
Arief Rahman Putra
==============================================================================
Hasil Ujian Nasional Tertinggi SMA Se-Sumbar
Juni 16, 2008 in Pendidikan
Posisi puncak hasil Ujian Nasional (UN) telah diumumkan. Untuk jurusan IPA
bertengger Jesica Eka Putri, siswa SMA 10 Padang dan jurusan IPS ada nama Rizki
Muspika, siswa SMA 1 Padang. Kedua anak ini hebat. Mereka berhasil meraih
posisi pemuncak di Sumbar. Sungguh suatu hal yang tidak pernah mereka
bayangkan. Apalagi, bagi Tika, sapaan akrab Rizki Mustika. Hidupnya yang
sederhana dari keluarga kurang mampu tidak pernah membawanya bermimpi menjadi
pemuncak.
“Target saya hanya lulus dengan nilai yang bagus, tidak pernah menyangka bakal
menjadi juara pertama se-Sumatra Barat,” kata Tika kepada Singgalang di kantor
harian ini tadi malam. Tika datang bersama kedua orangtuanya, Fadli dan
Fatimah. Didampingi pula oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA 1
Padang, Rama. Tika bahkan tidak tahu dia terbaik se-Sumbar dalam jurusan IPS
yang dia pilih. “Baru tahu dari Pak Rama. Tapi kata kawan-kawan saat di sekolah
kemarin (Sabtu-Red) saya juara I Padang,” sebutnya masih dengan nada setengah
tidak percaya.
ImageSelama ini, bila dirunut ke belakang dan melihat pencapaian di sekolah,
Tika memang tidak pernah lepas dari posisi-posisi teratas, walaupun tidak
selalu mendapatkan rangking pertama. Tapi, dia sangat berbeda dengan
kawan-kawannya yang berasal dari keluarga berada. Dia tidak pernah mengecap
indahnya ikut bimbel atau les di lembaga kursus layaknya kawan-kawannya. “Ingin
juga, tapi apa daya, orang tua tak mampu,” sebut Tika yang mendapatkan nilai
55,20.
Ayahnya Fadli, hanya sopir. Itu pun membawa travel, yang terkadang lebih sering
tidak membawa penumpang. “Susah, sekarang penumpang sulit, jadi susah
mendapatkan uang. Jadi saat tahu Tika dapat yang terbaik, perasaan saya antara
senang dan sedih,” kata Fadli.
Betapa tak sedih, Tika sangat berkeinginan masuk Universitas Indonesia (UI)
mengambil jurusan psikologi atau komunikasi. “Tapi, kami kesulitan uang. Malah
kakaknya, Fauzan yang kuliah semester 8 di Unand terpaksa mengambil cuti,
karena ketiadaan biaya,” sambung Fatimah berkaca-kaca.
Makanya, kalau ada uang, dia berharap anaknya kuliah saja di UNP. Supaya, dia
dan suaminya tidak memikirkan uang kuliah, tempat tinggal dan biaya lainnya
bagi putri bungsunya itu. “Rumah saja kami tak punya. Kini tinggal menumpang di
tanah orang, karena rasa belas kasihan mereka,” bebernya.
Akan halnya Tika, dia juga sangat menyadari kondisi orangtuanya. Ibaratnya,
dirinya kini bak pungguk merindukan bulan. “Kalau saja ada beasiswa, kami
sangat berharap, Tika mendapatkannya,” tukas Fadli lagi.
Rama pun berharap begitu. Talenta Tika dalam bidang IPS sangat kuat. Sebenarnya
dia bisa mendapatkan jurusan IPA, tapi menyadari bakatnya di IPS, gadis manis
kelahiran Padang, 16 Januari 1990 itu pindah ke jurusan IPS. “Dia tidak pernah
masuk dalam buku kasus kami, makanya dia pantas jadi pemuncak,” kata guru murah
senyum ini.
Keberhasilan Tika menyamai keberhasilan Vika Cikita, siswa SMA 1 Padang yang
juga berasal dari keluarga kurang mampu. “Ini sekaligus membuktikan bahwa
guru-guru telah memberikan yang terbaik, karena anak-anak yang tidak bimbel di
luar bisa meraih posisi puncak,” imbuh Rama.
Ingin jadi dokter
Sementara itu Jesica Eka Putri siswa SMA 10 Padang, yang akrab disapa Puput,
juga tak mengira bakal jadi pemuncak dengan nilai 56,10. Apalagi di semester V
kemarin, dia tidak lagi masuk dalam 10 besar. Hanya saja, dalam Pra UN kedua,
dia terbaik di kelasnya yang lokal unggul. “Puput masuk lokal unggul, tapi
tidak masuk di kelas internasional,” paparnya yang dihubungi via telepon
genggamnya.
Jelang UN, putri pasangan Herina Sayuti, guru Bahasa Inggris SMK 3 Padang dan
Herman (bekerja di PT Sirkansa), dan kakak dari Intan Tifani ini memang belajar
ekstra. Les, bimbel dan kegiatan lainnya dilakoni bersama kawan-kawannya.
“Kalau belajar bersama suka di rumah Puput,” ceritanya sambil menyebutkan, dulu
targetnya hanya mendapatkan rata-rata 8, tapi mendapatkan rata-rata 9,35.
Herina pun mengaku senang dan bangga dengan putri sulungnya. “Rasanya terobati
semua jerih payah kita mendidik dan membesarkannya. Tapi, kami tidak pernah
memaksa Puput mau jadi apa,” tegas sang Mama dengan nada senang.
Melihat nilai-nilai yang diperoleh Puput sejak SD sampai saat ini, dia optimis
Puput lulus dengan nilai terbaik.
Puput yang bercita-cita jadi dokter itu, memang tidak diperkenankan kuliah di
luar Sumbar. “Walau kami tahu Puput anak baik, tetap saja mengkhawatirkan
melihat kondisi saat ini,” ulas wanita asal Batang Kapas, Kab. Pesisir Selatan
itu.
SMA 1 Padang Panjang
Sementara itu, Kepala SMA 1 Padang Panjang, Ridwan Idma mengaku suprise dengan
pencapaian siswanya yang cukup banyak masuk dalam 10 besar pada jurusan IPA dan
IPS. “Saya baru tahu, karena memang kami tidak tahu anak-anak kami masuk 10
besar terbaik di Sumbar,” paparnya.
Sebenarnya UN memang bukan target mereka. Yang ditargetkan masuk perguruan
tinggi negeri (PTN) sebanyak-banyaknya, karena tahun lalu 92 persen siswa
mereka diterima di PTN. “Tapi kami bangga, karena memang anak-anak diajarkan
mengharamkan mencontek, jadi kalau nilai mereka bagus, maka itulah nilai mereka
sesungguhnya. Malah ada siswa pada jurusan IPS di sekolah ini mendapatkan nilai
matematika, 10.
Sementara itu, juara pertama pada tingkat SMA jurusan Bahasa diraih, Febri
Marseli dari SMA 1 Guguk, kemudian SMK diraih Eliza Daniati. Sedangkan, posisi
pertama MA jurusan IPA diraih, Dosri Yoki dari MAN Palangki, pemuncak MA
jurusan IPS, Ujang Firdaus dari MA Swasta MTI Pasir, dan MA jurusan Bahasa,
Susi Susanti dari MAN 2 Batusangkar.
Sumber: Harian Singgalang Edisi Senin 16 Juni 2008
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---