Selasa, 01 Juli 2008  8:33:00 (Republika )

Padang-RoL-- Sumatera Barat (Sumbar) memiliki potensi besar sejarah
budaya dan apabila semua itu dikelola secara profesional dapat
diandalkan untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, kata Kepala
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar James Hellyward di Padang, Senin.

Menurut James Hellyward, sebagai daerah yang memiliki sejarah budaya
yang cukup tua, Sumbar banyak memiliki peninggalan sejarah dan
pubakala dalam bentuk benda cagar budaya. 

Selain itu, Sumbar juga memiliki potensi seni permainan tradisional
"peranak nagari" dan pertunjukan seni tradisi yang tersebar pada
setiap kabupaten dan kota.

Menurut dia, ada juga peninggalan sejarah dan purbakala, seperti masa
Hindu dan Budha yang terlihat dari peninggalan kerajaan masa lalu dan
sistim masyarakat yang hidup di Minangkabau berupa prasasti dan candi.

Prasasti dapat ditemukan di daerah situs Ustano Rajo Alam dan kawasan
prasasti Adityawarman di Desa Gudam Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar.

Sedangkan candi di Sumbar antara lain candi Pulau Sawah, Padang Roco,
dan Candi Pulau Sawah II di Kabupaten Sijunjung.

Pada masa kolonial ada tiga periode yakni masa penjajahan Portugis
dengan peninggalan bangunan tua dan makam Mad Van Kempen di Pulau
Cingkuak, Kabupaten Pesisir Selatan.

Selanjutnya, dari masa penjajahan Belanda banyak peninggalan sejarah
seperti Benteng Fort de Kock di Bukittinggi, Benteng Fort van Der
Capellen di Batusangkar, Ema Haven di Bungus Bukik Lampu dan Teluk
Bayur, Kota Padang.

Selain itu peninggalan pembangkit listrik tenaga mikrohidro Salido
Ketek di Pesisir Selatan dan kincir angin di Padang dan Bukittinggi.

Menurut James, masa penjajahan Jepang juga meninggalkan sejumlah
bangunan sejarah seperti terowongan perlindungan bawah tanah yang
terdapat di Kota Bukittinggi, Bungus, dan Muaro Padang.

Sementara itu, katanya, potensi peristiwa budaya serta pertunjukan
seni tradisi juga banyak dimiliki Sumbar dengan filosofi yang khas
karena adanya pengaruh agama Islam sehingga berbagai bentuk baik
peristiwa budaya mapun kesenian tradisi yang ada merupakan sarana bagi
penyebaran agama di Sumbar. ant/fif


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke