29 June 2008 | Ditulis oleh: EWA | 
Oleh Ersis Warmansyah Abbas : http://webersis.com/2008/06/29/buaian-rabaan/>


MUARALABUH, Solok Selatan, Sumetera Barat, entah tahun berapa. Bulan
Ramadhan, bulan MTQ. Kami, sekelompok 'anak ingusan' mendatangi mesjid
tempat MTQ. MTQ diadakan bergantian setiap malam di lain mesjid selepas
sholat tarawih. Kami, berombongan bermodalkan lampu strongkeng. Tetapi, ada
yang lain. Apa itu?
 
Semoga Allah SWT mengampuni. Ketika berangkat dan pulang, berjalan
'dekat-dekatan' dan, duh . Gusti, begitu tangan saling bersentuhan, apalagi
kalau yang tersenggol 'SSSUUU' duh, rasa melayang. Bisa tidak tidur tiga
hari tiga malam. Imajinasi  berkembang bercabang-cabang. Hanya senggolan.
 
"Ya", kata Pak Antonius. "Pada mulanya sangat kecewa pada Tuhan, kenapa saya
dihadihi penyakit mata, sampai buta. Tapi, kini bersyukur. Buta mata, tidak
buta hati". Alhamdulillah. Anton baru menikah untuk kedua kali setelah
menjadi mualaf.
 
Lelaki Flores nganteng ini, pada era booming kayu merantau ke Kalimantan
(Tengah). Dia kawin dengan penduduk lokal. E . karena matanya dari lahir
bermasalah, mula-mula mata kiri tak melihat, lalu mata kanan, dan berujung
buta total. Setelah di PHK, isteri minta cerai, lengkaplah penderitaanya.
 
Pendek kisah, Anton masuk panti Tuna Netra di Kabupaten Banjar; belajar
aneka keterampilan, terutama pinjat. Anton pemegang medali penyandang cacat
PON Palembang, 2007. Karena dekat Banjarbaru, dia menjadi langganan tetap
saya.
 
Pijatannya uenak tenan. Anton memijat sembari bercerita. Isteri dan
anak-anak kadang terperangah mendengar kisahnya; dua kali atau sekali dalam
sebulan. Semangat hidup dan semangat juangnya luar biasa. Tidak mengeluh.
"Allah mahatahu", katanya. "Kalau saya tidak buta, entah apa jadinya hidup
ini. Mungkin, dosa saya banyak. Kewajiban orang awas (tidak buta) lebih
berat".
 
"Nah, kolestrol Bapakagak tinggi nich. Ada bengkak-bengkanya di jalan darah.
Selesai diurut akan nyaman, dan nich . urat lerher Bapak tegang. Emang
kerjanya apa Pak", tanyanya.
 
Pendek kisah, lincah memainkan tangannya; memijat, meraba. Dengan rabaan
memindai banyak hal. Melalui rabaan di ujung tongkat putihnya, dia tahu itu
lobang, itu batu, jalan, atau tahi kambing. Rabaan tak langsungnya begitu
peka. Apalagi, rabaan langsung, he he. Isterinya kelihatan bahagia.
 
Ya, tingkat sensitif pendengaran dan rabaan meningkat tajam sejak buta. Kami
mendiskusikan sepakbola, kerusahan, dan Anton sungguh sebal soal BBM.
Orang-orang pemerintah beralasan doang.  "Yang awas saja terabai, apalagi
yang tidak melihat", katanya. Kalau yang beginian, saya respon dengan
ketawa.
 
Tentu, bukan Anton saja yang merekam banyak hal di meori otak melalui
rabaan. Orang-orang awas, 'belajar' dari rabaan. Kita diajarkan ketika
kecil, api itu panas. Jangan pegang, jangan dekati, nanti terbakar. Sakit.
Saya punya cara lain. Sewaktu anak saya kecil, mau main korek api, please.
Begitu kebakar, dia menagis. Kapok. Isteri saya malah marah sama saya he he.
Pengalaman adalah guru sesungguh.
 
Ya, melalui rabaan kita lebih memahami halusnya pasir di pantai, lembutnya
sutera, kerasnya telapak tangan petani, atau (maaf) bagaimana empuk
nyamannya . (wah isi sendiri aja ya).
 
Kalau alat peraba; telapak tangan, permukaan kulit, dimanfaatka untuk lebih
'memahami' sesuatu, itu hal baik. Berdasarkan rabaan pemahaman semakin
mantap, dan akan lebih mantan masuk ke otak, diolah, atau dieluarkan.
 
Dalam kaitan menulis, tentu sangat bermanfaat. Seperti telah ditulis, banyak
orang mandeg menulis tersebab masukan pengetahuan kurang beres. Tidak
mantap. Ketika diolah, dikeluarkan . memble.
 
Artinya, indera raba adalah pintu masuk dan aliran jalan pengetahuan. Asal
jangan sembarang raba, atau suka meraba-raba hal terlarang. Apalagi kalau
punya pacar (baru) suka meraba-raba. Bahaya. Rabaan bisa menghanyutkan
hingga 'lupa daratan'. Kalau yang terakhir, risiko tanggung sendiri.
Latihlah raba-rabaan tuts komputer hingga bagus menulis he he.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 29 Juni 2008.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke