SDN 02 dan SKUR Teken MoU Sekolah Kembar
Kamis, 03 Juli 2008 Malaysia, Padek-- Kepala SDN 02 Percontohan Bukittinggi Drs M Aswir MPd dan Guru Besar (setingkat kepala sekolah, red) Sekolah Rendah Kebangsaan Undang Rembau (SKUR) Negeri Sembilan Malaysia, Puan Rokiah Binti Mahat, Senin (30/6) lalu secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) sekolah kembar. Penandatanganan MoU sekolah kembar keempat untuk Bukittinggi tersebut dilaksanakan di SKUR Rembau Negeri Sembilan Malaysia, dihadiri Sekko Bukittinggi Drs H Khairul, Kadisdik DR Yalvema Miaz serta Pengerusi Jawatan Kuasa Bertindak Pelajaran dan Pengujian Tinggi Negeri Sembilan, YB Tuan Syamsul Kahar Bin Mohd Deli. Sebelum teken MoU, Sekko dan Kadisdik beserta rombongan menghaturkan duli (menghadap, red) Dato' Undang Rembau Dato'Mohammad Syarif Othman selaku Raja yang berkuasa di Rembau. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari YB Tuan Zaiful Bahri Bin Idris, selaku wakil rakyat Rembau di Anggota Dewan Undangan Negeri (ADUN) Negeri Sembilan. Dato' Mohammad Syarif Othman menyatakan, kerjasama itu diharapkan terbangun sejak dulu. Dasarnya sangat kuat, yaitu bagaimana menyatukan dan memajukan pendidikan anak-anak Melayu dan Indonesia secara bersama di tingkat dunia, sehingga tidak kalah bersaing dengan suku bangsa lain yang ikut menghuni tanah Melayu. "Apalagi, saya sangat mengakui dan hingga kini masih tetap mempercayai bahwa nenek moyang dan asal usul masyarakat Negeri Sembilan adalah di Minangkabau, Sumbar. Sehingga kemajuan masa depan anak-anak Malaysia juga harus berjalan seiring dengan anak Indonesia, terutama Sumbar selaku tanah serumpun dan belahan darah daging masyarakat Rembau," tuturnya. Hal senada juga ditegaskan YB Tuan Syamsul Kahar Bin Mohd Deli. Dia mengatakan, Rembau memiliki kebanggan baru dengan adanya hubungan sekolah kembar keempat ini. Dim ana sekolah kembar sebelumnya hanya ada antara SMK King George V dengan SMAN 1, SMKA Sheikh Haji Mohd Said dengan MAN 1 Model serta SM Teknik Tuanku Jaafar dengan SMKN 2 Bukittinggi. "Sekarang dengan adanya sekolah kembar keempat antara SDN 02 Percontohan dengan Sekolah Kebangsaan Undang Rembau, maka rintisan yang telah dilakukan sejak 1993 oleh SMAN 2 dengan Sekolah Menengah Seri Ampangan semakin berhasil. Rembau telah sepakat, bahwa membangun sekolah internasional haruslah dengan sekolah di kampung asal nenek moyang orang Negeri Sembilan sendiri," tukas Syamsul Kahar. Sekko Bukittinggi Khairul mengaku berbahagia karena berhasil membina sekolah kembar dengan sekolah di tanah "saudara". Kegiatan itu katanya, juga akan semakin meningkatkan kualitas anak didik. "Setelah berhasil mengkembarkan tiga sekolah menengah, sekolah kembar juga memasuki tahap baru dengan mengkembarkan sekolah dasar. Jika seluruh sekolah di Bukittinggi telah berstandar internasional dengan memiliki kembaran di luar negeri, maka secara bertahap kualitas pendidikan juga dapat ditingkatkan," papar Khairul. (ari) 72 Siswa Ikut Pertukaran Pelajar di Malaysia Senin, 30 Juni 2008 Malaysia, Padek-Sekko Bukittinggi Drs H Khairul dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DR Yalvema Miaz, Sabtu (28/6) lalu secara resmi menyerahkan 72 orang siswa Bukittinggi yang akan melaksanakan kegiatan pertukaran pelajar di Malaysia. Penyerahan dan serah terima anak didik kepada orangtua asuh mereka masing-masing dilakukan di Jabatan (kantor, red) Pendidikan Serembang, Negeri Sembilan, Malaysia, disaksikan Kepala Jabatan Pendidikan Negeri sembilan, Encik Jamali. Upacara penyerahan siswa pertukaran pelajar itu dimulai dengan persembahan Tari Kompang yang dibawakan pelajar tuan rumah, sebagai tanda penyambutan terhadap tamu kehormatan di negara bagian tersebut. Mirip dengan tari Pasambahan di Minangkabau, tari Kompang juga mneyuguhkan siriah dalam carano sebagai tanda ucapan selamat datang kepada tamu di Negeri Sembilan, Malaysia. Yalvema menyebutkan, jumlah siswa yang akan mengikuti kegiatan selama dua minggu tersebut sebanyak 72 orang. Mereka akan ditempatkan pada sekolah yang telah ditunjuk, serta akan diasuh oleh orangtua angkat masing-masing. Selain akan mengikuti pendidikan, siswa tersebut juga akan dikenalkan dengan Seremban Negeri sembilan, serta sebaliknya juga akan mempromosikan Bukittinggi. "Siswa ini penempatannya dibagi dua daerah, yaitu sebanyak 41 orang di Seremban, serta 31 orang di Terengganu. enam guru akan ditugaskan sebagai pendamping di Seremban, dan empat guru untuk pendamping di Terengganu. Setelah diserahkan secara resmi, maka siswa tersebut akan menjadi tanggung jawab guru sekolah tempat mereka ditempatkan, serta dalam pembinaan orangtua asuh mereka," kata Yalvema. Seluruh siswa pertukaran pelajar asal Bukittinggi ini berangkat menggunakan jalur udara pada Sabtu (28/6) lalu, dan nantinya pada 12 Juli mendatang akan pulang melewati jalur laut dan darat. Di mana kedua rombongan Seremban dan Terengganu akan berkumpul di Port Dickson dan akan dipulangkan setelah penutupan kegiatan Pertukaran Pelajar di Malaysia. Setelah itu sekitar Agustus nanti juga akan dilakukan kunjungan pertukaran pelajar balasan dari Seremban dan Terengganu ke Bukittinggi. Sebelum ini, pertukaran pelajar dalam rangka hubungan Kota Kembar Seremban-Bukittinggi hanya dilakukan ke Seremban dan sebaliknya. Namun setelah terbangun komitmen baru dengan Terengganu, menyusul lawatan PWI Bukittinggi ke Terengganu Malaysia pertengahan 2006 lalu, maka disepakati pertukaran pelajar dengan negara bagian di ujung utara Malaysia itu. Bahkan dengan kerjasama itu, kunjungan masyarakat Terengganu ke Bukittinggi juga semakin bertambah setiap tahunnya. Sekko Bukittinggi dan Kepala Jabatan Pendidikan Negeri Sembilan saat penghujung acara berlangsung sama-sama bertekad, bahwa kegiatan ini di tahun akan datang harus terus disempurnakan dan diperbaiki kualitasnya. Sehingga tidak menjadi sebuah saling kunjung pada tingkat pelajar saja, tapi juga akan lebih dalam untuk meningkatkan kualitas pendidikan kedua daerah. "Kita saat ini juga telah memulai program pertukaran guru pengajar selama satu bulan, dan diharapkan juga akan saling sempurnakan sistem pendidikan dan pengajaran. Bahkan tiga sekolah di Bukittinggi dan tiga sekolah seremban juga telah membina hubungan untuk meningkatkan taraf menjadi sekolah berstandar internasional," jelas Encik Jamali. (ari) The above message is for the intended recipient only and may contain confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank you. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
