Assalamualaikum w.w. Sanak Jupardi dan para sanak sa palanta, Alah batambah ciek lai obyek wisata nan siap. Ambo batarimo kasih sakali jo gagasan Sanak tentang 'home stay', supayo ado mato pancarian baru di nagari. Pasti halal. Urang kan hanyo mancaliak-caliak pamandangan sajo, sambia bakodak-kodak jo maota. Nan paralu lingkungannyo barasiah. Untuk mamuloi, start turih urang awak dulu. Muloilah di kampuang Sanak. Nan lain akan manuruik kudian.
Wassalam, Saafroedin Bahar (L, 71 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED] --- On Fri, 7/4/08, jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Daftar Daerah Wisata di Sumbar (Pak Syaaf dan Pemerhati/Peduli Parawisata) To: "rantaunet rantaunet" <[email protected]> Date: Friday, July 4, 2008, 9:46 AM Pak Syaaf dan Sanak Sa Palanta Sesuai dengan saran atau ide Pak Syaaf tentang Daftar daerah parawisata yang cukup potensial di kembangkan dan di jual (Kalau beliau telah mempromosikan kampungnya Padang Panjang) Maka saya juga sedikit mempromosikan kampung saya lebih khususnya Kabupaten Tanah Datar Mungkin Objek Wisata Budaya dll di Tanah Datar sudah tidak asing lagi Tapi yang saya perhatikan ketika Pulang Kampung dan Berjalan-jalan seputar Tanah Datar masih banyak Potensi atau daerah tujuan Wisata yang belum maksimal di kembangkan salah satunya daerah seputaran Simabua Mulai dari Limo Kaum..menjelang Kubu Karambia..terus Ke Padang Panjang sangat luar biasa pemandangan alamnya dengan sawah, Ladang, lembah, Jurang, sungai, kaki bukit dan gunung sebuah bentangan alam (Landscape) dengan berbagai Mozaik jika saya lukiskan seperti ini Di Pegunungan atau kaki gunung/bukit warna hijau pupus berbaur dengan warna merah bunga/daun kulit manis dan warna hijau pekat lainnya pepohonan Sawah mulai dari warna tanah kecoklatan, terpaan bening kilau cahaya sawah yang belum ditanam (berair), Benih padi yang hijau segar ibarat hamparan permadani Padi yang tumbuh menghijau, Padi yang menguning, padi siap panen berwarna kuning kecoklatan, Sekam dan Jerami yang dibakar dengan asap yang membubung ke langit dan abunya yang berwarna hitam terhampar dalam petak sawah Pematang dengan rerumputan hijau memisahkan gradasi warna setiap petak sawah sungguh memanjakan mata melihatnya dari ketinggian Lalu..jurang atau lembah dengan air yang mengalir jernih di bebatuan serta air pancuran dimana-mana muncul di balik tebing dengan bambu/betung sebagai pipanya...tempat pemandian atau sekedar cuci muka ketika kita lelah berkeliling-keliling Nah juga ada makanan yang terkenal di Simabua..lepas Limo Kaum dari Sangka yaitu Dakak2...Uni..?...lupa saya namanya..ini langganan saya jika Pulkam Dari semua itu sayang belum dikelola secara maksimal dalam arti fasilitas penunjang belum ada.. misal seperti Hotel, Homestay. Resort dan juga dikiri kanan jalan utama masih banyak sampah yang ditumpuk dan dibuang sembarangan dan ini merusak pemandangan..serta image Saya sudah memberi masukan kepada Kakak Ipar saya yang kebetulan Kepala Penanaman Modal di Kantor Bupati Tanah Datar ketika berdiskusi dengan beliau di Kampung..tolong sampaikan beberapa ide atau saran ini ke Pihak Parawisata di Tanah Datar Mungkin daerah ini cocok sebagai Ecotourism Sebaiknya tidak didirikan Resort, Hotel Megah..cukup memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan Rumah mereka sebagai Home Stay bagi para pengunjung Nah para pelancong menginap di rumah penduduk lalu..mereka hari-hari mulai dari pagi sampai sore berkeliling di Sawah ladang dan sungai yang indah tersebut ada yang tertarik mungkin cara menanaman padi, memanen padi membajak sawah dengan kerbau..lalu...istirahat di dangau2 tengah sawah sambil menikmati makanan dengan sentuhan tradisional yang dalam Oh..ya disini pusat durian juga..bisa para wisatawan diajak menunggu durian jatuh di pondok2 Lalu para pelancong larut hidup dengan Masayarakat setempat seperti mandi dipincuran, memasak dengan tungku kayu api menumbuk padi dan lain sebagainya kehidupan ala kampung Semua itu tentu pengalaman yang berkesan bagi para wisatawan sebuah alternatif dari berbagai model Parawisata di Sumbar Bagaimana Pak Syaaf tentang hal ini...mungkin Bapak dengan para sanak di MAPPAS bisa lebih "menekan" Pemda untuk mereliasasikan Objek Parawisata yang saya maksud agar dikelola lebih terorganisir lagi, selama ini Orang dari Luar tentu belum tahu Keindahan Alam Batu Sangkar, Limo Kaum, Simabur, Kubu Karambia terus ke Kampung Pak Syaaf Saya lihat setiap lewat lintas ini selalu ada saja Bule secara dadakan mengabadikan pemandangan (Foto dan Video) Salam-Jupardi (43 +, Pku) http://jupardi.multiply.com --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
