2008/7/4 ajo duta <[EMAIL PROTECTED]>:

> Mungkin kita sudah masuk pada fase "kecuali" seperti yang disebutkan
> pada surat Ali Imran dibawah itu. Masalahnya 63 tahu kita sudah merdeka,
> negara kita kaya raya, tongkat ditanam dia tumbuh. Tapi rakyatnya melarat
> terus.
>

Pak Ajo Duta, saya bukan ustadz namun perkara ini adalah masalah yang
sangat jelas dan perlu diketahui setiap muslim. Bagian "kecuali"
tersebut adalah ketika kita dalam posisi terancam oleh kekuatan orang
kafir. Yakni karena keterpaksaan yang mengancam jiwa kita sehingga
kita menampakkan dukungan secara lahir walaupun kita tetap membenci
berada di bawah pimpinannya. Jadi untuk Indonesia sangat tidak relevan
karena umat Islam adalah mayoritas dan tidak dalam keadaan terancam
oleh mereka.

> Karena dipimpin oleh orang yang mengaku muslim, tapi sahadatnya
> hanya sebatas lidah. Hak dan bathil mereka campur adukkan. Jadi pada dasrnya
> mereka tidak Islam. Sementara ada pemipin yang belum sahadat, tapi dia
> Islam dalam akhlak. Dia tidak mencampur adukkan yang hak dan batil.
>

Kerusakan yang ada di Indonesia tidak hanya karena kerusakan di
kalangan pemimpin. Apakah umat Islam sungguh-sungguh sudah
mentauhidkan Allah? Belum terlalu lama kita ketahui adalah penanaman
kepala kerbau di ranah yang merupakan praktik kesyirikan. Memberikan
kepemimpinan kepada orang kafir hanyalah semakin menjauhkan kita dari
pertolongan Allah.

> Bukankah kita harus memilih diantara kedua tipe pemimpin itu, yang
> paling kecil mudharatnya? Yang satu Islam tapi koruptor sementara yang
> lain tidak Islam, tapi akhlaknya Islam dan berpihak kepada rakyat kecil.
>

Mengapakah harus dibuat pilihan seperti itu? Saya kira bukan hanya ada
dua pilihan itu. Perlu juga diketahui bahwa jika umat Islam dipimpin
orang kafir maka hukumnya wajib untuk menjatuhkan pemimpin itu (jika
telah ada persiapan yang cukup untuk itu).

> Rasanya yang kedua ini yang tepat bagi umat Islam. Kekurangannya
> belum mengucapkan sahadat saja.
>

Pak Ajo Duta, coba Bapak renungkan untuk diri Bapak sendiri. Apakah
Bapak ingin diwafatkan sebagai orang Islam yang korup namun tidak
melakukan sesuatu yang sampai mengeluarkan dari Islam (syirik, dll)
ataukah orang kafir yang tidak korup?

Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke