Kutipan BUNAKEN Sail 2009 dibawah ini ambo ambil disalah satu Forum Komunitas
Fotografi. Bukan mau mempromosikan kampung orang lain. Cuman mau sharing aja
bahwa orang Indonesia juga bisa kok membuat rencana dan membuat SENSASI lebih
dari 1 tahun sebelumnya. Kenapa kita belum bisa begini ya...?
-----------------------
Yuk! Next year hunting : Bunaken Sail 2009
Halo kawans,
Direncanakan ada acara bagus tahun 2009 di Sulawesi Utara
yang namanya BUNAKEN SAIL akan diisi dengan PARADE KAPAL PERANG DARI
MANCA NEGARA (katanya 50 Kapal) Sail Pas dari KAPAL LAYAR TIANG TINGGI dari
seluruh DUNIA trus ada Pelayaran Kapal Layar dari DARWIN menuju
Sulawesi Utara (lebih kurang 200 kapal) juga acara yang diadakan oleh Dinas
Pariwisata setempat Pokoknya meriah tentu ada hubungannya dengan
Konferensi Kelautan se Dunia jadi Ramai sekali belum lagi acara setempat ada
musik bambu ada maengket dan lain2 ini bisa menjadi tempat ketemunya IBP
mari kita kesana rame2 muali tanggal 12 Agustus sampe 20 Agustus 2009
Kalo tahun ini ada acaranya yaitu gladi resiknya acara tersebut tanggal 10
sampe dengan 20 Agustus yo kita survey tempat.
So, tahun ini or tahun depan? ;-)
----------------------------------
Sehubungan dg ratusan SMS ambo kemaren ttg USULAN Gerakan SEJUTA WISATAWAN ke
Ranah Minang, semua respon positif (yg gak reply apa krn gak setuju takut ndak
enak jo ambo, antahlah...). Termasuk Pak Wako Pdg yg sgt antusias: "Suatu ide
yg sangat cemerlang dan perlu kita tindak lanjuti..", kecek beliau. Kecek salah
satu Asisten beliau: "Ambo setuju bana. Tapi belum begitu cocok dg jargonnya.
Tolong cari yg lebih sensual lagi agar lebih mengundang...". Ada bbrp pejabat
yg jg sgt mendukung, termasuk Rektor Unand ("Ide yg bagus Pak. 5jt saja. Sy
setuju dan mendukung"). Staf ahli Menbudpar jg mendukung dan mungkin bisa jadi
contoh buat daerah lain. Wakil Ippabasko di Sydney jg ikut mendukung. Pak
Kadisbudpar jg setuju, tetapi beliau saran agar dunsanak nan dilua yg
mangkondisikan. Presiden SAS jg sgt mendukung: "Setuju...! Diharapkan seluruh
organisasi Minang membuat rencan dalam program kerjanya...dan tentu kewajiban
kita menyebarluaskan program
ini...Semoga..!".
Tetapi yg paling menarik disimak adalah komentar salah satu dunsanak Wartawan
Senior Media Cetak Nasional dan beroplag besar ini. Kebetulan ybs lagi di
Manado. Sebelumnya kalau gak salah cukup lama berkiprah di Sumbar. Apapun
pengalaman ybs sebelumnya, tidak usah kita perdebatkan. Tetapi mari kita lihat
sisi positifnya utk langkah2 ke depan nanti, bagi yang masih peduli, agar tidak
salah langkah dan kecewa... Alah amuah sukarelawan, kecewa pulo tu... Batambah
pulo jo sakik jadinyo beko. Betul kan Pak Saaf? Ini kutipan2nya. Bbrp orang
ambo forward jg sms2 ini. Mohon maaf sebelumnya...
Jam 8 ambo tarimo reply sms pertama:
"saya lagi di manado dan siang tadi ke Bunaken. Ini kali kedua, pertama tahun
2006 lalu. Ternyata Bunaken tak ada menariknya dibanding Pulau Sikuai dan
Mentawai yang alam bawah lautnya lebih dahsyat. Tadi saya dapati sejumlah
wisatwan dari jakarta komplein. Jera ke Bunaken. Memperkenalkan dan membuat
image wisata di daerah kita lebih bagus, promosi harus terus digencarkan.
Pelaku wisata harus lebih kreatif menawarkan paket2 yg sangat menarik. Bali,
bulan lalu saya ke sana, juga tak ada apa-apanya. Kita kalah dalam promosi.
Berani ndak kita promosi di media nasional, bikin baliho promosi di Jakarta,
Bali, Bandung, Medan, Singapura."
Lalu jam 9 malam ambo tarimo lagi balasannya:
"setiap orang yg saya gugah, terus terang mereka ingin sekali. Kesulitannya,
siapa yg bisa mendampingi mereka utk ke daerah tujuan. Teman biro perjalanan di
Padang tak bisa melayani tamu yg diluar paket yg kaku (itu ke itu saja, tak
berupaya membuat paket yg baru dan menarik). Serba susah. Bolehlah mereka
paketnya itu ke itu saja, tapi mereka sampai sekarang tak satupun berani
(berkorban) membuat buku dg laporan yang lengkap tentang daerah2 tujuan. Kalau
buku itu dicetak, paling modalnya Rp10.000 per eksplar. Apa susahnya biaya buku
ini dibebankan kepada tamu-tamunya sih? Sam..... kar... tapi indak bapikia
jangka panjang. Coba, kalau tamu pulang bawa buku itu, ia bisa cerita atau
pinjamkan buku itu ke tetangga. Awak galinggaman. Minta tolong kawan wartawan
buat buku itu, ya iklan hotel, ya banyak iklan lainnya. Ibarat buat buku
patungan. Untuk seterusnya tak bayar penulis lagi, silahkan buku cetak ulang
terus".
Lalu 10 menit berikutnya:
"Cubo tanyo sanak kito, sajauh ma nyo tahu ado pakan budaya di Padang? Ma
beritanya? Anan manarik itu? ado lomba manatiang piriang, kenapa tak dibuat
pembuatan rekor MURI misalnya bia heboh. Bisuak pakan budaya kadibukak, baa
ndak sajak sabulan lalu dihebohkan di koran2? Awak yakin kawan2 di Padang ndak
diajak sato atau dilibatkan, sehingga tau selah kurenah urang awak, kalau tak
dianggap ia bisa memutar balik semuanya. Berita yang muncul bisa miring terus.
Lah acok pengalaman saromanko taulang, tapi itulah. Masiang2 pihak mamikiakan
dirinyo sorang2. Urang lain dianggap indak paralu. Kadang alah ado inisiatif
dari kawan2, eh ketika dibantu, pitih untuaknyo dikarajoan loh. hehe...bilolah
ka maju".
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---