Assalammu alaikum warahmatulLahhi wabaroktuh,

Saya mempunyai keyakinan bahwa telah banyak wujud tulisan tulisan dan buku buku 
(rujukan) menceritakan hal ehwal sehubungan dengan Minangkabau dan Negri 
Sembilan. Hanya baru kini saya berminat untuk memberi tumpuan yang agak 
mendalam agar pengetahuan bertambah.

Kita semua yakin hubungan dua hala Sumbar/Minangkabau dan Negri Sembilan telah 
bertambah kukuh bukan hanya setakat di peringkat diplomasi diantara kedua nya, 
tetapi juga diantara masyarakat Minangkabau dan Negri Sembilan. Hubungan dua 
hala ini mesti dipertingkatkan lagi. Kerjasama secara nyata dan substantif 
terus di perbaiki dan diperbaguskan agar
 kepemerataan kesejahteraan dan
 kemaslahatan di antara kedua masyarakat ini bertambah kukuh.

Keserumpunan, kejiranan dan keserantauan (KKK) sebenarnya telah dapat di lihat
 dalam perhubungan Minangkabau dan Negri Sembilan. Pimpinan politik dan 
perdagangan di kedua pihak dapat mempereratkan KKK ini dengan keberadaan 
kebijakan yang tertuang dalam hubungan dua hala antara Propinsi Sumbar dan 
Negri Sembilan. Salah satu kegunaan KKK ini ialah bermotifkan meningkat 
pemerataan kemakmuran ekonomi kerakyatan dan usaha sama membasmi kemunduran dan 
kemiskinan. Pimpinan yang bertanggungjawab di kedua negeri  mampu merintis KKK 
ini di peringkat lokal diantara Sumbar dan Negri Sembilan. Perluaskan lagi 
kebijakan kebijakan/policies memantapkan pendidikan, kebudayaan dan 
socio-economic and trade advantages diantara keduanya.  

Hubungan Minangkabau dan Negri Sembilan sudah menjadi khazanah pengetahuan 
umum. Semenanjung Tanah Melayu telah menjadi salah satu tempat tumpuan 
perantauan/ penghijrahan di Kepulauan Alam Melayu/Malay Archipelago. Ramai dari 
perantau ini akhirnya bermaustatin di Semenanjung. Satu satunya kes perantauan 
 secara besar besaran yang akhirnya mampu melahirkan satu
 komuniti politik/political community berdasarkan adat adalah komuniti 
Minangkabau di wilayah Negri Sembilan. Watak politik dan adat masyarakat Negri 
Sembilan ini telah di terima oleh Melayu Semenanjung dan dilanjuti oleh politik 
Malaysia sekarang.

Boleh dikatakan satu satunya adat resam keturunan bernasabkan ibu di luar Alam 
Minangkabau ialah Negri Sembilan. Adat Perpatih Negri Sembilan yang kemudian di 
cerminkan dalam struktur poliktik dan pentadbiran Negri Sembilan dapat di 
terima oleh masyarakat Melayu di Semenanjung. Masyarakat Melayu Semenanjung 
masih memakai adat Temenggong. 

Saya masih belum pasti yang adakah adat Perpatih Negri Sembilan itu benar benar 
replikat cerminan  adat Perpatih di Alam Minangkabau. Begitu juga tentang 
sistem pentadbiran kenegerian dan kemasyarakatan Negri Sembilan yang masih 
berterusan sekarang ini. Adakah cara pentadbiran umum ini telah di ubah-suaikan 
keadaan keadaan setempat yang agak berlainan
 dengan
 tempat asalnya di Ranah. Adakah Kenagarian  telah di tukar ganti dengan unit 
Luak di Negri Sembilan? Nampaknya, bingka struktur pentadbiran politik Negri 
Sembilan itu sendiri sudah menjadi satu supraNagari yang unggul dan tunggal 
yang tidak wujud di Alam dan adat Minang. Dan nampaknya dengan kehadiran 
lembaga ke-raja-an  yang di sebut Yang Di Pertuan Besar dan ibukota raja Sri 
Menanti maka sandaran kekuatan politik kesultanan atau ke-raja-an adat Perpatih 
Negri Sembilan bertambah kukuh hingga sekarang. Faham dan adat istiadat royalty 
pun di perkukuhkan secara politik di Negri Sembilan. Mungkin faham dan adat 
istiadat royalty ini sudah ditiadakan di Minang.
Bagi saya ketiadaan ini satu yang baik bagi Ranah manakala adanya di Negri 
Sembilan tidak menambah. Ianya satu rekaan sahaja.

Dari pengelaman sendiri semasa
 saya di besarkan di
 Negri Sembilan, adat Perpatih di Negri Sembilan sudah mengalamani kemorosotan 
dan pengaruh. Sefaham saya kesemua sendi dan supporting unit memberdayakan adat 
dan budaya adat sudah tidak wujud lagi. Praktik harian orang Negri Sembilan 
sendiri sudah banyak jauh dari nilai adat Perpatihnya. Nilai adat dan didikan 
adat yang sepatutnya mekar dari dalam jiwa dan hati di kalangan masyarakat 
Negri Sembilan tidak semekarnya di Tanah Minang. Adakah adat Perpatih di Negri 
Sembilan ini bisa di hidupkan semula atau di selamatkan saya tidak mampu 
memberi jawapan pasti. 

Pensukuan juga sudah agak jauh berbeda amalannya di Negri Sembilan. Umumnya, 
nama suku di Negri Sembilan diambil dari mana kampungnya di Ranah. Kecuali, 
kalau tidak salah saya, suku Biduanda. Sefaham saya suku Biduanda ini adalah 
hasil kacukan darah raja dengan penduduk asli, orang Sakai, Negri Sembilan. Ini 
yang diceritakan kepada saya, WaalLah hu 'alam. Kebetulan, suku saya ialah suku
 Batuhampa. Dan saya masih belum sampai di kampung Batu Hampa lagi.      

 

--- On Fri, 7/4/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hambociek <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Mengintip Rembau, Budaya Daerah Beradat Acara 
Resmi Diawali Petatah Petitih Adat
To: [email protected]
Date: Friday, July 4, 2008, 9:55 PM




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke