Sebuah ide tentang “Home Stay” di kantong Parawisa Simabua dan
sekitarnya

 

Pak Syaaf , MAPKAS, MAPPAS dan
Sanak Sapalanta  pemerhati dan penggiat
dunia Parawisata khususnya di Nagari awak Ranah Minang Kabau nan Elok.

 

Assalamualaikum Wr Wb

 

Sehubungan posting saya terdahulu
tentang potensi wisata alam pegunungan dengan bentangan alam yang indah
disekitar Simabua, Kabupaten Tanah Datar dan direspon oleh Pak Syaaf tentang
ide “Home Stay” pada intinya secara tertulis telah saya sampaikan kepada Kakak
Ipar saya yang menjabat Kepala Penanaman Modal dan Investasi di Kantor Bupati
Tanah Datar, secara ringkas ide dan saran saya tersebut adalah sebagi berikut :

 

Kita tahu Alam Minang Kabau
dengan segala Adat Istiadatnya yang cukup unik sudah dikenal oleh wisatawan 
local
dan manca Negara. Dunia Parawisata kita sangat beragam mulai dari Pantai sampai
pegunungan, begitu juga dengan wisata Budaya serta kulinernya. Faktanya
semenjak  terjadinya Gempa dan Tsunami di
Aceh, dunia Parawisata di Sumbar sangat berpengaruh terhadap kunjungan para
pelancong baik dalam maupun luar negri terutama Dunia Parawisata yang berbasis
Pantai sempat anjlok dan terguncang, ditambah lagi sering terjadinya Gempa di
Nagarai kita baik gempa yang berpusat di Lautan (di duga menimbulkan tsunami)
maupun gempa akibat aktivitas gunung berapi yang berada di Ranah kita.

 

Nah selama ini jika saya
perhatikan di Ranah kita sangat jarang terdapat Wisata yang berbasis (dimiliki)
oleh masyarakat tempatan, jikapun ada bergerak sendiri-sendiri tanpa melibatkan
Nagari sebagai pemerintahan dari segi Adat dan Budaya. Salah satunya mungkin
daerah Simabur dan sekitarnya mungkin bisa jadi daerah lain yang hampir sama
bentangan alamnya dengan menerapkan atau mengelola Wisata memberdayakan secara
penuh masyarakat tempatan.

 

Salah satu caranya dalam hal ini
Pemda cq Dinas Parawisata beserta pihak-pihak yang berkompeten dalam dunia
Parawisata  sebagai langkah awal mencoba
menginvetarisasi rumah-rumah penduduk disekitar Simabua yang layak di jadikan
Home Stay, setelah duduk bersama dengan para Tokoh, Alim Ulama dan masyarakat
tempatan melalui Wali Nagari maka Pemda sebagai Fasilitaor mensosialisakan
rencana Home Stay ini. Lalu mengundang Investor yang berminat.

 

Hak kelola dipegang oleh Investor
yang berbadan Hukum dalam menggarap tentang rencana Home Stay ini dalam arti
tentunya telah dirundingkan pembagian hasil buat yang punya rumah  serta kas 
Wali Nagari serta pajak2 resmi yang
mereka harus bayarkan ke Pemda (PAD). Setelah terjadi kesepakatan dengan
Investor maka Investor dimuka mengucurkan dananya untuk  “mambadai” atau 
memoles rumah penduduk yang
tepilih menjadi Home Stay dan Pemda harus mengawasi juga dan menjaga komitmen
dengan Investor jangan nantinya tumbuh 
home stay liar.

 

Investor juga memperbaiki dan
membangun segala fasilitas penunjang seperti kantong-kantong tempat oleh-oleh
baik makanan atau kerajinan khas masyarakat tempatan dengan membikin rumah atau
 balai-balai (outlet) terbuka yang  disewa oleh masyarakat yang berminat
berdagang. Begitu juga fasilitas umum lainnya, karena ini wisata berkarakter
Alam (Ecotourism/Hiking and Tracking) 
investor membuat tempat-tempat peristirahatan di Sawah..Ladang dan
Pinggir Sungai yang airnya mengalir jernih dengan model bangunan seperti
dangau-dangau di Sawah.

 

Saya lihat ada juga beberapa
kincir air untuk menumbuk padi yang sudah tidak aktif lagi (masyarakat sudah
beralih ke Heler/Rice Milling), nah agar diperbaiki lagi agar berfungsi
cara-cara tradisional dalam menumbuk padi menjadi beras, tentu akan menjadi
daya tarik sendiri oleh wisatawan manca Negara, sebab yang saya tahu dan pernah
kenal sama bule2  yang pernah saya ajak
keliling Sumbar mereka tertarik hal2 yang bersifat Tradisional (Back to Nature)
tentunya mereka bosa dinegaranya yang hari-harinya melihat segala kemoderenan
dengan kemajuan Teknologi terkini.

 

Initinya saran dan ide saya ini
bagaimana sinergi antara Pihak Pemda, Investor dan masyarakat tempatan
(Kenagarian) menjadi sebuah kekuatan yang saling menguntungkan dalam
mengembangkan dunia Parawisata seperti ini (Home Stay dan Ecotourism)

 

Mungkin Pak Syaaf  dan sanak2 di MAPKAS  dan MAPPAS bisa menambahkan ide dan  
saran begitu juga sanak-sanak di Palanta bisa
menambahkannya. Insya Allah ide atau saran-saran sanak ini akan saya sampaikan
kepada Kakak Ipar saya tersebut  via
Email.

 

Semoga dunia Parawisata di Ranah
kita selalu bergaung dimata wisatawan domestic dan mancanegara dengan segala
keuinikan Alam serta Adat dan Budaya nya

 

 

Wass- Ir Jupardi (43 +, Pku)



http://jupardi.multiply.com
 



      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke