Alhamdulillah..... ini dapat dianggap satu keanehan oleh komunitas tertentu. 
Bagi masyarakat "Minang" ternyata  hal yang biasa.  Atau mungkin juga ini salah 
satu indikator, bahwa "Masyarakat Minang" tidak feodal. 
Dari "bupati" dan "kepala Dinas (eselon II), terjun bebas jadi "wali nagari".  
Tapi yang jelas, bahwa di Minangkabau tidak ada kategori masyarakat "priyayi, 
santri dan abangan". 

Semoga beliau ini ikhlas menerima jabatan dan memimpin masyarakat nagari 
masing-masing.


Semoga





----- Original Message ----
From: Nofiardi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, July 9, 2008 6:11:28 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Dua Mantan Pejabat Jadi Wali Nagari

 
 
 
Dua Mantan Pejabat Jadi Wali Nagari  
 
Selasa, 08 Juli 2008  
Limapuluh Kota, Padek-- Beberapa mantan pejabat terpilih dalam Pemilihan Wali 
Nagari (Pilwanag) di Limapuluh Kota yang berlangsung Kamis (3/7).Fahmi Rasyad, 
mantan Wali Kota Payakumbuh menjadi Wali Nagari Talang Maua, dan mantan Kepala 
Dinas Peternakan Limapuluh Kota, Zainal Abidin Malik, menjadi Wali Nagari 
Pangkalan. Dari 56 nagari yang mengikuti pilwanag, cuma satu nagari yang 
diundur waktunya, yakni Koto Baru Simalanggang Kecamatan Payakumbuh. 
Dari hasil pantauan di lapangan, rata-rata yang menjadi pemenang adalah tokoh 
masyarakat dan mantan pejabat yang selama ini kredibilitasnya cukup berkenan di 
hati masyarakat. Sehingga saat pensiun pun mereka masih dibutuhkan masyarakat. 
Bupati Limapuluh Kota melalui Kesbangpol Iddarusalam mengucapkan terima kasih 
terhadap masyarakat yang telah melaksanakan pilwanag damai. 
”Walau masih ada kekurangan-kekurangan namun kekurangan tersebut tidaklah 
begitu berarti. Memang inilah yang diharapkan, untuk apa ada kekerasan, seperti 
pepatah Minang tidak ada kusuik nan indak kasalasai,” ujar Iddarusalam. Jika 
ada kesalahan dalam pilwanag hendaklah diselesaikan dengan kekeluargaan dan 
hati yang lapang. ”Kita tidak ingin kejadian-kejadian seperti daerah lain yang 
menimbulkan keresahan masyarakat,” tutup Iddarusalam yang akrap disapa Buya. 
(jon)  
 
©
2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar
The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you. 


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke