.rakyat biasa berbicara atlit bukan sebuah profesi, krn tidak begitu menjamin kehidupan ( tidak terlalu mendalami) berlatih apabila baru ada pertandingan2 kurangnya ivent olah raga yg diikuti ( dom /int’l ) kurangnya dukungan materil ataupun moril renny,31,ancol
--- On Fri, 7/11/08, Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Boby Lukman <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: PON: Sumbar Nomor Buncit se Sumatera To: [email protected] Date: Friday, July 11, 2008, 12:32 PM Assalamualaikum... Da Nof, Mak Uncu dan sanak di palanta... Memang batua kecek Da Nof soal minang (sumbar) itu babeda dan lain dari yang lain. Namun tentu dalam konteks PON (pekan olahraga nasional) dimana Sumbar menjadi bagian dari peserta event empat tahunan itu, sangat disayangkan jika perolehan medali Sumbar hanya berada di posisi yang tidak seharusnya. Ini bukan soal menghambur-hamburkan uang atau apalah namanya, namun soal kemerosotan di segala bidang yang terjadi di ranah kita. Pendidikan, kepemudahaan, politik, hukum, ekonomi dan segala macamnya. Awak indak bisa menutup mata soal itu. Pada Pon thn 2000 Sumbar juga parah dan mengalami kemerosotan tajam di PON, namun pada thn 2004 dibawah kepemimpinan Zainal Bakar, kita kembali ke jalur yang semestinya. Namun dibawah Gamawan, siklus kembali berulang..entah nanti saya tidak tahu. Apa artinya ini, saya kembalikan kepada kita semua. apakah keadaan ini akan kita pertahankan. Pulang maklum kepada semua. Saya kira kita semua sudah mulai berpikir untuk mencari sebuah pola baru kepemimpinan Sumatera Barat dimasa datang dan tentu saja dengan figur yang memiliki kapabilitas untuk itu. Kita tidak perlu figur yang dikenal dengan nama pemimpin salon. Artinya yang dibutuhkan adlah pemimpin yang bekerja dan mempunyai visi. Bukan pemimpin yang sibuk untuk memperkuat citra tanpa kerja nyata. 10 tahun lalu ketika Muchlis Ibrahim dengan berani menantang pemerintah pusat karena merasa berbeda pendapat pemerintah pusat, saya tandai sebagai hari dimana Sumbar harus kembali ke masa suram. Dan kini harapan akan mengalami perubahan tak jua kunjung terwujud. Pada tahun 2005 lalu ketika harapan masyarakat begitu tinggi pada figur pemerintah sekarang untuk mampu membawa perubahan bagi keadaan masyarakat baik secara ekonomi, budaya dan politik serta hukum, haraoan itu hanya tinggal; harapan. Ekspektasi yang begitu tinggi pada waktu itu kini perlahan pudar dan mulai menunjukkan grafik menurun. Ambo beberapa kali kontak ke padang, ke teman teman aktivis, LSM, pemerintahan dan lainnya. Mereka semua mengaku bingung dan tidak tahu hrs bagaimana selain menyesalkan apa yang terjadi saat ini. Jadi Da Nof, Mak Uncu, ini bukan soal prestasi olahraga semata, ini adalah sebuah bentuk nyata dari kemunduran yang harus segera dihentikan untuk kemudian dimulai baru agar tidak makin cilaka. Salam Sidi Boby Lukman 32 Th --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
