Laporan Wartawan Kompas Suhartono
http://kompas.com/read/xml/2008/07/15/10463033/wapres.6.presiden.harus.telad
ani.sikap.moh.natsir 

JAKARTA,SELASA - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, enam
Presiden RI yang dimiliki negeri ini, yaitu almarhum Soekarno, almarhum
Soeharto, BJ Habibie, Abdulrrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri serta
Susilo Bambang Yudhoyono, tidak ada yang seperti sosok almarhum Mohammad
Natsir.

"Berbeda pandangan dalam politik, akan tetapi tetap bersikap demokratis dan
tidak berbeda dalam hubungan pribadi dan kekeluargaan dengan tokoh lainnya.
Jadi, hubungannya tetap baik dengan tokoh satu dan lainnya," ujar Wapres
Kalla, saat membuka seminar nasional mengenai refleksi 100 tahun Mohammad
Natsir di aula Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Jalan Merdeka Barat,
Jakarta, Selasa (15/7) pagi ini.

Menurut Wapres Kalla, "Kita punya enam Presiden dalam sejarah Republik ini.
Akan tetapi, enam Presiden itu tidak ada yang saling berbicara satu sama
lainnya. Almarhum Soekarno tidak berbicara dengan almarhum Soeharto. Pak
Harto juga tidak berbicara dengan Presiden selanjutnya, yaitu BJ Habibie.
Begitu juga Pak Habibie tidak berbicara dengan Abdulrrahman Wahid atau Gus
Dur. Gus Dur juga tidak mau berbicara dengan Ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu
Megawati juga tidak saling berbicara dengan Presiden Yudhoyono."

Oleh sebab itu,tambah Wapres Kalla, sikap keteladanan yang harus ditiru oleh
para pemimpin di Indonesia sekarang ini. "Boleh saja berbeda pandangan, akan
tetapi jangan sampai terjadi perbedaan pribadi satu dengan lainnya. Jadi,
inilah yang harus dipelajari oleh para pemimpin sekarang ini," jelas Wapres
Kalla.

Seminar nasional ini diawali dengan pembacaan surat pembukaan ayat suci
Al'quran Ummul Quran. Dijadwalkan, seminar berlangsung hingga pukul 15.00
wib. Moh Natsir adalah mantan Perdana Menteri pertama Indonesia, yang
dilantik oleh Presiden Ir Soekarno. Almarhum banyak dinilai sebagai politisi
muslim yang nasionalis, pandai dan santun dalam berpolitik.

Ia dilahirkan 17 Juli 1908 di Alahan Panjang, Sumatera Barat, dan meninggal
di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta pada 6 Februari 1993. Ia juga "hidup"
dalam periode Orde Lama dan Orde Baru. Seminar para ahli yang berjudul
"Refleksi Seabad M Natsir, Pemikiran dan Perjuangan," digelar oleh MK itu
menghadirkan mantan Deputi PM Malaysia Anwar Ibrahim, pakar politik Burhan
Magenda, mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, pakar sejarah Taufik
Abdullah dan Anhar Gonggong, tokoh agama Malik Fadjar. Tema seminar itu
adalah "Kedudukan M Natsir dalam Sejarah NKRI."


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke